Unit analisis. Pasien unik (orang), Kunjungan/Klaim (layanan), Episode rawat inap. Angka populasi = proyeksi nasional tertimbang (PSTV15). Definisi anak: usia 0-17 tahun saat pelayanan, dihitung dari tanggal lahir (PSTV03). Kohort dibangun dari sampel reguler (rumah tangga), yang memiliki FKTP + FKRTL lengkap. Data klaim = populasi terlayani JKN, bukan seluruh anak.
Konteks. Laporan ini adalah pasangan awal-kehidupan dari laporan Lansia & Perawatan Jangka Panjang (ARC12.3): bila LTC menyoroti ujung usia, laporan ini menyoroti pangkalnya, yaitu pemanfaatan layanan kesehatan anak (0-17 tahun) dalam JKN, dari bayi dan balita hingga remaja. Fokus tematik mencakup kondisi awal kehidupan (BBLR/P07, asfiksia, sepsis neonatal, ikterus), infeksi anak (ISPA, pneumonia, diare), serta perawatan dapat-dicegah (ACSC) yang menjadi sasaran pendekatan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS/IMCI) dan imunisasi.

1 Fondasi: kohort, definisi, dan desain sampel

Tabel L0.1: Alur Kohort (STROBE) Unit: Pasien unik (sampel)
Tahap Pasien (sampel)
Peserta sampel reguler usia 0-17 (snapshot terkini) 534,324
Kohort analisis 0-17 dengan >=1 klaim 527,236
dengan klaim FKTP 477,288
dengan klaim FKRTL 233,175
dengan >=1 rawat inap 152,678
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Kelompok usia anak
Bayi (<1 th), Balita (1-4 th), Anak (5-9 th), Anak (10-14 th), Remaja (15-17 th). Headline: balita (<5 th) dan anak (<18 th). Catatan desain: sampel rumah tangga reguler kurang menangkap bayi yang lahir setelah penarikan sampel, sehingga jumlah bayi <1 th cenderung under-captured (interpretasi level bayi hati-hati).

1.1 Tabel 1 - Karakteristik

Tabel 1: Karakteristik Anak Terlayani vs Populasi Anak JKN %% per kolom · FKTP n=477,288 · FKRTL n=233,175 · Overall n=527,236 · GenPop n=533,086
FKTP % FKRTL % Overall % Anak Umum %
Jenis Kelamin
Laki-laki 52.3 53.6 52.4 53.1
Perempuan 47.7 46.4 47.6 46.9
Kelompok Usia
Anak (5-9 th) 31.4 26.6 30.4 24.1
Anak (10-14 th) 29.8 21.4 28.9 39.9
Remaja (15-17 th) 18.3 12.6 18.5 26.7
Balita (1-4 th) 16.0 23.8 16.1 8.2
Bayi (<1 th) 4.5 15.6 6.1 1.0
Segmentasi
PBI APBN 39.4 21.8 38.2 35.6
PPU 30.1 42.4 30.4 24.9
PBI APBD 19.8 18.2 19.8 27.8
PBPU (Mandiri) 10.0 16.6 10.9 11.5
Bukan Pekerja 0.6 1.0 0.6 0.2
Kelas Rawat
Kelas III 67.7 53.3 67.0 72.9
Kelas I 17.2 26.6 17.6 14.1
Kelas II 15.1 20.1 15.3 12.9
Pulau
Jawa 56.4 55.4 55.9 51.6
Sumatera 22.3 22.5 22.5 23.3
Sulawesi 8.6 8.5 8.7 8.0
Kalimantan 5.6 6.5 5.7 6.4
Bali-Nusra 5.5 5.0 5.5 5.8
Maluku-Papua 1.5 2.2 1.7 4.9
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

1.2 Distribusi usia kohort

2 Pilar A - Beban & Demografi

A · Anak Terlayani per Tahun · Piramida Usia · Geografi · Tren menurut Pulau
Pertanyaan: Berapa banyak anak yang terlayani JKN, bagaimana trennya, profil usia-jenis kelamin, dan sebaran wilayahnya dari waktu ke waktu.

2.1 Terlayani per tahun

Tabel A.1: Anak Terlayani JKN per Tahun · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun Anak (sampel) Anak (tertimbang)
2015 82,045 6,752,235
2016 116,929 9,291,572
2017 159,608 15,163,115
2018 166,359 16,075,447
2019 178,757 17,288,452
2020 144,577 13,234,477
2021 136,345 11,562,315
2022 175,232 14,896,261
2023 191,392 16,265,970
2024 206,763 17,333,702
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

2.2 Piramida usia

Tabel A.2: Anak Terlayani menurut Usia & Jenis Kelamin · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Usia (th) Laki-laki Perempuan
0 1,598,212 1,247,291
1 1,002,564 786,848
2 977,403 760,105
3 1,017,727 834,392
4 1,146,628 1,005,159
5 1,344,061 1,131,423
6 1,508,202 1,332,768
7 1,534,288 1,452,364
8 1,543,802 1,413,135
9 1,544,606 1,379,651
10 1,417,316 1,270,535
11 1,451,744 1,303,181
12 1,488,852 1,282,874
13 1,359,313 1,243,081
14 1,384,724 1,293,313
15 1,383,444 1,397,481
16 1,364,489 1,510,633
17 1,425,642 1,581,133
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

