Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur).
Dokumen ini memakai 3 unit, perhatikan badge · Unit: … pada
judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (prevalensi,
demografi, situs, peta, mortalitas, Pareto, ekuitas, anak); (2)
Kunjungan/Klaim = per layanan (volume utilisasi, modalitas terapi,
biaya, INA-CBG, komorbiditas); (3) Episode rawat inap = per
perawatan inap (LOS).
Cara baca. Setiap angka populasi
adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel; angka
sampel mentah dilaporkan terpisah bila relevan. Definisi kasus kanker =
kode ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) di diagnosis
masuk/primer/sekunder (FKRTL) atau FKP15 (FKTP). Data klaim hanya
menggambarkan populasi yang terlayani, bukan prevalensi sejati
(lihat Treatment Gap & triangulasi Riskesdas).
Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi,
validasi desain sampel, treatment gap) · A Beban & Demografi
(situs kanker) · B FKTP (Layanan Primer) · C FKRTL
(Rujukan/RS) · D Inter, Rujukan & Konektivitas · E
Geografi Member↔︎Faskes · F Proses: Modalitas Terapi, Kanker Anak,
Paliatif, Mortalitas · G Komorbiditas · H Ekonomi (pemicu
biaya tinggi, Pareto) · I Ekuitas · J Triangulasi
Riskesdas (treatment gap komunitas).
Ringkasan
Eksekutif
| Ringkasan Eksekutif, Kanker dalam JKN 2015–2024 |
| Sampel reguler BPJS Kesehatan, tertimbang PSTV15 |
| Indikator |
Nilai |
| Pasien kanker terlayani (sampel mentah) |
36,589 |
| Proyeksi nasional tertimbang (kumulatif 2015–2024) |
2,911,022 peserta |
| Prevalensi terlayani per 100.000 peserta (2024) |
231.8 / 100k |
| Situs paling sering (pasien unik) |
Payudara (C50) (22.4%), Kolorektal (C18-21) (6.5%), Serviks (C53) (6.2%) |
| Total belanja kanker FKRTL (kumulatif, tertimbang) |
Rp 34.8 triliun |
| Pangsa kanker dari total belanja FKRTL JKN |
4.79% |
| Konsentrasi biaya: pangsa belanja oleh 10% pasien termahal |
57.1% |
| Pasien menerima kemoterapi / radioterapi / bedah (pernah) |
18.4% / 7.4% / 47.2% |
| Kanker anak (<18 tahun) |
3,109 pasien (8.5% dari kohort) |
| Prevalensi komunitas (Riskesdas 2018, lapor-diri) vs terlayani 2024 |
1.794 per 1000 vs 23.18 per 1000 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Pesan kebijakan utama. 1. Kanker adalah pemicu biaya
katastrofik: hanya ~2.9 juta peserta terlayani namun menyerap
4.79% belanja FKRTL JKN, dengan konsentrasi ekstrem (10% pasien
termahal = 57.1% belanja).
2. Beban terkonsentrasi pada kanker
yang dapat dideteksi dini: payudara (C50) dan serviks (C53)
menonjol, keduanya punya program skrining nasional, sehingga ada ruang
besar untuk deteksi dini.
3. Stadium saat diagnosis TIDAK
tersedia dalam klaim (lihat kotak peringatan), padahal ini penentu
biaya dan luaran terpenting, ini kesenjangan data kritis.
4.
Ketimpangan inverse-care-law: peserta mandiri (PBPU) terlayani 4x
lebih tinggi daripada peserta termiskin (PBI), sinyal hambatan akses
pada kelompok rentan.
5. Triangulasi Riskesdas menunjukkan
prevalensi komunitas (lapor-diri) jauh di bawah angka terlayani
kumulatif, mengindikasikan kombinasi under-diagnosis komunitas dan
akumulasi kasus dalam JKN (lihat Pilar J).
Pertanyaan yang Dijawab
Laporan Ini
1. Berapa banyak pasien kanker terlayani JKN, situs kanker apa
yang dominan, dan bagaimana trennya 2015–2024 (termasuk tahun terbaru
2024)? 2. Bagaimana bauran modalitas terapi (kemoterapi,
radioterapi, bedah) dan apakah stadium dapat dinilai dari klaim?
3. Seberapa besar beban biaya kanker bagi JKN, dan seberapa
terkonsentrasi (Pareto)? 4. Bagaimana profil kanker anak (<18
tahun)? 5. Apakah layanan kanker JKN merata secara geografis dan
sosial-ekonomi (ekuitas)? 6. Seberapa besar treatment gap
dibanding prevalensi komunitas (triangulasi Riskesdas 2018)?
Layer 0, Fondasi:
kohort, definisi kasus, validasi desain & treatment gap
⓪ Fondasi · Alur Kohort (STROBE) · Definisi C-code · Stratifikasi Situs
· Validasi Desain Sampel · Treatment Gap
Inti: Mendefinisikan populasi analisis (peserta sampel reguler
dengan ≥1 klaim neoplasma ganas C00–C97), stratifikasi berbasis situs
kanker, validasi desain sampel reguler, dan kerangka treatment gap.
Sumber & desain: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024,
skema reguler (sampel rumah tangga ~1%); identifikasi pasien via
PSTV01; bobot nasional PSTV15; demografi via codebook resmi (PSTV05
jenis kelamin, PSTV08 segmentasi, PSTV07 kelas, PSTV09 provinsi tempat
tinggal, PSTV03 lahir untuk usia, PSTV18 tahun meninggal).
| Tabel L0.1, Alur Pembentukan Kohort (STROBE) · Unit: Pasien unik (sampel) |
| Angka sampel mentah (pasien unik), sampel reguler BPJS 2015–2024 |
| Tahap |
Pasien (sampel mentah) |
| Populasi peserta sampel reguler |
2,590,751 |
| Punya ≥1 klaim FKRTL (semua sebab) |
976,214 |
| Pasien dengan ≥1 klaim kanker (C00–97) di FKRTL |
31,010 |
| Pasien dengan ≥1 klaim kanker di FKTP |
19,382 |
| KOHORT ANALISIS, ≥1 klaim kanker (FKTP/FKRTL) |
36,589 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Definisi kasus & kode yang DIKECUALIKAN dari denominator aktif
Kasus aktif = neoplasma ganas C00–C97 pada
FKL15A/FKL17A/FKL16/FKL18/SDX (FKRTL) atau FKP15 (FKTP). Dikecualikan
dari denominator kanker aktif (ditampilkan terpisah): neoplasma
jinak/in-situ/tak pasti D00–D48; riwayat keganasan Z85;
skrining/observasi Z08/Z12. Pengecualian ini mencegah inflasi
populasi terlayani.
| Tabel L0.2, Kode neoplasma yang dikecualikan dari denominator aktif · Unit: Pasien unik (sampel) |
| Ditampilkan agar transparan; tidak masuk hitungan kanker ganas aktif |
| Kode (dikecualikan dari kanker aktif) |
Pasien sampel (punya kode ini) |
| Neoplasma jinak/in-situ/tak pasti (D00–D48) |
55,185 |
| Riwayat keganasan (Z85) |
94 |
| Skrining/observasi neoplasma (Z08/Z12) |
10,097 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Validasi Desain
Sampel (reguler)
Mengapa reguler: Laporan ini dibangun pada skema reguler,
yaitu sampel rumah tangga ~1% JKN yang kontinu antar-tahun,
sehingga valid untuk tren temporal, laju populasi per 100k, dan
ekuitas. Berbeda dengan kohort penyakit terkurasi (mis. TB/jiwa)
yang merupakan tarikan individu ter-seed pada tahun bingkai, reguler
menarik seluruh anggota rumah tangga sehingga rasio
individu/rumah-tangga > 2.
| Tabel L0.3, Diagnostik desain sampel reguler · Unit: Individu / Rumah tangga (sampel) |
| Rasio > 2 mengonfirmasi penarikan seluruh anggota rumah tangga (sampel rumah tangga sejati) |
| Metrik |
Nilai |
| Individu unik (reguler.member) |
2,590,751 |
| Rumah tangga unik (PSTV02) |
1,065,281 |
| Rasio individu per rumah tangga |
2.43 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |

