Unit analisis (tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai tiga unit, perhatikan badge · Unit: …: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (beban, demografi, ekuitas, klasifikasi DD/DBD per pasien); (2) Kunjungan/Klaim = per layanan (volume utilisasi, biaya, INA-CBG, musiman, diagnosis); (3) Episode rawat inap = per perawatan inap (LOS, keparahan FKL23, fatalitas/CFR).

Cara baca. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel reguler BPJS; angka sampel mentah dilaporkan terpisah. Kasus dengue didefinisikan dari kode ICD-10 A90 (demam dengue, DD) dan A91 (demam berdarah dengue, DBD) pada diagnosis utama (FKL15A) atau diagnosis sekunder (SDX) di FKRTL. Usia dihitung dari tanggal lahir peserta (PSTV03) terhadap tahun pelayanan.

Penting (kerangka interpretasi). Angka di sini adalah kasus dengue yang sampai ke fasilitas rujukan (FKRTL) dan diklaimkan ke JKN, didominasi rawat inap rumah sakit. Ini menggambarkan beban klinis/rumah sakit yang terlayani, BUKAN insidens dengue nasional. Surveilans dengue dan pengendalian vektor dikelola program kesehatan masyarakat (SKDR, jumantik, larvasidasi) di luar klaim JKN. Tren tahunan mencerminkan siklus wabah, namun besarannya tidak setara data surveilans Kemenkes.

Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi DD/DBD) · A Beban, Demografi & Musiman · C Keparahan & Perawatan Rumah Sakit · F Fatalitas Rumah Sakit (CFR) · H Ekonomi · I Ekuitas & Laju Terlayani · S Uji Sensitivitas Definisi & FKTP · Treatment-gap (surveilans) · Kerangka indikator & rujukan · Keterbatasan · Catatan revisi.

1 Fondasi: kohort, definisi & klasifikasi

⓪ Fondasi · Pembentukan Kohort · Definisi DD (A90) vs DBD (A91) · Kelompok Usia

Inti: Mendefinisikan populasi analisis (peserta JKN dengan ≥1 klaim FKRTL berkode dengue A90/A91, 2017-2024), pembagian demam dengue (DD) vs demam berdarah dengue (DBD), serta kerangka keterbatasan klaim.
Sumber & desain: Data Sampel BPJS Kesehatan, schema reguler (sampel rumah tangga ~1% peserta JKN). Kohort FKRTL dengue yang berhasil digabungkan dengan data peserta (member) mencakup tahun observasi 2017-2024. Identifikasi via PSTV01, bobot nasional PSTV15, demografi via codebook resmi (PSTV03 lahir, PSTV05 jenis kelamin, PSTV07 kelas rawat, PSTV08 segmentasi, PSTV09 provinsi). Keparahan FKL23, fatalitas in-hospital FKL14=3, biaya verifikasi FKL48.

1.1 Alur kohort

Tabel L0.1: Pembentukan Kohort Dengue Terlayani JKN · Unit: Pasien/klaim
Sampel reguler BPJS, kohort FKRTL terlayani 2017-2024
Indikator Nilai
Klaim FKRTL dengue (A90/A91 di FKL15A atau SDX) 30,100
Pasien unik (sampel) 25,022
Pasien unik (tertimbang, proyeksi nasional) 2,211,254
Pasien dengan klasifikasi DBD/A91 (%) 64.0%
Pasien pernah rawat inap (%) 75.5%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Definisi DD (A90) vs DBD (A91)

Mengikuti ICD-10 versi WHO: A90 = demam dengue (dengue fever, DD), bentuk klasik tanpa kebocoran plasma; A91 = demam berdarah dengue (dengue haemorrhagic fever, DBD), bentuk berat dengan tanda perdarahan/kebocoran plasma (termasuk dengue shock syndrome). Klasifikasi per pasien: pasien yang pernah terkode A91 di periode pengamatan digolongkan DBD; sisanya DD. Pasien dengan riwayat A90 dan A91 pada periode berbeda (1,136 pasien, 4.5% kohort) digolongkan DBD karena pernah mencapai bentuk berat. Klasifikasi mengikuti koding klaim, bukan kriteria klinis-laboratoris WHO 1997/2009 langsung.