2.3 Geografi (pulau)

Tabel A.3: 15 Provinsi dengan Anak Terlayani Terbanyak · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Provinsi Pulau Sampel Tertimbang %
Jawa Barat Jawa 70,816 7,957,208 17.0
Jawa Tengah Jawa 66,778 6,168,441 13.2
Jawa Timur Jawa 55,731 6,120,199 13.1
DKI Jakarta Jawa 17,758 2,926,476 6.3
Sumatera Utara Sumatera 31,169 2,399,846 5.1
Banten Jawa 16,567 2,101,109 4.5
Sulawesi Selatan Sulawesi 23,362 1,920,591 4.1
Aceh Sumatera 16,955 1,404,896 3.0
Lampung Sumatera 14,597 1,378,552 3.0
Sumatera Selatan Sumatera 19,863 1,370,560 2.9
Riau Sumatera 15,591 1,192,333 2.6
Sumatera Barat Sumatera 13,073 1,083,033 2.3
NTB Bali-Nusra 7,962 1,037,062 2.2
Kalimantan Timur Kalimantan 12,355 825,825 1.8
NTT Bali-Nusra 12,967 789,867 1.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

2.4 Tren menurut pulau

Tabel A.4: Anak Terlayani per Tahun menurut Pulau · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun Bali-Nusra Jawa Kalimantan Maluku-Papua Sulawesi Sumatera
2,015 358,157 4,074,072 275,882 188,820 452,798 1,402,506
2,016 427,516 5,642,119 406,948 192,726 712,429 1,909,834
2,017 642,650 9,210,398 667,201 203,678 1,270,276 3,168,912
2,018 721,504 9,525,231 761,916 181,393 1,388,788 3,496,616
2,019 834,557 10,073,904 866,454 212,093 1,475,752 3,825,692
2,020 671,069 7,776,812 634,008 153,865 1,059,349 2,939,375
2,021 611,037 6,541,571 574,052 156,042 934,928 2,744,684
2,022 773,691 8,474,101 824,615 192,025 1,224,660 3,407,168
2,023 832,814 9,241,468 951,250 240,459 1,312,085 3,687,894
2,024 991,425 9,785,321 1,031,890 265,130 1,369,686 3,890,250
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Key takeaway beban & demografi: Anak terlayani JKN tumbuh pesat 2015-2024 dengan penurunan tajam 2020-2021 akibat pandemi, lalu pulih melampaui tingkat pra-pandemi. Beban terkonsentrasi pada balita dan anak usia sekolah, sejalan dengan profil penyakit infeksi awal kehidupan. Jawa mendominasi volume absolut, namun gambaran ekuitas memerlukan laju per kapita (lihat Pilar I).

3 Pilar B - Kontak Pertama

B · Berapa Banyak Anak Berkunjung · Pintu Masuk · menurut Usia · menurut Segmen
Pertanyaan: Berapa banyak anak benar-benar mengakses layanan, dan pada kontak pertama yang teramati mereka masuk lewat pintu mana, layanan primer (FKTP) atau langsung ke rumah sakit. Ini menggambarkan fungsi gatekeeping dan kesinambungan layanan anak.
Definisi kontak pertama
Kontak pertama = klaim bertanggal paling awal yang teramati untuk tiap anak dalam jendela 2015-2024. Bila pada tanggal sama terdapat klaim FKTP dan FKRTL, kontak dihitung lewat FKTP. Karena jendela pengamatan terbatas, ini adalah kontak pertama yang teramati, bukan tentu kontak pertama seumur hidup.

3.1 Anak berkunjung per tahun

Tabel B.0: Anak Berkunjung per Tahun · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun Anak (sampel) Anak (tertimbang)
2015 82,045 6,752,235
2016 116,929 9,291,573
2017 159,608 15,163,115
2018 166,359 16,075,447
2019 178,757 17,288,452
2020 144,577 13,234,478
2021 136,345 11,562,315
2022 175,232 14,896,261
2023 191,392 16,265,969
2024 206,763 17,333,702
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

3.2 Pintu masuk (keseluruhan)

Tabel B.1: Pintu Masuk Kontak Pertama Anak · Unit: Pasien unik
Pintu masuk (kontak pertama) Anak (sampel) Anak (tertimbang) %
FKTP (Primer) 414,343 39,374,558 78.6
FKRTL Rawat Jalan 30,312 2,267,879 5.7
FKRTL Rawat Inap 82,581 5,075,947 15.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

4 Pilar C - FKTP (Layanan Primer)

C · Diagnosis FKTP · Volume FKTP per Tahun · Cakupan Layanan
Pertanyaan: Penyakit apa yang paling sering ditangani di layanan primer anak, bagaimana volume berkembang, dan seberapa banyak anak yang mendapat layanan primer (dengan/ tanpa rujukan RS).