Tabel pendamping (Figur L0): lihat Tabel L0.3 dan distribusi
peserta per tahun di sheet L0_Design /
A_PrevYear pada berkas
outputs/tables_cancer.xlsx.
Treatment gap,
kerangka interpretasi
Klaim = populasi terlayani, bukan prevalensi sejati. Angka di
laporan ini menggambarkan pasien yang terdiagnosis dan mengajukan
klaim ke JKN. Sebagian beban kanker komunitas tidak tertangkap
karena:
(1) belum terdiagnosis (akses/skrining rendah),
(2)
berobat di luar JKN,
(3) sebagian obat kanker tertentu disalurkan
melalui kanal program/obat khusus. Treatment gap dikuantifikasi di
Pilar J via triangulasi prevalensi komunitas Riskesdas 2018.
STADIUM saat diagnosis TIDAK ada dalam data klaim, kesenjangan data
kritis. Klaim JKN tidak memuat stadium kanker (TNM).
Satu-satunya proksi keparahan adalah digit severitas INA-CBG (FKL23,
level I/II/III), yang mencerminkan kompleksitas casemix
episode, BUKAN stadium kanker. Karena stadium adalah penentu
utama biaya dan luaran, ketiadaannya membatasi interpretasi; integrasi
dengan registri kanker (mis. registri berbasis populasi) diperlukan
untuk analisis stadium-spesifik.
Tabel 1,
Karakteristik Sampel (FKTP · FKRTL · Overall · Populasi Umum)
Karakteristik pasien kanker (FKTP, FKRTL, Overall =
kohort C-code) dibandingkan populasi JKN umum (sample
reguler). Angka = % per kolom (tertimbang). “Kelompok
Diagnostik (Situs)” kosong untuk Populasi Umum.
| Tabel 1, Karakteristik Pasien Kanker vs Populasi JKN Umum · Unit: Pasien unik (tertimbang), % per kolom |
| FKTP n=19,382 · FKRTL n=31,010 · Overall n=36,589 · Populasi Umum n=2,590,751 (peserta sampel) |
|
FKTP % |
FKRTL % |
Overall % |
Populasi Umum % |
| Jenis Kelamin |
| Perempuan |
67.9 |
63.9 |
63.5 |
48.8 |
| Laki-laki |
32.1 |
36.1 |
36.5 |
51.2 |
| Kelompok Usia |
| 40-59 |
41.8 |
44.2 |
42.5 |
27.7 |
| 18-39 |
28.7 |
24.3 |
25.9 |
37.1 |
| ≥60 |
20.6 |
25.5 |
24.1 |
16.7 |
| <18 |
8.8 |
6.0 |
7.5 |
18.5 |
| Segmentasi (Membership) |
| PBPU (Mandiri) |
27.6 |
29.5 |
28.3 |
11.6 |
| PPU |
31.0 |
26.4 |
27.7 |
23.2 |
| PBI APBN |
25.4 |
24.1 |
25.1 |
41.3 |
| PBI APBD |
10.5 |
12.9 |
12.3 |
20.1 |
| Bukan Pekerja |
5.5 |
7.1 |
6.6 |
3.9 |
| Kelas Rawat |
| Kelas III |
54.4 |
55.7 |
55.2 |
70.1 |
| Kelas I |
24.4 |
25.3 |
24.6 |
16.3 |
| Kelas II |
21.2 |
19.0 |
20.2 |
13.6 |
| Pulau |
| Jawa |
60.5 |
59.8 |
59.5 |
54.2 |
| Sumatera |
22.5 |
21.8 |
22.2 |
20.7 |
| Sulawesi |
6.3 |
6.9 |
7.0 |
7.6 |
| Kalimantan |
4.6 |
4.9 |
5.0 |
5.7 |
| Bali-Nusra |
5.0 |
5.0 |
4.9 |
5.4 |
| Maluku-Papua |
1.1 |
1.5 |
1.5 |
6.4 |
| Kelompok Diagnostik (Situs) |
| Lainnya (C lain) |
33.2 |
27.5 |
31.8 |
- |
| Payudara (C50) |
27.0 |
23.7 |
22.4 |
- |
| Kolorektal (C18-21) |
5.8 |
7.2 |
6.5 |
- |
| Serviks (C53) |
6.4 |
6.7 |
6.2 |
- |
| Limfoma (C81-88) |
6.9 |
5.3 |
6.0 |
- |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
4.6 |
6.6 |
6.0 |
- |
| Leukemia (C90-96) |
3.9 |
5.1 |
4.9 |
- |
| Hati (C22) |
1.7 |
4.6 |
4.1 |
- |
| Ovarium (C56) |
2.8 |
4.4 |
3.9 |
- |
| Tiroid (C73) |
2.5 |
3.6 |
3.3 |
- |
| Nasofaring (C11) |
3.1 |
3.1 |
2.9 |
- |
| Prostat (C61) |
1.4 |
1.7 |
1.7 |
- |
| Lambung (C16) |
0.8 |
0.4 |
0.6 |
- |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | Populasi Umum = sample reguler BPJS |
Key takeaway (vs populasi umum): Pasien kanker sangat condong
perempuan dan usia lanjut (≥60), mencerminkan dominasi
kanker payudara/serviks dan epidemiologi kanker yang meningkat dengan
usia. Distribusi segmentasi menunjukkan kelompok mandiri/PPU
over-represented relatif populasi, sinyal awal hambatan akses pada
peserta termiskin (diperdalam di Pilar I).
A, Beban &
Demografi: situs kanker, tren, & geografi
Ⓐ Beban & Demografi · Situs Kanker · Prevalensi/Insidensi Terlayani
per 100k · Tahun Terbaru 2024 · Piramida Usia-Jenis Kelamin · Geografi
Inti: Situs kanker dominan, tren prevalensi & insidensi
terlayani per 100.000 peserta (denominator DJSN), tampilan tahun terbaru
2024, struktur usia-jenis kelamin, dan sebaran geografis.
A.1 Situs kanker dominan
Total
(kumulatif)

| Tabel A.1, Pasien kanker menurut situs (kumulatif) · Unit: Pasien unik |
| Situs |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
% |
| Lainnya (C lain) |
11,848 |
925,094 |
31.8 |
| Payudara (C50) |
7,879 |
651,170 |
22.4 |
| Kolorektal (C18-21) |
2,365 |
189,174 |
6.5 |
| Serviks (C53) |
2,440 |
180,206 |
6.2 |
| Limfoma (C81-88) |
2,259 |
175,202 |
6.0 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
2,046 |
173,234 |
6.0 |
| Leukemia (C90-96) |
1,666 |
141,234 |
4.9 |
| Hati (C22) |
1,405 |
118,184 |
4.1 |
| Ovarium (C56) |
1,313 |
114,184 |
3.9 |
| Tiroid (C73) |
1,131 |
94,984 |
3.3 |
| Nasofaring (C11) |
1,221 |
83,781 |
2.9 |
| Prostat (C61) |
641 |
48,194 |
1.7 |
| Lambung (C16) |
375 |
16,381 |
0.6 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Per Tahun

| Tabel A.2, Pasien terlayani per situs per tahun · Unit: Pasien unik (tertimbang) |
| Situs |
2015 |
2016 |
2017 |
2018 |
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
2023 |
2024 |
| Payudara (C50) |
59,721 |
54,936 |
95,445 |
102,076 |
102,714 |
104,666 |
105,908 |
133,778 |
168,207 |
181,385 |
| Serviks (C53) |
22,431 |
16,304 |
21,545 |
28,188 |
27,735 |
25,170 |
20,790 |
28,865 |
30,463 |
34,171 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
11,892 |
10,477 |
18,733 |
18,237 |
17,364 |
15,448 |
19,475 |
23,477 |
35,262 |
36,950 |
| Kolorektal (C18-21) |
16,661 |
12,676 |
22,107 |
21,608 |
28,766 |
25,696 |
26,836 |
29,350 |
38,297 |
43,502 |
| Nasofaring (C11) |
8,298 |
7,713 |
14,210 |
18,773 |
13,972 |
13,146 |
12,774 |
12,437 |
16,011 |
16,347 |
| Leukemia (C90-96) |
15,453 |
16,686 |
21,606 |
24,376 |
18,554 |
19,847 |
21,806 |
22,078 |
24,525 |
32,343 |
| Limfoma (C81-88) |
18,165 |
14,785 |
24,240 |
24,411 |
22,980 |
15,656 |
16,785 |
28,844 |
27,293 |
31,605 |
| Hati (C22) |
14,021 |
11,416 |
9,594 |
10,474 |
15,878 |
13,869 |
10,012 |
12,715 |
17,675 |
17,702 |
| Lambung (C16) |
1,689 |
1,972 |
2,959 |
2,888 |
2,551 |
2,192 |
1,395 |
1,987 |
1,666 |
2,500 |
| Prostat (C61) |
4,461 |
3,516 |
6,039 |
8,724 |
7,609 |
7,192 |
5,225 |
10,813 |
11,502 |
11,906 |
| Tiroid (C73) |
6,084 |
6,446 |
10,258 |
13,154 |
16,738 |
16,582 |
13,749 |
20,234 |
27,604 |
33,031 |
| Ovarium (C56) |
9,314 |
8,134 |
14,784 |
14,940 |
14,607 |
15,749 |
18,035 |
17,927 |
27,777 |
34,671 |
| Lainnya (C lain) |
69,157 |
63,659 |
124,203 |
123,317 |
127,513 |
93,501 |
99,240 |
120,517 |
147,176 |
168,004 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Top ICD-10
(rinci)