Pembersihan kode administratif. Klaim dengan diagnosis utama Z09 (kunjungan tindak-lanjut) yang hanya membawa dengue di diagnosis sekunder dikeluarkan dari kohort (kode administratif, bukan episode dengue aktif); selisihnya diuji eksplisit pada bagian Uji Sensitivitas.

1.2 Kelompok usia

Tabel L0.2: Distribusi Kelompok Usia Pasien Dengue · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Kelompok usia Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) %
0-4 2,636 137,297 6.2
5-14 7,496 664,041 30.0
15-24 5,267 478,953 21.7
25-44 6,094 583,315 26.4
45-64 2,795 269,422 12.2
65+ 734 78,226 3.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Keterbatasan utama (berlaku di seluruh dokumen). Angka adalah kasus dengue yang sampai ke FKRTL dan diklaimkan, bukan seluruh kasus dengue. Kasus ringan yang dikelola di FKTP/swadaya, kasus tanpa klaim, dan kematian di luar fasilitas tidak tertangkap. Klasifikasi DD/DBD dan keparahan mengikuti koding klaim. Tidak ada data serotipe, NS1/serologi, hematokrit, atau status gizi.

2 Pilar A, Beban, Demografi & Musiman

① Pilar A · Beban Tahunan (siklus wabah) · Eskalasi DBD · Usia × Tahun · Musiman · Piramida · Geografi
Pertanyaan: Berapa besar beban dengue terlayani JKN, bagaimana siklus wabah tahunannya, apakah proporsi kasus berat (DBD) berubah, bagaimana pola musiman dan profil usia-jenis-kelamin, serta sebaran wilayahnya.

2.1 Beban tahunan (DD vs DBD)

Tabel A.1: Kasus Dengue Terlayani per Tahun · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) DBD/A91 (tertimbang) DD/A90 (tertimbang)
2017 2,255 195,696 121,701 73,995
2018 2,136 192,565 129,530 63,035
2019 3,789 332,701 230,364 102,337
2020 2,438 227,749 151,233 76,516
2021 1,724 151,561 109,874 41,687
2022 3,721 311,340 213,646 97,694
2023 2,998 259,049 166,507 92,542
2024 6,686 603,988 380,767 223,221
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.2 Eskalasi proporsi DBD

2.3 Usia menurut tahun

Tabel A.3: Kasus Dengue menurut Tahun × Kelompok Usia · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Tahun 0-4 15-24 25-44 45-64 5-14 65+
2017 29,143 32,947 51,432 23,872 53,461 4,841
2018 20,902 37,867 44,046 24,746 59,672 5,332
2019 22,112 69,848 83,385 34,482 114,384 8,490
2020 11,036 49,864 72,156 29,007 59,530 6,156
2021 6,566 36,488 39,434 18,464 47,002 3,606
2022 14,701 70,733 77,154 30,894 107,533 10,327
2023 12,715 50,507 74,484 34,885 77,320 9,138
2024 29,888 138,437 156,878 80,015 167,155 31,615
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.4 Musiman (bulan)

Tabel A.4: Kunjungan Dengue menurut Bulan · Unit: Kunjungan
Bulan Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang) Rawat inap (sampel) Rawat inap (tertimbang)
Jan 3,056 272,488 2,010 173,589
Feb 3,077 265,461 1,933 167,592
Mar 3,362 328,573 2,227 215,165
Apr 3,026 319,379 1,988 207,975
Mei 2,970 268,060 1,926 167,707
Jun 2,389 201,015 1,535 134,845
Jul 2,111 184,666 1,342 115,987
Agu 1,796 154,241 1,089 91,667
Sep 1,658 157,980 1,102 103,475
Okt 1,879 166,879 1,185 105,574
Nov 2,142 173,064 1,421 112,737
Des 2,634 213,257 1,746 140,825
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.5 Musiman menurut tahun (heatmap)