4.1 Diagnosis FKTP tersering

Tabel C.1: 15 Diagnosis FKTP Tersering · Unit: Kunjungan
ICD-10 Penyakit Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang)
J06 Acute upper respiratory infection, unspecified 631,305 44,269,830
J00 Acute nasopharyngitis [common cold] 398,703 27,611,197
R50 Fever, unspecified 266,856 19,024,650
J02 Acute pharyngitis, unspecified 129,658 9,042,221
A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin 99,812 7,042,089
K04 Pulpitis 96,844 7,984,868
J11 Influenza with other respiratory manifestations, virus not identified 88,324 5,831,987
R05 Cough 80,389 5,368,360
K30 Dyspepsia 72,919 5,749,084
K00 Disturbances in tooth eruption 66,611 6,061,685
L30 Dermatitis, unspecified 56,622 4,465,061
K29 Gastritis, unspecified 48,932 3,975,193
K02 Caries of dentine 43,807 3,151,117
L23 Allergic contact dermatitis 40,569 2,995,220
J03 Acute tonsillitis, unspecified 40,386 2,890,896
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

4.2 Volume FKTP per tahun

Tabel C.2: Kunjungan FKTP per Tahun · Unit: Kunjungan
Tahun Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang)
2015 153,498 12,445,280
2016 247,355 19,043,427
2017 451,479 43,385,439
2018 498,068 50,396,321
2019 554,939 56,751,632
2020 404,623 41,509,732
2021 408,967 40,865,047
2022 597,868 55,088,879
2023 686,044 62,833,518
2024 727,268 65,807,657
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

4.3 Cakupan layanan

Tabel C.3: Cakupan FKTP vs FKRTL (anak) · Unit: Pasien unik
Cakupan layanan Anak (tertimbang) Anak (sampel) %
FKTP saja 30,689,832 294,061 65.7
FKTP + FKRTL 12,891,818 183,227 27.6
FKRTL saja 3,136,735 49,948 6.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Key takeaway FKTP: Profil penyakit primer anak didominasi infeksi saluran napas atas (ISPA), masalah gigi (karies), dan diare, sasaran utama promosi-pencegahan dan MTBS. Hampir seluruh anak terlayani melewati FKTP, menegaskan layanan primer sebagai tulang punggung kesehatan anak; namun lonjakan biaya berada di rujukan RS (Pilar E & H).

5 Pilar D - Rujukan & Konektivitas

D · Proporsi Rujukan via FKTP per Tahun (FKP02)
Pertanyaan: Berapa besar kunjungan rumah sakit anak yang datang dengan rujukan layanan primer (alur gatekeeping), dan bagaimana trennya seiring kelengkapan pencatatan FKP02 membaik.

Tabel D.1: Rujukan-via-FKTP per Tahun · Unit: Kunjungan FKRTL
Tahun % via rujukan FKTP
2015 0.0
2015 0.0
2016 0.0
2016 0.0
2017 0.1
2017 0.7
2018 1.7
2018 35.1
2019 1.2
2019 54.6
2020 0.9
2020 58.8
2021 0.7
2021 56.9
2022 0.7
2022 54.2
2023 0.6
2023 54.2
2024 0.3
2024 54.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15 | FKP02 under-record pra-2018
Catatan rujukan. Tautan rujukan FKTP-FKRTL (FKP02) hanya terisi konsisten sejak sekitar 2018, sehingga proporsi rujukan-via-FKTP sebelum tahun itu adalah batas bawah dan tidak boleh ditafsirkan sebagai penurunan gatekeeping yang sesungguhnya.

6 Pilar E - FKRTL (Rujukan/Rumah Sakit)

E · Volume Utilisasi · LOS menurut Usia & Tahun · Keparahan · Diagnosis Rawat Inap & Rawat Jalan
Pertanyaan: Bagaimana pemanfaatan layanan rumah sakit anak berkembang, berapa lama anak dirawat menurut usia, seberapa berat kasusnya, dan penyakit apa yang membawa anak ke rumah sakit.

6.1 Volume utilisasi per tahun

Tabel E.1: Kunjungan menurut Tingkat Layanan per Tahun · Unit: Kunjungan (tertimbang)
Tahun FKRTL Rawat Inap FKRTL Rawat Jalan FKTP (Primer)
2,015 1,484,082 3,206,780 12,445,280
2,016 2,032,802 4,071,782 19,043,427
2,017 1,592,152 6,257,400 43,385,439
2,018 1,470,148 6,953,672 50,396,321
2,019 1,655,163 7,209,637 56,751,632
2,020 933,990 4,157,127 41,509,732
2,021 894,129 4,612,314 40,865,047
2,022 1,504,507 6,586,575 55,088,879
2,023 1,979,853 8,801,371 62,833,518
2,024 2,432,325 9,876,340 65,807,657
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