| Tabel A.3, Top 20 situs kanker per kode ICD-10 · Unit: Pasien unik |
| Kode |
Situs |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
% kohort |
| C50 |
Payudara |
6,974 |
578,937 |
19.89 |
| C53 |
Serviks (leher rahim) |
2,175 |
160,557 |
5.52 |
| C34 |
Paru/Bronkus |
1,956 |
167,317 |
5.75 |
| C18 |
Kolon |
1,642 |
130,942 |
4.50 |
| C49 |
Jaringan lunak |
1,488 |
117,658 |
4.04 |
| C22 |
Hati |
1,485 |
125,150 |
4.30 |
| C11 |
Nasofaring |
1,273 |
90,635 |
3.11 |
| C56 |
Ovarium |
1,172 |
104,739 |
3.60 |
| C85 |
Limfoma non-Hodgkin |
1,046 |
86,234 |
2.96 |
| C73 |
Tiroid |
1,033 |
84,701 |
2.91 |
| C44 |
Kulit (non-melanoma) |
977 |
73,650 |
2.53 |
| C43 |
Melanoma kulit |
816 |
54,385 |
1.87 |
| C76 |
Lokasi tak jelas |
749 |
58,301 |
2.00 |
| C20 |
Rektum |
638 |
49,624 |
1.70 |
| C71 |
Otak |
620 |
55,701 |
1.91 |
| C61 |
Prostat |
620 |
46,833 |
1.61 |
| C54 |
Korpus uteri |
531 |
41,891 |
1.44 |
| C00 |
Bibir |
492 |
38,008 |
1.31 |
| C41 |
Lainnya |
464 |
35,636 |
1.22 |
| C16 |
Lambung |
442 |
21,975 |
0.75 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
A.2 Prevalensi & insidensi
terlayani per 100.000 peserta
Laju per 100.000 = pasien tertimbang ÷ peserta JKN nasional (denominator
DJSN) × 100.000. Dip 2020–21 mencerminkan gangguan layanan COVID-19.
Prevalensi
terlayani

| Tabel A.4, Prevalensi kanker terlayani per 100k per tahun · Unit: Pasien unik |
| Tahun |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
Peserta JKN (juta, DJSN) |
per 100k |
| 2015 |
3,239 |
257,347 |
156.79 |
164.1 |
| 2016 |
3,352 |
228,720 |
171.94 |
133.0 |
| 2017 |
4,917 |
385,723 |
187.98 |
205.2 |
| 2018 |
4,992 |
411,166 |
208.05 |
197.6 |
| 2019 |
5,237 |
416,981 |
224.15 |
186.0 |
| 2020 |
4,889 |
368,714 |
222.46 |
165.7 |
| 2021 |
5,159 |
372,030 |
235.72 |
157.8 |
| 2022 |
6,136 |
463,022 |
248.77 |
186.1 |
| 2023 |
7,038 |
573,458 |
267.31 |
214.5 |
| 2024 |
7,554 |
644,117 |
277.86 |
231.8 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Insidensi terlayani
(kasus baru)

| Tabel A.5, Insidensi kanker terlayani per 100k · Unit: Pasien baru unik |
| Tahun |
Kasus baru (sampel) |
Kasus baru (tertimbang) |
per 100k |
| 2016 |
2,626 |
173,135 |
100.7 |
| 2017 |
3,931 |
318,357 |
169.4 |
| 2018 |
3,653 |
309,219 |
148.6 |
| 2019 |
3,664 |
287,544 |
128.3 |
| 2020 |
3,161 |
232,909 |
104.7 |
| 2021 |
3,341 |
244,421 |
103.7 |
| 2022 |
3,915 |
307,593 |
123.6 |
| 2023 |
4,444 |
378,504 |
141.6 |
| 2024 |
4,615 |
401,992 |
144.7 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
A.3 Tampilan Tahun
Terbaru (2024)

| Tabel A.6, Situs kanker terlayani 2024 · Unit: Pasien unik |
| Situs |
Pasien 2024 (sampel) |
Pasien 2024 (tertimbang) |
% |
| Payudara (C50) |
2,046 |
181,385 |
28.2 |
| Lainnya (C lain) |
2,112 |
168,004 |
26.1 |
| Kolorektal (C18-21) |
516 |
43,502 |
6.8 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
427 |
36,950 |
5.7 |
| Ovarium (C56) |
286 |
34,671 |
5.4 |
| Serviks (C53) |
514 |
34,171 |
5.3 |
| Tiroid (C73) |
374 |
33,031 |
5.1 |
| Leukemia (C90-96) |
364 |
32,343 |
5.0 |
| Limfoma (C81-88) |
299 |
31,605 |
4.9 |
| Hati (C22) |
177 |
17,702 |
2.7 |
| Nasofaring (C11) |
215 |
16,347 |
2.5 |
| Prostat (C61) |
159 |
11,906 |
1.8 |
| Lambung (C16) |
65 |
2,500 |
0.4 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
A.4 Struktur usia
& jenis kelamin

| Tabel A.7, Pasien kanker menurut usia & jenis kelamin · Unit: Pasien unik (tertimbang) |
| Kelompok usia |
Laki-laki |
Perempuan |
| <18 |
120,115 |
96,688 |
| 18-39 |
209,181 |
537,374 |
| 40-59 |
381,572 |
844,359 |
| ≥60 |
341,984 |
352,273 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
A.5 Sebaran geografis
Per Pulau

| Tabel A.8, Pasien kanker menurut pulau · Unit: Pasien unik |
| Pulau |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
% |
| Jawa |
17,790 |
1,715,895 |
58.9 |
| Sumatera |
9,146 |
639,539 |
22.0 |
| Sulawesi |
3,266 |
201,428 |
6.9 |
| Kalimantan |
2,440 |
143,127 |
4.9 |
| Bali-Nusra |
2,296 |
140,244 |
4.8 |
| Maluku-Papua |
1,235 |
42,275 |
1.5 |
| Tidak diketahui |
416 |
28,513 |
1.0 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Top Provinsi

