Penyakit Ginjal Kronik & Dialisis di Indonesia
Penyakit ginjal kronik (PGK) berujung pada terapi pengganti ginjal seumur hidup, dan dialisis adalah salah satu beban biaya terbesar dalam Jaminan Kesehatan Nasional. Topik ini ditinjau dari dua sisi yang saling melengkapi: bagaimana pasien terlayani dan dibiayai, dan apakah sistem kesehatan punya kapasitas untuk merawat mereka.
Analisis sisi permintaan membaca pola klaim dari Data Sampel BPJS Kesehatan 2015 sampai 2024: jumlah pasien yang terlayani, sesi dialisis, biaya, mortalitas, dan keadilan akses. Analisis sisi pasokan membaca kapasitas sistem dengan kerangka enam pilar WHO: tenaga, fasilitas, obat, informasi, pembiayaan, dan tata kelola. Keduanya menggambarkan populasi yang terlayani JKN, bukan prevalensi sebenarnya di seluruh penduduk, sehingga angka terlayani adalah batas bawah dari beban yang nyata.
Temuan utama
- Pada 2024 sekitar 143.143 orang menjalani dialisis dalam JKN, dengan kurang lebih 64.912 pasien mulai dialisis pada tahun itu, dan populasi dialisis terus bertumbuh sepanjang periode.
- Dialisis hampir seluruhnya berupa hemodialisis (sekitar 79 persen); dialisis peritoneal sangat sedikit dan transplantasi ginjal nyaris tidak ada, sehingga terapi pengganti ginjal seumur hidup sulit dihindari.
- PGK terdeteksi terlambat: median waktu dari diagnosis sampai mulai dialisis hanya sekitar 13 hari, menandakan penyakit sering baru tercatat ketika sudah tahap akhir.
- Sesi dialisis mencapai sekitar 7,33 juta pada 2024 dan menjadi pendorong biaya utama, sekitar 69 persen belanja PGK, dengan total belanja dialisis sekitar Rp 44,4 triliun selama 2015 sampai 2024. Belanja PGK 2024 sekitar Rp 10,9 triliun.
- Mortalitas pada kelompok dialisis tinggi, sekitar 44,8 persen (batas bawah, karena kematian belum tercatat penuh), dan akses bervariasi tajam antarprovinsi dan segmen kepesertaan.
- Dari sisi pasokan, Indonesia hanya memiliki 181 nefrolog (0,64 per satu juta penduduk) untuk sekitar 1.080.868 pasien PGK terdiagnosis, dan 86,4 persen kabupaten/kota tidak memiliki konsultan ginjal.
- Layanan dialisis tersedia di 981 dari 3.275 rumah sakit (30,0 persen), dan 45,1 persen kabupaten/kota sama sekali tidak memiliki unit dialisis, sehingga pasien harus menempuh jarak jauh untuk cuci darah rutin.
Pilih analisis
Dua laporan tersedia untuk topik ini. Pilih sudut pandang yang ingin Anda telusuri.