6.2 LOS menurut usia

Tabel E.2: Lama Rawat Inap menurut Usia · Unit: Episode rawat inap
Kelompok usia Episode LOS rerata LOS median
Bayi (<1 th) 55,966 4.1 3
Balita (1-4 th) 74,272 3.5 3
Anak (5-9 th) 50,584 3.3 3
Anak (10-14 th) 37,881 3.4 3
Remaja (15-17 th) 28,163 3.4 3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

6.3 LOS menurut tahun

Tabel E.3: LOS Rawat Inap per Tahun · Unit: Episode rawat inap
Tahun Episode LOS rerata LOS median
2015 15,933 3.7 3
2016 22,891 3.8 3
2017 19,960 3.5 3
2018 19,126 3.4 3
2019 23,835 3.5 3
2020 17,657 3.5 3
2021 20,135 3.5 3
2022 28,708 3.6 3
2023 36,038 3.5 3
2024 42,583 3.6 3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

6.4 Keparahan rawat inap

Tabel E.4: Keparahan Rawat Inap Anak (keseluruhan) · Unit: Episode
Keparahan Episode (sampel) Episode (tertimbang)
1 Ringan 210,489 13,559,650
2 Sedang 23,911 1,572,674
3 Berat 12,476 846,766
9 Lainnya/TT 2 61
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

6.5 Diagnosis rawat inap

Tabel E.5: 15 Diagnosis Rawat Inap Tersering · Unit: Episode
ICD-10 Penyakit (rawat inap anak) Episode (sampel) Episode (tertimbang)
R50 Fever, unspecified 41,038 2,615,294
A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin 13,996 755,990
P03 Fetus and newborn affected by caesarean delivery 12,591 399,429
R11 Nausea and vomiting 8,341 523,338
J18 Bronchopneumonia, unspecified 8,094 391,588
R56 Febrile convulsions 6,749 359,718
A01 Typhoid fever 5,596 467,784
A91 Dengue haemorrhagic fever 5,147 433,469
P21 Birth asphyxia, unspecified 3,591 109,598
P59 Neonatal jaundice, unspecified 3,511 107,437
R10 Other and unspecified abdominal pain 3,224 252,586
P22 Respiratory distress syndrome of newborn 2,768 81,226
P07 Other low birth weight 2,727 75,829
D56 Thalassaemia 2,567 165,259
A90 Dengue fever [classical dengue] 2,536 203,274
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

6.6 Diagnosis rawat jalan RS

Tabel E.6: 15 Diagnosis Rawat Jalan RS Tersering · Unit: Kunjungan
ICD-10 Penyakit (rawat jalan RS) Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang)
R50 Fever, unspecified 45,446 2,753,121
F80 Developmental disorder of speech and language, unspecified 43,622 2,424,062
G40 Epilepsy 34,520 2,234,550
K04 Pulpitis 26,622 2,016,675
D56 Thalassaemia 12,981 1,145,521
R62 Delayed milestone 11,130 439,020
H52 Disorder of refraction, unspecified 10,682 848,707
J06 Acute upper respiratory infection, unspecified 10,339 550,164
J45 Asthma, unspecified 10,036 693,063
A16 Respiratory tuberculosis, not confirmed bacteriologically or histologically 9,302 800,829
J18 Bronchopneumonia, unspecified 9,037 508,129
A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin 8,632 501,738
G80 Cerebral palsy 8,124 598,214
K02 Caries of dentine 7,836 389,222
A15 Respiratory tuberculosis, bacteriologically and histologically confirmed 7,379 523,150
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Key takeaway FKRTL: Pemanfaatan rumah sakit anak meningkat tajam pasca-2021, dengan mayoritas episode tergolong keparahan ringan-sedang. LOS terpanjang pada bayi mencerminkan beban perawatan neonatal. Diagnosis rawat inap tersering, banyak di antaranya infeksi yang dapat dicegah (lihat Pilar F/ACSC), menandakan ruang besar untuk penguatan layanan primer dan imunisasi.

7 Pilar F - Kondisi Awal Kehidupan, Infeksi & ACSC

F (Inti) · Prevalensi Kondisi Anak · menurut Usia · menurut Jenis Kelamin · Fokus Neonatal · Tren Infeksi · ACSC · Mortalitas
Pertanyaan: Kondisi apa yang paling banyak diidap anak terlayani, bagaimana profilnya menurut usia dan jenis kelamin, bagaimana beban awal kehidupan (BBLR/asfiksia/sepsis/ikterus) dan infeksi anak berkembang, serta seberapa besar rawat inap yang sebenarnya dapat dicegah.