| Tabel A.9, Top 20 provinsi pasien kanker · Unit: Pasien unik |
| Provinsi |
Pulau |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
% |
| Jawa Barat |
Jawa |
4,939 |
489,516 |
16.8 |
| Jawa Timur |
Jawa |
4,899 |
471,798 |
16.2 |
| Jawa Tengah |
Jawa |
5,013 |
383,481 |
13.2 |
| DKI Jakarta |
Jawa |
1,230 |
178,104 |
6.1 |
| Sumatera Utara |
Sumatera |
2,374 |
158,603 |
5.4 |
| Banten |
Jawa |
1,087 |
135,914 |
4.7 |
| Sulawesi Selatan |
Sulawesi |
1,415 |
100,833 |
3.5 |
| Aceh |
Sumatera |
825 |
87,917 |
3.0 |
| Lampung |
Sumatera |
1,041 |
84,150 |
2.9 |
| Sumatera Barat |
Sumatera |
840 |
78,038 |
2.7 |
| Sumatera Selatan |
Sumatera |
1,545 |
77,743 |
2.7 |
| Riau |
Sumatera |
1,025 |
63,466 |
2.2 |
| Bali |
Bali-Nusra |
1,117 |
61,779 |
2.1 |
| DI Yogyakarta |
Jawa |
622 |
57,081 |
2.0 |
| Nusa Tenggara Barat |
Bali-Nusra |
506 |
45,429 |
1.6 |
| Kalimantan Timur |
Kalimantan |
641 |
45,193 |
1.6 |
| Kalimantan Selatan |
Kalimantan |
734 |
37,158 |
1.3 |
| Nusa Tenggara Timur |
Bali-Nusra |
673 |
33,036 |
1.1 |
| Jambi |
Sumatera |
536 |
30,244 |
1.0 |
| Sulawesi Tengah |
Sulawesi |
381 |
28,731 |
1.0 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
A.6 Konsentrasi
geografis tingkat kabupaten/kota
| Tabel A.10, 20 kabupaten/kota dengan pasien kanker terlayani terbanyak · Unit: Pasien unik |
| Konsentrasi di pusat rujukan onkologi kota besar (kode wilayah BPS) |
| Kode kab/kota |
Provinsi |
Pulau |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
| 3578 |
Jawa Timur |
Jawa |
495 |
80,101 |
| 3172 |
DKI Jakarta |
Jawa |
393 |
55,178 |
| 3204 |
Jawa Barat |
Jawa |
428 |
51,722 |
| 3201 |
Jawa Barat |
Jawa |
394 |
48,221 |
| 3275 |
Jawa Barat |
Jawa |
302 |
47,247 |
| 3171 |
DKI Jakarta |
Jawa |
283 |
37,572 |
| 3671 |
Banten |
Jawa |
214 |
36,836 |
| 3276 |
Jawa Barat |
Jawa |
258 |
36,794 |
| 3174 |
DKI Jakarta |
Jawa |
187 |
34,948 |
| 3374 |
Jawa Tengah |
Jawa |
406 |
34,449 |
| 3603 |
Banten |
Jawa |
246 |
32,861 |
| 3507 |
Jawa Timur |
Jawa |
229 |
32,356 |
| 1275 |
Sumatera Utara |
Sumatera |
313 |
31,643 |
| 3273 |
Jawa Barat |
Jawa |
294 |
28,967 |
| 7371 |
Sulawesi Selatan |
Sulawesi |
323 |
27,895 |
| 1371 |
Sumatera Barat |
Sumatera |
211 |
26,917 |
| 3175 |
DKI Jakarta |
Jawa |
221 |
26,762 |
| 3515 |
Jawa Timur |
Jawa |
251 |
25,713 |
| 3310 |
Jawa Tengah |
Jawa |
262 |
24,711 |
| 1212 |
Sumatera Utara |
Sumatera |
284 |
23,367 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (beban & geografi): Beban kanker JKN
terkonsentrasi pada situs yang dapat dideteksi dini (payudara C50
dan serviks C53 menempati dua peringkat teratas) dan terpusat di
Jawa (58.9% pasien) serta segelintir pusat rujukan kota.
Prevalensi terlayani naik dari 164.1/100k (2015) menjadi 231.8/100k
(2024), dengan penurunan jelas pada 2020–2021 (gangguan layanan
COVID-19).
B, FKTP (Layanan
Primer): titik kontak awal & cakupan
Ⓑ FKTP (Primer) · Kontak Layanan Primer · Situs di FKTP · Tren · Cakupan
FKTP↔︎FKRTL
Inti: Peran fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sebagai
titik kontak dan rujukan kanker. FKTP umumnya mencatat kunjungan terkait
kanker (kontrol, rujukan, perawatan suportif) ketimbang terapi
definitif, yang berlangsung di FKRTL.
B.1 Kontak FKTP
terkait kanker per tahun

| Tabel B.1, Kontak FKTP terkait kanker per tahun · Unit: Kunjungan/kontak |
| Tahun |
Kontak (sampel) |
Kontak (tertimbang) |
| 2015 |
1,586 |
108,641 |
| 2016 |
2,010 |
123,038 |
| 2017 |
3,227 |
238,468 |
| 2018 |
4,224 |
349,750 |
| 2019 |
5,393 |
428,788 |
| 2020 |
5,349 |
387,889 |
| 2021 |
5,900 |
429,860 |
| 2022 |
6,897 |
493,605 |
| 2023 |
7,559 |
585,759 |
| 2024 |
8,233 |
687,644 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
B.2 Situs kanker yang
muncul di FKTP

| Tabel B.2, Situs kanker pada kontak FKTP · Unit: Kunjungan/kontak |
| Situs |
Kontak (sampel) |
Kontak (tertimbang) |
| Payudara (C50) |
17,419 |
1,454,254 |
| Lainnya (C lain) |
12,467 |
922,992 |
| Leukemia (C90-96) |
3,168 |
231,046 |
| Kolorektal (C18-21) |
2,895 |
206,878 |
| Serviks (C53) |
3,216 |
196,802 |
| Limfoma (C81-88) |
2,544 |
182,251 |
| Ovarium (C56) |
1,634 |
135,901 |
| Nasofaring (C11) |
1,860 |
134,279 |
| Tiroid (C73) |
1,752 |
126,180 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
1,497 |
114,231 |
| Prostat (C61) |
737 |
64,541 |
| Hati (C22) |
577 |
42,913 |
| Lambung (C16) |
612 |
21,172 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
B.3 Pola cakupan
FKTP↔︎FKRTL

| Tabel B.3, Pola cakupan FKTP↔FKRTL · Unit: Pasien unik |
| Pola cakupan |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
% |
| FKRTL saja |
17,207 |
1,437,415 |
49.4 |
| FKTP + FKRTL |
13,803 |
1,059,454 |
36.4 |
| FKTP saja |
5,579 |
414,153 |
14.2 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (FKTP): Layanan kanker bersifat
FKRTL-sentris: hanya 14.2% pasien terlihat di FKTP saja,
sedangkan 49.4% langsung di FKRTL. Ini wajar untuk penyakit yang butuh
terapi rumah sakit, tetapi menyiratkan peluang penguatan peran FKTP
dalam deteksi dini, navigasi rujukan, dan perawatan suportif/paliatif
berbasis komunitas.
C, FKRTL (Rujukan/Rumah
Sakit): utilisasi, LOS, kelas RS, kegawatan
Ⓒ FKRTL (Rujukan) · Utilisasi RJ/RI · Lama Rawat (LOS) per Situs · Kelas
& Kepemilikan RS · Severitas Casemix · Kunjungan IGD
Inti: Beban di fasilitas rujukan: volume rawat jalan vs rawat
inap, lama rawat per situs, distribusi kelas dan kepemilikan rumah
sakit, digit severitas INA-CBG (kompleksitas casemix, BUKAN stadium),
dan proporsi masuk via IGD.
C.1 Utilisasi FKRTL per tahun
(rawat jalan vs rawat inap vs FKTP)
Volume
kunjungan

Tabel
utilisasi
| Tabel C.1, Volume kunjungan kanker per tahun & tingkat layanan · Unit: Kunjungan (tertimbang) |
| Tahun |
FKRTL Rawat Inap |
FKRTL Rawat Jalan |
FKTP (Primer) |
| 2,015 |
273,896 |
969,109 |
108,641 |
| 2,016 |
222,427 |
922,298 |
123,038 |
| 2,017 |
350,038 |
1,549,215 |
238,468 |
| 2,018 |
392,149 |
2,218,818 |
349,750 |
| 2,019 |
388,378 |
2,399,391 |
428,788 |
| 2,020 |
311,269 |
2,192,886 |
387,889 |
| 2,021 |
346,593 |
2,469,227 |
429,860 |
| 2,022 |
436,090 |
3,063,429 |
493,605 |
| 2,023 |
561,966 |
3,921,501 |
585,759 |
| 2,024 |
644,377 |
4,426,470 |
687,644 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
C.2 Lama rawat inap
(LOS) per situs kanker

| Tabel C.2, Lama rawat inap (LOS) per situs · Unit: Episode rawat inap |
| Situs |
Episode (sampel) |
LOS rata-rata |
LOS median |
Q1 |
Q3 |
| Lambung (C16) |
150 |
9.0 |
6 |
3 |
12.75 |
| Hati (C22) |
1,066 |
6.1 |
5 |
3 |
7.00 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
2,209 |
5.7 |
4 |
2 |
7.00 |
| Leukemia (C90-96) |
3,307 |
5.7 |
4 |
2 |
7.00 |
| Lainnya (C lain) |
9,103 |
5.4 |
3 |
2 |
6.00 |
| Kolorektal (C18-21) |
4,029 |
5.2 |
3 |
2 |
6.00 |
| Prostat (C61) |
395 |
5.0 |
4 |
2 |
6.00 |
| Limfoma (C81-88) |
1,594 |
4.7 |
3 |
2 |
5.00 |
| Tiroid (C73) |
782 |
4.7 |
4 |
2 |
6.00 |
| Ovarium (C56) |
2,151 |
4.4 |
3 |
2 |
5.00 |
| Nasofaring (C11) |
1,557 |
4.1 |
3 |
2 |
5.00 |
| Serviks (C53) |
3,621 |
3.7 |
2 |
1 |
5.00 |
| Payudara (C50) |
9,250 |
3.3 |
2 |
1 |
4.00 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
C.3 Kelas & kepemilikan
rumah sakit
Kelas RS
(tren)