7.1 Prevalensi kondisi

Tabel F.1: Prevalensi Terlayani Kondisi Anak · Unit: Pasien unik
Kondisi Anak (sampel) Anak (tertimbang) % anak
ISPA (J00-06) 277,172 21,283,229 52.57
Karies/gigi (K00-04) 90,513 7,818,082 17.17
Diare/GE (A00-09 sel. tifoid) 87,986 6,049,466 16.69
Dermatitis (L20-25) 52,683 3,797,344 9.99
Kondisi neonatal (P) 41,032 1,573,647 7.78
Tifoid (A01) 35,508 2,838,998 6.73
Pneumonia (J12-18) 22,025 1,295,228 4.18
Dengue (A90-91) 20,378 1,649,656 3.87
Otitis media (H65-66) 14,979 1,184,882 2.84
Asma (J45-46) 14,843 1,031,867 2.82
Ikterus neonatal (P59) 11,238 430,094 2.13
Kejang demam (R56) 11,198 690,350 2.12
Tuberkulosis (A15-19) 10,938 824,203 2.07
Kelainan kongenital (Q) 10,589 620,023 2.01
Imunisasi (Z23-27) 7,763 508,186 1.47
Anemia (D50-64) 7,571 547,485 1.44
BBLR (P07) 6,530 250,441 1.24
Asfiksia lahir (P21) 5,563 213,585 1.06
Malnutrisi (E40-46) 4,925 308,520 0.93
Epilepsi (G40) 3,998 270,393 0.76
Sepsis neonatal (P36) 2,481 102,366 0.47
Thalassemia (D56) 442 28,807 0.08
Diabetes tipe-1 (E10) 253 18,960 0.05
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

7.2 Kondisi menurut usia

Tabel F.2: Prevalensi Kondisi (%) menurut Usia · Unit: Pasien unik
Kondisi Bayi (<1 th) Balita (1-4 th) Anak (5-9 th) Anak (10-14 th) Remaja (15-17 th)
ISPA (J00-06) 46.1 69.5 61.3 47.2 28.8
Pneumonia (J12-18) 11.7 8.4 2.2 0.9 0.5
Diare/GE (A00-09 sel. tifoid) 25.0 30.3 15.6 9.4 4.6
Dengue (A90-91) 3.0 5.5 4.8 3.3 1.8
Tifoid (A01) 4.7 9.8 8.4 5.7 3.0
Kondisi neonatal (P) 56.4 0.9 0.3 0.2 0.1
Dermatitis (L20-25) 9.7 13.6 11.6 8.7 4.5
Karies/gigi (K00-04) 7.1 21.0 26.6 14.5 8.4
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

7.3 Kondisi menurut jenis kelamin

Tabel F.3: Prevalensi Kondisi (%) menurut Jenis Kelamin · Unit: Pasien unik
Kondisi Laki-laki Perempuan
ISPA 53.3 51.8
Pneumonia 4.5 3.8
Diare/GE 17.7 15.6
Dengue 4.0 3.7
Tifoid 7.0 6.5
Kondisi neonatal 8.0 7.6
Dermatitis 10.2 9.8
Karies/gigi 16.2 18.3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

7.4 Fokus neonatal/perinatal

Tabel F.4: Anak dengan Kondisi Awal Kehidupan (keseluruhan) · Unit: Pasien unik (sampel)
Kondisi Anak (sampel)
BBLR (P07) 3,425
Asfiksia lahir (P21) 3,721
Sepsis neonatal (P36) 679
Ikterus neonatal (P59) 4,850
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15 | under-captured karena sampel rumah tangga kurang menangkap bayi pasca-snapshot

7.5 Tren infeksi anak

Tabel F.5: Anak Terlayani Infeksi & Imunisasi per Tahun · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun ISPA Pneumonia Diare Dengue Imunisasi
2015 2,529,361 42,927 384,221 54,035 22,488
2016 3,765,128 60,973 548,577 90,445 27,088
2017 5,087,743 133,064 862,027 132,277 42,152
2018 5,031,274 112,327 922,624 118,255 30,677
2019 5,565,671 118,259 913,291 202,566 36,370
2020 3,840,532 55,685 522,134 106,936 36,278
2021 2,996,400 48,974 431,246 75,156 77,718
2022 5,274,503 115,608 627,141 150,073 128,312
2023 5,650,154 169,726 848,487 114,782 90,615
2024 5,666,257 187,567 866,977 242,392 111,168
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15 | imunisasi via Posyandu/program under-record di klaim

7.6 ACSC (dapat dicegah)

Tabel F.6: Proporsi Rawat Inap ACSC per Tahun · Unit: Episode
Tahun Total RI RI ACSC % ACSC
2015 15,944 0 0.0
2016 22,892 0 0.0
2017 19,960 3,457 17.3
2018 19,126 3,053 16.0
2019 23,835 3,782 15.9
2020 17,657 1,841 10.4
2021 20,135 2,013 10.0
2022 28,708 4,961 17.3
2023 36,038 7,195 20.0
2024 42,583 7,894 18.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

7.7 Mortalitas

Tabel F.7: Kematian In-Hospital menurut Usia (undercaptured) · Unit: Episode kematian
Kelompok usia Kematian (sampel) Tertimbang
Bayi (<1 th) 647 52,964
Balita (1-4 th) 674 43,045
Anak (5-9 th) 359 29,791
Anak (10-14 th) 332 33,545
Remaja (15-17 th) 256 25,454
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15 | hanya kematian di RS
Catatan. Imunisasi sebagian besar diberikan via program/Posyandu (kapitasi sering under-record), sehingga klaim JKN under-estimate cakupan imunisasi sejati. Kematian hanya in-hospital (FKL14=3); kematian neonatal dini dan kematian di komunitas tidak tertangkap, sehingga IMR/U5MR sejati tidak dapat dihitung dari data ini. Bayi <1 th under-captured oleh desain sampel rumah tangga.
Key takeaway kondisi & ACSC: Beban kondisi anak terlayani didominasi infeksi (ISPA, diare, pneumonia) dengan gradien usia yang kuat (tinggi pada balita). Sekitar 13.9% rawat inap anak tergolong dapat-dicegah (ACSC), terutama diare/dehidrasi dan pneumonia, sasaran langsung MTBS, rehidrasi oral, dan imunisasi. Setiap rawat inap ACSC adalah kegagalan layanan primer yang seharusnya dapat dicegah di hulu.

8 Pilar G - Beban Berlapis (Multikondisi)

G · Distribusi Jumlah Kondisi · menurut Usia
Pertanyaan: Seberapa banyak anak menanggung lebih dari satu kondisi yang dipantau sekaligus, dan bagaimana gradiennya menurut usia. Beban berlapis pada anak sering menandakan kombinasi infeksi berulang dan kondisi awal kehidupan.

8.1 Distribusi jumlah kondisi

Tabel G.1: Distribusi Jumlah Kondisi · Unit: Pasien unik
Jumlah kondisi Anak (sampel) Anak (tertimbang) %
0 147,637 17,635,452 37.7
1 182,280 15,242,502 32.6
2 103,991 7,709,704 16.5
3 52,229 3,578,850 7.7
4+ 41,099 2,551,876 5.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

9 Pilar H - Ekonomi

H · Belanja per Tahun · per Setting · per Usia · per Pulau · INA-CBG · Konsentrasi (Pareto)
Pertanyaan: Berapa besar belanja JKN untuk perawatan anak, bagaimana distribusinya menurut setting, usia, dan wilayah, paket INA-CBG apa yang dominan, dan seberapa terkonsentrasi belanja pada sebagian kecil anak berbiaya tinggi.

9.1 Tren biaya

Tabel H.1: Belanja FKRTL Anak per Tahun · Unit: Rupiah
Tahun Klaim Total (triliun Rp) Biaya rerata/klaim (Rp)
2015 54,245 6.66 1,298,934
2016 74,763 8.38 1,278,183
2017 95,885 7.81 1,018,196
2018 103,681 7.59 941,398
2019 116,380 8.34 1,017,019
2020 76,127 5.34 1,236,004
2021 88,836 5.64 1,233,558
2022 142,810 7.83 1,033,527
2023 190,522 10.97 1,054,293
2024 220,553 12.60 1,029,814
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

9.2 Biaya menurut setting

Tabel H.2: Belanja menurut Setting per Tahun · Unit: Miliar Rp
Tahun Rawat Inap Rawat Jalan
2,015.0 5,945.5 712.5
2,016.0 7,457.5 918.6
2,017.0 6,219.0 1,589.1
2,018.0 5,621.4 1,971.4
2,019.0 6,213.1 2,129.5
2,020.0 3,926.9 1,409.6
2,021.0 4,126.5 1,518.2
2,022.0 5,916.1 1,914.5
2,023.0 8,268.0 2,699.4
2,024.0 9,606.2 2,994.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

9.3 Biaya per usia

Tabel H.3: Biaya FKRTL per Kapita menurut Usia · Unit: Rupiah
Kelompok usia Anak (sampel) Anak (tertimbang) Total (miliar Rp) Biaya rerata/pasien (Rp)
Bayi (<1 th) 69,855 2,845,503 17,774 7,088,946
Balita (1-4 th) 108,203 7,530,825 23,259 6,106,945
Anak (5-9 th) 141,037 14,184,301 20,203 4,738,431
Anak (10-14 th) 126,993 13,494,933 13,547 3,956,235
Remaja (15-17 th) 81,148 8,662,822 6,374 3,148,218
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

9.4 Biaya per pulau

Tabel H.4: Belanja FKRTL menurut Pulau · Unit: Rupiah
Pulau Anak (tertimbang) Total (miliar Rp) Biaya/pasien (Rp)
Jawa 26,030,253 48,190 5,445,743
Sumatera 10,467,046 16,942 4,716,024
Sulawesi 4,050,888 6,152 4,541,618
Kalimantan 2,660,124 4,871 4,679,307
Bali-Nusra 2,560,170 3,314 4,182,456
Maluku-Papua 814,147 1,405 4,060,172
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

9.5 INA-CBG & konsentrasi

Tabel H.5: Konsentrasi Belanja (Pareto) · total ~Rp 81.2 triliun kumulatif · Unit: Pasien unik
Top % anak (biaya tertinggi) Pangsa belanja (%)
1 23.2
5 40.8
10 52.8
20 67.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Key takeaway ekonomi: Belanja FKRTL anak tumbuh kuat, dengan biaya per kapita tertinggi pada bayi (perawatan neonatal). Belanja sangat terkonsentrasi: 23.2% belanja diserap oleh 1% anak termahal dan 52.8% oleh 10% teratas, mengisyaratkan kasus kompleks (prematuritas, kongenital, kronis) sebagai pendorong biaya yang menuntut manajemen kasus terkoordinasi.