Kepemilikan (publik
vs swasta)

| Tabel C.3, Klaim kanker menurut kelas RS (kumulatif) · Unit: Kunjungan/klaim |
| Kelas RS |
Klaim (tertimbang) |
% |
| RS Kelas A |
10,975,879 |
39.1 |
| RS Kelas B |
9,412,829 |
33.5 |
| RS Kelas C |
4,545,937 |
16.2 |
| RS Khusus/Lain |
2,467,587 |
8.8 |
| RS Kelas D |
657,290 |
2.3 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
C.4 Severitas casemix INA-CBG
& kegawatan (IGD)
Severitas INA-CBG ≠ stadium kanker. Digit severitas (Ringan I /
Sedang II / Berat III) menggambarkan kompleksitas episode casemix
(komorbiditas, prosedur), bukan stadium TNM kanker. Sebagian
besar klaim onkologi (kemoterapi/radioterapi rawat jalan) jatuh ke
kelompok “Lainnya” (bukan grup rawat inap berseveritas), sehingga
distribusi ini tidak boleh ditafsirkan sebagai distribusi stadium.
Severitas
casemix

Masuk via IGD per
tahun

| Tabel C.4, Severitas casemix INA-CBG (kumulatif) · Unit: Kunjungan/klaim |
| Severitas |
Klaim (tertimbang) |
% |
| Lainnya |
27,434,307 |
97.77 |
| Sedang (II) |
461,468 |
1.64 |
| Berat (III) |
118,680 |
0.42 |
| Ringan (I) |
45,071 |
0.16 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | Severitas = kompleksitas casemix, bukan stadium |
Key takeaway (FKRTL): Layanan kanker JKN didominasi rawat
jalan berulang (kemoterapi/radioterapi) di RS Kelas A/B
publik. LOS rawat inap relatif pendek untuk situs yang dapat
dioperasi (payudara, serviks) tetapi panjang untuk kanker
lambung/hati/paru. Masuk via IGD rendah (<3%), menandakan layanan
sebagian besar terjadwal, bukan kedaruratan, tetapi tetap menyiratkan
beban kapasitas RS rujukan yang tinggi.
D, Inter, Rujukan &
Konektivitas
Ⓓ Konektivitas · Rute Rujukan (gatekeeping FKTP) · Jenis Perujuk ·
Geografi Rujukan (lintas wilayah)
Inti: Bagaimana pasien kanker masuk ke FKRTL, sejauh mana
gatekeeping FKTP berfungsi, jenis fasilitas perujuk, dan seberapa sering
rujukan melintasi batas kabupaten/provinsi (proksi sentralisasi layanan
onkologi).
D.1 Rujukan via FKTP
per tahun (gatekeeping)

| Tabel D.1, Rujukan FKRTL via FKTP per tahun · Unit: % kunjungan/klaim |
| Tahun |
% via FKTP |
| 2015 |
0.0 |
| 2016 |
0.0 |
| 2017 |
0.1 |
| 2018 |
16.2 |
| 2019 |
29.8 |
| 2020 |
31.9 |
| 2021 |
30.4 |
| 2022 |
28.2 |
| 2023 |
30.0 |
| 2024 |
29.6 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
D.2 Jenis fasilitas
perujuk

| Tabel D.2, Jenis fasilitas perujuk · Unit: Kunjungan/klaim |
| Jenis perujuk |
Klaim (sampel) |
% |
| Rumah Sakit |
44,188 |
85.9 |
| Puskesmas |
3,843 |
7.5 |
| Dokter Umum |
1,651 |
3.2 |
| Klinik Pratama |
1,541 |
3.0 |
| Klinik Utama |
176 |
0.3 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
D.3 Geografi rujukan:
lintas wilayah

Key takeaway (konektivitas): Sebagian besar rujukan kanker
bersifat antar-RS (85.9%), bukan dari puskesmas, menandakan
pasien kerap masuk ke sistem rujukan setelah tahap awal. Mayoritas
rujukan tetap dalam kabupaten/kota (89.2%), namun 3.1% melintasi
batas provinsi, konsisten dengan sentralisasi layanan onkologi pada
segelintir pusat rujukan.
E, Geografi
Member↔︎Faskes: akses & travel proxy
Ⓔ Geografi Member↔︎Faskes · Layanan dalam Provinsi/Kabupaten Sendiri ·
Variasi Antar-Provinsi
Inti: Seberapa sering pasien kanker mendapat layanan FKRTL di
provinsi/kabupaten tempat tinggalnya (proksi keterjangkauan geografis).
Proporsi rendah “dalam kab/kota sendiri” mengindikasikan pasien harus
bepergian keluar wilayah untuk mengakses layanan onkologi.
E.1 Layanan dalam
wilayah sendiri (nasional)

E.2 Variasi
antar-provinsi: layanan dalam kab/kota sendiri

| Tabel E.1, Layanan dalam kab/kota sendiri per provinsi · Unit: Anggota / kunjungan |
| Diurut dari akses dalam-wilayah TERENDAH |
| Provinsi |
Pulau |
Anggota (sampel) |
% dalam kab/kota |
| DKI Jakarta |
Jawa |
446,768 |
72.0 |
| Banten |
Jawa |
437,665 |
82.7 |
| DI Yogyakarta |
Jawa |
221,347 |
84.2 |
| Sumatera Utara |
Sumatera |
965,500 |
84.6 |
| Jawa Barat |
Jawa |
2,002,580 |
85.4 |
| Lampung |
Sumatera |
464,914 |
86.6 |
| Bali |
Bali-Nusra |
335,047 |
86.7 |
| Sumatera Barat |
Sumatera |
332,687 |
86.8 |
| Riau |
Sumatera |
415,110 |
86.8 |
| Jambi |
Sumatera |
264,712 |
87.2 |
| Jawa Timur |
Jawa |
1,684,865 |
87.2 |
| Kepulauan Riau |
Sumatera |
147,072 |
88.4 |
| Jawa Tengah |
Jawa |
1,923,476 |
88.4 |
| Sumatera Selatan |
Sumatera |
563,203 |
88.6 |
| Aceh |
Sumatera |
353,131 |
89.0 |
| Kalimantan Selatan |
Kalimantan |
323,112 |
89.0 |
| Sulawesi Tengah |
Sulawesi |
235,241 |
89.4 |
| Kalimantan Tengah |
Kalimantan |
229,052 |
89.9 |
| Sulawesi Utara |
Sulawesi |
260,136 |
90.0 |
| Sulawesi Selatan |
Sulawesi |
637,143 |
90.0 |
| Kalimantan Barat |
Kalimantan |
293,564 |
90.1 |
| Papua Barat |
Maluku-Papua |
221,846 |
90.1 |
| Nusa Tenggara Barat |
Bali-Nusra |
224,442 |
90.2 |
| Kalimantan Timur |
Kalimantan |
282,674 |
90.4 |
| Kep. Bangka Belitung |
Sumatera |
96,941 |
90.9 |
| Sulawesi Tenggara |
Sulawesi |
327,302 |
91.5 |
| Gorontalo |
Sulawesi |
90,161 |
91.6 |
| Sulawesi Barat |
Sulawesi |
116,817 |
91.8 |
| Bengkulu |
Sumatera |
224,028 |
92.3 |
| Nusa Tenggara Timur |
Bali-Nusra |
476,048 |
92.4 |
| Kalimantan Utara |
Kalimantan |
65,659 |
93.1 |
| Papua |
Maluku-Papua |
436,515 |
93.4 |
| Maluku |
Maluku-Papua |
218,888 |
93.5 |
| Maluku Utara |
Maluku-Papua |
174,621 |
93.5 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (geografi akses): Secara nasional 94.5% layanan
kanker terjadi dalam provinsi sendiri dan 86.6% dalam kab/kota sendiri,
tetapi terdapat variasi tajam antar-provinsi: provinsi tanpa
pusat onkologi mandiri menunjukkan proporsi dalam-kab/kota jauh lebih
rendah, menandakan beban perjalanan pasien (out-of-area care) yang
menjadi hambatan akses, khususnya pada penyakit yang menuntut kunjungan
berulang (kemoterapi/radioterapi).
F, Proses Klinis:
Modalitas Terapi, Kanker Anak, Paliatif, Mortalitas
Ⓕ Proses Klinis · Bauran Modalitas (Kemo/Radio/Bedah) · Modalitas per
Situs · Kanker Anak · Paliatif · Mortalitas
Inti: Indikator proses dan luaran: bauran modalitas terapi
(kemoterapi, radioterapi, bedah, penunjang), variasi modalitas per
situs, profil kanker anak (<18 th), jejak layanan paliatif, dan
mortalitas (in-hospital + tahun kematian PSTV18).
F.1 Bauran modalitas
terapi
Volume klaim per
modalitas