10 Pilar I - Ekuitas & Utilisasi vs Populasi

I · Laju Terlayani per Provinsi · Gradien Segmen · Utilisasi & Biaya per Pulau · Utilisasi per Kapita per Tahun
Pertanyaan: Apakah anak terlayani secara merata antar wilayah dan kelompok sosial-ekonomi. Laju terlayani per 1.000 anak peserta dan gradien segmen mengungkap kesenjangan yang tersembunyi di balik volume absolut.

10.1 Laju per provinsi

Tabel I.1: Laju Terlayani per Provinsi (18 teratas) · Unit: per 1.000 anak peserta
Provinsi Pulau Terlayani /1.000
DKI Jakarta Jawa 684
DI Yogyakarta Jawa 664
Aceh Sumatera 620
Bali Bali-Nusra 589
Kepulauan Riau Sumatera 557
Kalimantan Utara Kalimantan 528
Sulawesi Selatan Sulawesi 525
Kalimantan Timur Kalimantan 519
Jawa Tengah Jawa 511
Sulawesi Barat Sulawesi 506
Kep. Bangka Belitung Sumatera 495
Sumatera Barat Sumatera 494
Gorontalo Sulawesi 480
Jawa Timur Jawa 479
Kalimantan Selatan Kalimantan 477
NTB Bali-Nusra 475
Bengkulu Sumatera 465
Jawa Barat Jawa 461
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

10.2 Gradien segmen

Tabel I.2: Utilisasi & Laju Terlayani menurut Segmen (SES) · Unit: Pasien unik
Segmen Kelompok Anak (sampel) Terlayani /1.000 Rerata kunjungan % rawat inap Biaya/pasien (Rp)
Bukan Pekerja Non-PBI 4,991 568 11.0 26.8 4,789,777
PPU Non-PBI 213,727 557 12.9 32.7 5,012,882
PBPU (Mandiri) Non-PBI 95,514 455 9.9 36.7 6,426,882
PBI APBN PBI (disubsidi) 133,347 443 9.9 16.7 4,223,601
PBI APBD PBI (disubsidi) 79,629 390 10.2 30.4 4,957,725
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

10.3 Utilisasi & biaya per pulau

Tabel I.3: Utilisasi menurut Pulau · Unit: Pasien unik
Pulau Anak (sampel) Rerata kunjungan % rawat inap Biaya/pasien (Rp)
Jawa 235,766 13.0 30.1 5,445,743
Sumatera 136,240 10.9 26.8 4,716,024
Sulawesi 58,363 8.8 29.9 4,541,618
Kalimantan 42,228 9.2 29.8 4,679,307
Bali-Nusra 33,289 9.8 26.1 4,182,456
Maluku-Papua 20,010 5.7 30.4 4,060,172
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15

10.4 Utilisasi per kapita per tahun

Tabel I.4: Klaim per Anak per Tahun · Unit: Klaim & pasien unik
Tahun Klaim Anak unik Klaim/anak
2015 207,744 82,045 2.53
2016 322,119 116,929 2.75
2017 547,364 159,608 3.43
2018 601,750 166,359 3.62
2019 671,319 178,757 3.76
2020 480,750 144,577 3.33
2021 497,803 136,345 3.65
2022 740,680 175,232 4.23
2023 876,567 191,392 4.58
2024 947,821 206,763 4.58
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler (rumah tangga) | usia 0-17 | tertimbang PSTV15
Key takeaway ekuitas: Di balik dominasi volume Jawa, laju terlayani per 1.000 anak peserta dan intensitas kunjungan jauh lebih rendah di Indonesia Timur (Maluku-Papua), menandakan kesenjangan akses, bukan kesenjangan kebutuhan. Gradien segmen menunjukkan pola sosial-ekonomi yang harus diawasi agar JKN benar-benar pro-poor untuk anak.

11 Triangulasi treatment gap (benchmark eksternal)

Benchmark · SKI 2023 / BPS / WHO-UNICEF
Pertanyaan: Bagaimana angka klaim “terlayani” ini berdiri terhadap beban sejati anak Indonesia dari survei dan estimasi internasional.
Treatment gap & benchmark. Indikator komunitas (di luar klaim) menempatkan beban anak Indonesia jauh di atas yang terlihat di klaim JKN: BBLR sekitar 6-7% kelahiran (SKI 2023/Riskesdas), stunting balita sekitar 21,5% (SSGI/SKI 2023, tak terukur di klaim karena tanpa antropometri), cakupan imunisasi dasar lengkap sekitar 65-75% (SKI 2023, sementara klaim Z23-27 jauh lebih rendah karena layanan Posyandu under-record), dan angka kematian balita (U5MR) sekitar 22 per 1.000 kelahiran hidup (UN IGME/SDKI, tak dapat dihitung dari klaim karena hanya menangkap kematian in-hospital). Dalam data klaim ini, ISPA terlayani tercatat pada 52.6% anak, diare 16.7%, dan pneumonia 4.2%. Selisih antara beban komunitas dan yang terlayani menegaskan bahwa angka klaim adalah populasi terlayani, bukan beban sejati; pencegahan (gizi, imunisasi, sanitasi) dan deteksi dini di hulu masih jauh dari kebutuhan. Rasio bersifat ilustratif karena denominator dan definisi berbeda (terukur vs terdiagnosis vs terlayani-kumulatif).