Pasien pernah
menerima (cakupan)

| Tabel F.1, Modalitas terapi: volume & belanja · Unit: Kunjungan/klaim |
| Modalitas |
Klaim (sampel) |
Klaim (tertimbang) |
Belanja (miliar Rp) |
| Lainnya |
192,602 |
15,273,133 |
19,582.4 |
| Radioterapi |
52,292 |
3,813,122 |
4,846.0 |
| Kemoterapi |
47,489 |
3,608,692 |
8,418.1 |
| Bedah/Prosedur |
38,839 |
3,010,464 |
10,349.0 |
| Perawatan/Ranap |
12,941 |
975,655 |
198.8 |
| Konsultasi |
9,267 |
757,968 |
115.5 |
| Diagnostik/Penunjang |
7,880 |
620,493 |
1,405.4 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | Modalitas dari teks INA-CBG FKL19A |
F.2 Bauran modalitas
per situs kanker

| Tabel F.2, Klaim modalitas inti per situs · Unit: Kunjungan/klaim (tertimbang) |
| Situs |
Radioterapi |
Kemoterapi |
Diagnostik/Penunjang |
Bedah/Prosedur |
| Prostat (C61) |
34,328 |
46,896 |
6,095 |
38,400 |
| Tiroid (C73) |
40,028 |
20,745 |
14,531 |
110,451 |
| Leukemia (C90-96) |
4,917 |
367,216 |
4,574 |
92,689 |
| Limfoma (C81-88) |
66,575 |
177,637 |
37,358 |
111,008 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
136,237 |
156,416 |
64,393 |
65,761 |
| Serviks (C53) |
665,897 |
127,554 |
42,979 |
259,394 |
| Kolorektal (C18-21) |
143,201 |
255,425 |
68,552 |
144,369 |
| Payudara (C50) |
1,233,495 |
1,731,957 |
105,242 |
1,118,209 |
| Nasofaring (C11) |
575,332 |
126,001 |
59,579 |
147,368 |
| Lainnya (C lain) |
890,833 |
422,328 |
168,497 |
700,220 |
| Hati (C22) |
2,436 |
18,659 |
21,590 |
23,523 |
| Lambung (C16) |
99 |
8,750 |
3,999 |
6,826 |
| Ovarium (C56) |
19,743 |
149,108 |
23,105 |
192,244 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
F.3 Kanker anak (<18
tahun)
Inti: Kanker anak (<18 th) menyumbang 8.5% kohort (3,109
pasien sampel; 216,803 tertimbang), didominasi keganasan hematologik
(leukemia, limfoma). Kanker anak responsif terapi sehingga deteksi &
rujukan dini sangat menentukan.
Situs kanker
anak

Kasus baru anak per
tahun

| Tabel F.3, Situs kanker anak (<18 th) · Unit: Pasien anak unik |
| Total kanker anak: 3,109 pasien sampel · belanja Rp 3222.1 miliar · rata-rata Rp 23,984,079/pasien |
| Situs |
Pasien anak (sampel) |
Pasien anak (tertimbang) |
% |
| Lainnya (C lain) |
1,760 |
123,207 |
56.8 |
| Leukemia (C90-96) |
437 |
31,182 |
14.4 |
| Limfoma (C81-88) |
364 |
28,090 |
13.0 |
| Payudara (C50) |
182 |
12,389 |
5.7 |
| Nasofaring (C11) |
82 |
4,597 |
2.1 |
| Kolorektal (C18-21) |
62 |
4,103 |
1.9 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
43 |
3,652 |
1.7 |
| Tiroid (C73) |
38 |
2,824 |
1.3 |
| Ovarium (C56) |
38 |
2,802 |
1.3 |
| Hati (C22) |
36 |
1,407 |
0.6 |
| Serviks (C53) |
25 |
1,330 |
0.6 |
| Lambung (C16) |
39 |
1,041 |
0.5 |
| Prostat (C61) |
3 |
180 |
0.1 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
F.4 Layanan paliatif
(jejak dalam JKN)
Jejak paliatif sangat kecil dalam klaim JKN. Klaim dengan penanda
paliatif eksplisit (Z51.5 atau deskripsi INA-CBG paliatif) hanya 141
klaim sampel. Ini bukan ukuran kebutuhan paliatif (yang jauh
lebih besar), melainkan menandakan layanan paliatif sebagian besar
tidak terkode/tidak terbayar terpisah dalam skema INA-CBG,
terserap ke episode rawat lain, atau diberikan di luar JKN. Penguatan
kode & paket pembiayaan paliatif adalah celah kebijakan.
| Tabel F.4, Jejak layanan paliatif dalam klaim JKN · Unit: Klaim / Pasien |
| Bukan ukuran kebutuhan paliatif; menandakan under-coding/under-financing paliatif |
| Penanda |
Jumlah (sampel) |
| Klaim dengan kode/deskripsi paliatif (Z51.5 / INA-CBG paliatif) |
141 |
| Pasien dengan penanda paliatif eksplisit |
0 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
F.5 Mortalitas
Inti: Dua proksi mortalitas: kematian in-hospital (FKL14=3) per
tahun, dan kematian peserta (tahun kematian PSTV18) per tahun.
Mortalitas spesifik-situs (per 1000 pasien) menyoroti kanker dengan
luaran terburuk.
Kematian per tahun
(PSTV18)

Mortalitas per
situs (per 1000 pasien)

| Tabel F.5, Mortalitas per situs kanker · Unit: Pasien unik |
| Crude mortality kohort: 14.4% (5,256 kematian PSTV18 dari 36,589 pasien) |
| Situs |
Kematian (tertimbang) |
per 1.000 pasien |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
53,303 |
307.7 |
| Leukemia (C90-96) |
39,424 |
279.1 |
| Hati (C22) |
32,824 |
277.7 |
| Kolorektal (C18-21) |
44,300 |
234.2 |
| Nasofaring (C11) |
14,824 |
176.9 |
| Lambung (C16) |
2,898 |
176.9 |
| Serviks (C53) |
25,503 |
141.5 |
| Payudara (C50) |
81,885 |
125.8 |
| Prostat (C61) |
5,781 |
119.9 |
| Tiroid (C73) |
9,975 |
105.0 |
| Limfoma (C81-88) |
17,614 |
100.5 |
| Ovarium (C56) |
11,045 |
96.7 |
| Lainnya (C lain) |
75,443 |
81.6 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (proses klinis): Bedah/prosedur (47.2%) dan
kemoterapi (18.4%) adalah modalitas paling umum; radioterapi (7.4%)
terkonsentrasi pada nasofaring & serviks. Kanker anak (8.5% kohort)
didominasi leukemia/limfoma. Layanan paliatif nyaris tak terkode.
Mortalitas tertinggi pada kanker paru, leukemia, dan hati, situs
dengan prognosis buruk dan deteksi terlambat.
G, Komorbiditas
Ⓖ Komorbiditas · Kondisi Penyerta Utama · Jumlah Komorbid per Pasien
Inti: Beban penyakit penyerta pada pasien kanker (dipindai dari
FKL15A + SDX), penting untuk perencanaan layanan terintegrasi dan
estimasi kompleksitas. Komorbid menambah biaya, memengaruhi pilihan
terapi, dan memperburuk luaran.
G.1 Komorbiditas
utama

| Tabel G.1, Komorbiditas utama pasien kanker · Unit: Pasien unik |
| Komorbiditas |
Pasien (sampel) |
% |
| Penyakit Pernapasan (J) |
9,607 |
26.3 |
| Anemia (D50-69) |
9,557 |
26.1 |
| Hipertensi (I10-15) |
7,883 |
21.5 |
| Diabetes (E10-14) |
3,827 |
10.5 |
| Penyakit Jantung Iskemik (I20-25) |
2,821 |
7.7 |
| Gangguan Ginjal (N17-19) |
2,416 |
6.6 |
| Stroke (I60-69) |
1,929 |
5.3 |
| Penyakit Hati (K70-77) |
1,651 |
4.5 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
G.2 Jumlah komorbid
per pasien

| Tabel G.2, Distribusi jumlah komorbid per pasien · Unit: Pasien unik |
| Jumlah komorbid |
Pasien (sampel) |
% |
| 0 |
16,637 |
47.2 |
| 1 |
8,678 |
24.6 |
| 2 |
3,829 |
10.9 |
| 3+ |
6,110 |
17.3 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (komorbiditas): Sekitar 53% pasien kanker membawa
setidaknya satu komorbiditas terlacak; yang tersering penyakit
pernapasan, anemia, dan hipertensi. Beban komorbid ini memperkuat
argumen layanan kanker terintegrasi dengan manajemen penyakit kronis
(PTM) dan perawatan suportif, bukan layanan onkologi terisolasi.
H, Ekonomi: pemicu
biaya tinggi & konsentrasi (Pareto)
Ⓗ Ekonomi · Total Belanja & Tren · Belanja per Situs · Setting
(RJ/RI) · INA-CBG Termahal · Konsentrasi Pareto · Pangsa dari Belanja
FKRTL JKN
Inti: Magnitudo dan dinamika beban biaya kanker bagi JKN,
distribusi belanja per situs & setting, paket INA-CBG paling mahal,
dan konsentrasi biaya (Pareto), penanda risiko katastrofik dan target
efisiensi.
H.1 Total belanja
kanker FKRTL per tahun

| Tabel H.1, Belanja kanker FKRTL per tahun · Unit: Kunjungan/klaim |
| Tahun |
Klaim (sampel) |
Belanja (miliar Rp) |
Rata-rata/klaim (Rp) |
Median/klaim (Rp) |
| 2015 |
12,560 |
1,693.1 |
1,600,498 |
679,400 |
| 2016 |
13,065 |
1,465.6 |
1,482,398 |
586,300 |
| 2017 |
22,767 |
2,749.2 |
1,609,572 |
395,900 |
| 2018 |
27,088 |
3,255.1 |
1,435,143 |
395,900 |
| 2019 |
32,860 |
3,513.3 |
1,328,687 |
381,600 |
| 2020 |
33,207 |
2,937.5 |
1,264,771 |
395,900 |
| 2021 |
37,397 |
3,178.6 |
1,245,637 |
393,700 |
| 2022 |
48,290 |
3,966.4 |
1,237,726 |
387,300 |
| 2023 |
55,338 |
5,317.2 |
1,323,042 |
395,900 |
| 2024 |
58,794 |
6,739.0 |
1,342,179 |
395,900 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
H.2 Belanja per situs &
per setting
Belanja per
situs

Belanja per
setting (RJ vs RI)

| Tabel H.2, Belanja kanker per situs · Unit: Pasien unik / klaim |
| Situs |
Pasien (sampel) |
Belanja (miliar Rp) |
Rata-rata/pasien (Rp) |
Median/pasien (Rp) |
| Payudara (C50) |
6,700 |
12,749.1 |
23,824,049 |
7,812,150 |
| Lainnya (C lain) |
7,923 |
4,365.3 |
6,989,990 |
1,124,000 |
| Serviks (C53) |
2,024 |
3,863.1 |
29,190,802 |
9,833,150 |
| Kolorektal (C18-21) |
1,946 |
2,951.2 |
19,755,991 |
5,248,900 |
| Leukemia (C90-96) |
1,252 |
2,857.1 |
33,395,056 |
6,817,600 |
| Paru/Bronkus (C33-34) |
1,672 |
2,316.1 |
16,320,851 |
5,646,950 |
| Nasofaring (C11) |
1,046 |
2,064.2 |
28,991,579 |
10,156,650 |
| Limfoma (C81-88) |
1,463 |
1,018.8 |
9,131,414 |
909,500 |
| Ovarium (C56) |
1,129 |
953.2 |
10,846,322 |
3,259,100 |
| Tiroid (C73) |
1,004 |
693.8 |
8,801,890 |
1,487,900 |
| Hati (C22) |
982 |
511.0 |
6,288,261 |
2,488,600 |
| Prostat (C61) |
521 |
402.1 |
10,266,558 |
2,769,200 |
| Lambung (C16) |
146 |
69.9 |
8,281,906 |
1,074,450 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
H.3 Paket INA-CBG
termahal

| Tabel H.3, Top 15 paket INA-CBG berdasarkan belanja · Unit: Kunjungan/klaim |
| Paket INA-CBG |
Klaim (sampel) |
Belanja (miliar Rp) |
Rata-rata/klaim (Rp) |
| Prosedur Radioterapi |
50,856 |
4,137.6 |
1,102,543 |
| Penyakit Kronis Kecil Lain-Lain |
134,477 |
2,943.0 |
275,078 |
| Kemoterapi Ringan |
12,720 |
2,559.0 |
2,950,079 |
| Kemoterapi Sedang |
3,853 |
1,765.7 |
6,015,968 |
| Kemoterapi Pada Tumor Payudara Atau Ovarium |
10,483 |
1,277.3 |
1,508,602 |
| Kemoterapi Berat |
2,415 |
1,240.5 |
8,533,372 |
| Prosedur Pada Payudara Ringan |
2,010 |
1,143.7 |
7,203,158 |
| Ct Scan Lain-Lain |
4,312 |
625.8 |
1,690,404 |
| Prosedur Ultrasound Lain-Lain |
11,898 |
567.2 |
608,504 |
| Kemoterapi Pada Tumor Payudara Atau Ovarium |
3,837 |
516.5 |
1,549,940 |
| 52 |
5,405 |
478.4 |
1,136,507 |
| Radioterapi Ringan |
783 |
472.3 |
9,555,706 |
| 74 |
2,175 |
426.4 |
2,853,082 |
| 55 |
1,285 |
333.9 |
2,652,137 |
| Kemoterapi Pada Tumor Lain-Lain |
5,983 |
332.8 |
560,810 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
H.4 Konsentrasi biaya (Pareto)
& pangsa belanja FKRTL JKN
Kurva Pareto

Pangsa kanker dari
belanja FKRTL JKN

| Tabel H.4, Konsentrasi belanja kanker (Pareto) · Unit: Pasien unik |
| Total belanja kanker kumulatif: Rp 34.8 triliun · pangsa 4.8% belanja FKRTL JKN |
| Top % pasien termahal |
% total belanja |
| 1 |
13.2 |
| 5 |
37.8 |
| 10 |
57.1 |
| 20 |
78.7 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (ekonomi): Kanker menyerap 4.79% belanja FKRTL
JKN (kumulatif Rp 34.8 triliun), dengan belanja tahunan melonjak
tajam pasca-2021 (2024 = Rp 6.7 triliun). Konsentrasi ekstrem: 10%
pasien termahal = 57.1% belanja, 1% termahal = 13.2%. Ini menjadikan
kanker pemicu biaya katastrofik utama JKN dan target prioritas untuk
pencegahan, deteksi dini, dan negosiasi harga (obat/radioterapi).
I, Ekuitas: gradien
sosial-ekonomi & geografis
Ⓘ Ekuitas · Gradien Segmentasi (PBI vs Non-PBI) · Laju Terlayani per
Segmen · Ketimpangan Antar-Pulau
Inti: Apakah layanan kanker JKN merata? Laju terlayani per 100k
menurut segmen kepesertaan (PBI = disubsidi/miskin vs Non-PBI),
intensitas layanan & biaya per segmen, dan ketimpangan antar-pulau,
untuk menguji potensi inverse care law (yang paling butuh justru paling
sedikit terlayani).
I.3 Ketimpangan
antar-pulau

| Tabel I.3, Intensitas & biaya layanan kanker per pulau · Unit: Pasien unik |
| Pulau |
Pasien (sampel) |
Pasien (tertimbang) |
Rata-rata kunjungan |
% rawat inap |
Median biaya (Rp) |
| Jawa |
17,790 |
1,715,895 |
13 |
50.4 |
5,893,500 |
| Bali-Nusra |
2,296 |
140,244 |
11 |
51.0 |
4,802,600 |
| Sumatera |
9,146 |
639,539 |
8 |
48.0 |
4,802,600 |
| Sulawesi |
3,266 |
201,428 |
8 |
48.2 |
4,248,900 |
| Kalimantan |
2,440 |
143,127 |
8 |
51.8 |
5,109,200 |
| Maluku-Papua |
1,235 |
42,275 |
6 |
54.6 |
4,070,800 |
| Tidak diketahui |
416 |
28,513 |
1 |
1.2 |
5,861,150 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) |
Key takeaway (ekuitas): Terdapat gradien sosial-ekonomi
terbalik: peserta mandiri (PBPU) terlayani 4x lebih tinggi daripada
peserta termiskin (PBI APBN), pola inverse care law, sinyal
under-ascertainment dan hambatan akses pada kelompok rentan. Ketimpangan
geografis selaras: Jawa jauh lebih intensif daripada Indonesia Timur.
Keduanya menuntut intervensi akses yang ditargetkan (skrining proaktif
& rujukan untuk PBI dan wilayah timur).
J, Triangulasi
Riskesdas: treatment gap komunitas
Ⓙ Triangulasi Riskesdas 2018 · Prevalensi Komunitas (lapor-diri) vs
Terlayani JKN · Gap Ascertainment per Provinsi
Inti: Membandingkan prevalensi kanker komunitas dari survei rumah
tangga nasional Riskesdas 2018 (lapor-diri “pernah didiagnosis dokter”,
B10B04, tertimbang) dengan prevalensi terlayani JKN (reguler), untuk
membingkai treatment/ascertainment gap. Keduanya punya denominator &
tahun berbeda, jadi tidak dapat dikurangkan langsung, tetapi pola
antar-provinsi informatif.
Cara membaca triangulasi ini. Komunitas (Riskesdas) =
prevalensi titik lapor-diri 2018, cenderung under-report (recall,
stigma, under-diagnosis). Terlayani (JKN) = kumulatif 2015–2024
pasien yang pernah klaim (akumulasi kasus prevalent, ever-claimed).
Karena denominator dan kerangka waktu berbeda, angka tidak dapat
dikurangkan langsung; rasio dipakai sebagai sinyal arah
(ascertainment + akses), bukan estimasi gap presisi.
J.1 Prevalensi
komunitas vs terlayani (nasional)