12 Keterbatasan & langkah lanjut

Keterbatasan utama. 1. Klaim JKN hanya menangkap anak yang sampai ke fasilitas dan diklaimkan, bukan seluruh anak, sehingga seluruh angka adalah populasi terlayani, bukan prevalensi sejati.
2. Bayi <1 th under-captured oleh sampel rumah tangga (lahir pasca-snapshot); interpretasi level bayi dan kondisi awal kehidupan harus hati-hati.
3. Imunisasi & layanan Posyandu under-recorded di klaim (program/kapitasi), sehingga cakupan imunisasi sejati jauh di atas Z23-27.
4. Mortalitas hanya in-hospital (FKL14=3); kematian neonatal dini & komunitas tidak tertangkap, sehingga IMR/U5MR sejati tidak dapat dihitung.
5. Tidak ada nilai antropometri (BB/TB) di klaim, sehingga stunting/wasting tidak terukur (gunakan SKI/Riskesdas/SSGI).
6. Tautan rujukan FKTP-FKRTL (FKP02) hanya terisi konsisten sejak ~2018, sehingga proporsi rujukan-via-FKTP awal adalah batas bawah.

Langkah lanjut. 1. Validasi silang dengan benchmark komunitas (SKI 2023, SSGI, SDKI/UN IGME, BPS) untuk kerangka treatment-gap anak (BBLR, stunting, imunisasi, U5MR).
2. Integrasi data antropometri & Posyandu (ePPGBM, ASIK) untuk menutup celah gizi dan imunisasi yang tak terlihat di klaim.
3. Analisis sisi-pasok (ARC6 supply side): ketersediaan SpA, NICU/PICU, dan layanan MTBS per kabupaten, dikaitkan dengan laju terlayani.
4. Pemetaan kabupaten untuk laju terlayani dan ekuitas akses anak (Indonesia Timur sebagai prioritas).

13 Kerangka indikator & rujukan

Kerangka indikator internasional yang dipakai

Indikator dalam laporan ini dipetakan ke kerangka kesehatan anak yang diakui internasional, dengan kelayakan dihitung dari data klaim: WHO/UNICEF Integrated Management of Childhood Illness (IMCI/MTBS) untuk infeksi anak utama (pneumonia, diare, demam); WHO Every Newborn Action Plan (ENAP) dan Survive Thrive Transform (Global Strategy for Women’s, Children’s and Adolescents’ Health 2016-2030) untuk kondisi awal kehidupan (BBLR, asfiksia, sepsis neonatal, ikterus); SDG 3.2 (kematian neonatal & balita) dan WHO IA2030 Immunization Agenda (cakupan imunisasi); konsep ambulatory care sensitive conditions (ACSC) untuk rawat inap yang dapat dicegah (OECD HCQO). Kebijakan Indonesia yang relevan: Permenkes 25/2014 (upaya kesehatan anak), Permenkes 21/2021 (pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan), program BIAN/imunisasi nasional, dan RAN-PASTI/percepatan penurunan stunting (Perpres 72/2021). Catatan kode: BPJS memakai ICD-10 versi WHO; antropometri (stunting/wasting) tidak memiliki representasi di klaim sehingga tidak dapat dihitung.

Rujukan utama

WHO/UNICEF. Integrated Management of Childhood Illness (IMCI) Chart Booklet (2014). · WHO. Every Newborn Action Plan (2014); Survive Thrive Transform: Global Strategy 2016-2030. · UN Inter-agency Group for Child Mortality Estimation (IGME). Levels & Trends in Child Mortality, Report 2023. · WHO. Immunization Agenda 2030. · OECD. Health at a Glance 2023; HCQO Indicator Definitions (rawat inap dapat dicegah/ACSC). · Kemenkes RI. Hasil Utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023; Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). · BPS. Profil Statistik Kesehatan & SDKI. · Permenkes No. 25 Tahun 2014 (upaya kesehatan anak); Permenkes No. 21 Tahun 2021; Perpres No. 72 Tahun 2021 (percepatan penurunan stunting).


Analisis sistem kesehatan berbasis data administratif agregat (Data Sampel BPJS Kesehatan). Seluruh angka populasi merupakan proyeksi tertimbang dari sampel dan menggambarkan populasi terlayani JKN. Pasangan awal-kehidupan dari laporan Lansia & LTC (ARC12.3).