Validasi: Prevalensi komunitas Riskesdas 2018 yang dihitung di
sini = 1.794 per 1.000 (1872 responden positif dari 1,017,290
responden tertimbang), konsisten dengan angka Riskesdas 2018 yang
dipublikasikan (1,79 per 1.000).
J.2 Gap ascertainment per
provinsi
Terlayani vs
komunitas (scatter)

Rasio gap
(terlayani ÷ komunitas)

| Tabel J.1, Triangulasi prevalensi komunitas vs terlayani per provinsi · Unit: per 1.000 |
| Komunitas = Riskesdas 2018 lapor-diri; Terlayani = JKN reguler kumulatif 2015–2024. Nasional komunitas 1.79‰ |
| Provinsi |
Pulau |
Komunitas (per 1.000) |
Terlayani JKN (per 1.000) |
Rasio |
| Bali |
Bali-Nusra |
2.265 |
15.68 |
6.92 |
| Kalimantan Utara |
Kalimantan |
2.165 |
15.49 |
7.15 |
| Aceh |
Sumatera |
2.004 |
14.36 |
7.17 |
| DKI Jakarta |
Jawa |
2.330 |
13.47 |
5.78 |
| DI Yogyakarta |
Jawa |
4.859 |
13.40 |
2.76 |
| Sumatera Barat |
Sumatera |
2.472 |
12.74 |
5.15 |
| Kepulauan Riau |
Sumatera |
1.867 |
12.03 |
6.44 |
| Jawa Timur |
Jawa |
2.174 |
11.04 |
5.08 |
| Kalimantan Timur |
Kalimantan |
1.446 |
10.55 |
7.30 |
| Banten |
Jawa |
1.391 |
10.37 |
7.46 |
| Sumatera Utara |
Sumatera |
1.553 |
10.33 |
6.65 |
| Sulawesi Selatan |
Sulawesi |
1.586 |
9.83 |
6.20 |
| Jawa Tengah |
Jawa |
2.108 |
9.71 |
4.61 |
| Jawa Barat |
Jawa |
1.411 |
9.59 |
6.80 |
| Sulawesi Utara |
Sulawesi |
1.708 |
9.25 |
5.42 |
| Kalimantan Selatan |
Kalimantan |
2.134 |
9.08 |
4.25 |
| Riau |
Sumatera |
1.669 |
9.00 |
5.39 |
| Lampung |
Sumatera |
1.401 |
8.99 |
6.42 |
| Sumatera Selatan |
Sumatera |
1.543 |
8.95 |
5.80 |
| Bengkulu |
Sumatera |
1.368 |
8.83 |
6.45 |
| Jambi |
Sumatera |
1.325 |
8.53 |
6.44 |
| Sulawesi Tengah |
Sulawesi |
2.232 |
8.43 |
3.78 |
| Kalimantan Tengah |
Kalimantan |
1.356 |
7.88 |
5.81 |
| Nusa Tenggara Barat |
Bali-Nusra |
0.852 |
7.61 |
8.93 |
| Kep. Bangka Belitung |
Sumatera |
1.494 |
7.35 |
4.92 |
| Sulawesi Barat |
Sulawesi |
1.582 |
7.28 |
4.60 |
| Sulawesi Tenggara |
Sulawesi |
1.312 |
7.15 |
5.45 |
| Gorontalo |
Sulawesi |
2.439 |
6.35 |
2.60 |
| Maluku Utara |
Maluku-Papua |
0.943 |
5.54 |
5.87 |
| Papua Barat |
Maluku-Papua |
1.318 |
5.53 |
4.20 |
| Kalimantan Barat |
Kalimantan |
1.552 |
5.24 |
3.38 |
| Nusa Tenggara Timur |
Bali-Nusra |
1.494 |
5.10 |
3.41 |
| Maluku |
Maluku-Papua |
0.899 |
4.67 |
5.19 |
| Papua |
Maluku-Papua |
1.581 |
2.27 |
1.44 |
| Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015–2024 | ICD-10 C00–C97 (neoplasma ganas) | sampel reguler (rumah tangga) | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | + Riskesdas 2018 (B10B04, tertimbang weight_final) |
Key takeaway (treatment gap): Prevalensi terlayani JKN kumulatif
(9.636 per 1.000) berada di atas prevalensi titik komunitas Riskesdas
(1.794 per 1.000), mencerminkan akumulasi kasus prevalent di JKN
sepanjang 2015–2024 di satu sisi dan under-report lapor-diri komunitas
di sisi lain. Provinsi dengan rasio terlayani-ke-komunitas rendah
patut diwaspadai sebagai kandidat under-ascertainment/akses,
sasaran penguatan skrining dan rujukan. Triangulasi presisi memerlukan
integrasi registri kanker berbasis populasi.
Keterbatasan &
Catatan Metodologis
Keterbatasan utama (wajib dibaca bersama setiap angka)
1. Klaim = terlayani, bukan prevalensi sejati. Hanya menangkap
pasien yang terdiagnosis dan mengajukan klaim JKN; kasus tak
terdiagnosis, berobat di luar JKN, atau via kanal obat program tidak
tertangkap.
2. Stadium tidak tersedia. Klaim JKN tidak memuat
stadium TNM; severitas INA-CBG (FKL23) adalah kompleksitas casemix,
bukan stadium kanker. Ini membatasi interpretasi biaya/luaran.
3.
Definisi situs. Situs ditentukan dari kode ICD-10 diagnosis
(prioritas), bukan konfirmasi patologi; kanker dengan situs primer tak
jelas masuk “Lainnya”.
4. Modalitas dari teks INA-CBG.
Klasifikasi kemo/radio/bedah berbasis pencocokan teks deskripsi FKL19A;
sebagian klaim suportif masuk “Lainnya”.
5. Sampel reguler
~1%. Bobot PSTV15 memproyeksikan ke nasional; angka per-100k memakai
denominator DJSN. Sel kecil (mis. situs jarang, provinsi kecil) punya
ketidakpastian lebih besar.
6. Triangulasi Riskesdas.
Komunitas (lapor-diri 2018, titik) dan terlayani (JKN kumulatif
2015–2024) berbeda denominator/tahun; rasio = sinyal arah, bukan
estimasi gap presisi.
7. Biaya. Belanja dari nilai klaim
FKRTL (tertimbang); tidak mencakup pengeluaran out-of-pocket atau kanal
pembiayaan non-JKN.
8. Mortalitas. Proksi dari penanda
kematian in-hospital (FKL14) dan tahun kematian peserta (PSTV18); bukan
sebab-kematian terverifikasi.
Reproduksibilitas. Seluruh angka berasal dari satu bundle agregat
(cancer_jkn_aggregates.rds, MD5 3b9bb36e14fc…)
yang dihasilkan engine SQL terhadap PostgreSQL bpjs_data
skema reguler. Tabel pendamping tiap figur diekspor ke
outputs/tables_cancer.xlsx. Render memakai cache ber-MD5
bundle (tanpa akses DB saat render).
ARC Institute - Health System Center · ARC1C NCD Health System
Analysis · Kanker (Neoplasma Ganas) dalam JKN, 2015–2024. Sumber: Data
Sampel BPJS Kesehatan (sampel reguler rumah tangga), ICD-10 C00–C97,
tertimbang PSTV15; triangulasi Riskesdas 2018. Tabel pendamping lengkap:
outputs/tables_cancer.xlsx.