2.6 Piramida usia-jenis kelamin

Tabel A.6: Pasien Dengue menurut Usia × Jenis Kelamin · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Kelompok usia Laki-laki Perempuan
0-4 82,171 55,126
5-14 362,041 301,999
15-24 256,512 222,441
25-44 309,216 274,099
45-64 128,910 140,511
65+ 34,878 43,348
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.7 Komposisi DD/DBD per usia

2.8 Geografi (pulau & provinsi)

Tabel A.8: 15 Provinsi dengan Kasus Dengue Terbanyak · Unit: Pasien unik (tertimbang)
Provinsi Pulau Sampel Tertimbang %
Jawa Barat Jawa 4,461 514,731 23.3
Jawa Timur Jawa 3,665 345,568 15.6
Jawa Tengah Jawa 3,403 281,684 12.7
DKI Jakarta Jawa 1,071 163,555 7.4
Banten Jawa 853 110,234 5.0
Sumatera Utara Sumatera 1,368 93,474 4.2
Bali Bali-Nusra 1,352 81,552 3.7
Sumatera Barat Sumatera 575 55,512 2.5
Lampung Sumatera 546 50,105 2.3
Kalimantan Timur Kalimantan 658 49,561 2.2
Sumatera Selatan Sumatera 845 48,559 2.2
Sulawesi Selatan Sulawesi 544 38,697 1.8
Aceh Sumatera 446 37,599 1.7
DI Yogyakarta Jawa 441 35,758 1.6
Riau Sumatera 412 33,619 1.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Key takeaway Pilar A: Beban dengue terlayani JKN sangat fluktuatif antar tahun mengikuti siklus wabah (puncak 2019, 2022, 2024) dengan pola musiman jelas memuncak pada Maret-April (musim hujan/peralihan). Beban terkonsentrasi pada anak usia sekolah (5-14) dan dewasa muda, dan mayoritas kasus rawat terdiagnosis DBD (A91), menandakan klaim JKN menangkap ujung spektrum yang lebih berat. Sebaran kasus mengikuti populasi padat di Jawa-Sumatera.

3 Pilar C, Keparahan & Perawatan Rumah Sakit

② Pilar C · DD vs DBD · Tingkat Layanan & Tren · Lama Rawat (LOS) · Keparahan FKL23 · Kelas RS · Diagnosis
Pertanyaan: Bagaimana spektrum keparahan dengue yang dirawat, seberapa besar porsi rawat inap, berapa lama dirawat (LOS) menurut usia dan tahun, bagaimana distribusi keparahan INA-CBG (FKL23), di RS kelas apa pasien dirawat, dan diagnosis penyerta apa yang muncul.

3.1 Tipe & tingkat layanan

Tabel C.1: Demam Dengue (DD) vs Demam Berdarah Dengue (DBD) · Unit: Pasien unik
Tipe (per pasien) Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) %
DF (A90) 9,007 735,836 33.3
DHF (A91) 16,015 1,475,417 66.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | tipe per pasien: DBD bila pernah terkode A91
Tabel C.2: Tingkat Layanan FKRTL · Unit: Kunjungan
Tingkat layanan Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang) %
Rawat Jalan 10,596 967,925 35.8
Rawat Inap 19,504 1,737,138 64.2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | dengue didominasi rawat inap

3.2 Tren rawat jalan vs inap

3.3 Lama rawat (LOS) menurut usia

Tabel C.4: Lama Rawat Inap menurut Tipe (DD/DBD) · Unit: Episode rawat inap
Tipe Episode inap (sampel) LOS rata-rata (hari) LOS median (hari)
DF (A90) 7,293 3.8 3
DHF (A91) 12,210 3.7 3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Tabel C.4b: Tren Lama Rawat Inap per Tahun · Unit: Episode rawat inap
Tahun Episode (sampel) LOS rata-rata LOS median
2017 1,697 4.0 4
2018 1,613 3.9 4
2019 2,915 3.7 3
2020 1,875 3.7 3
2021 1,303 3.9 4
2022 2,855 3.7 3
2023 2,280 3.7 3
2024 4,965 3.7 3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

3.4 Keparahan INA-CBG (FKL23)

Tabel C.5: Keparahan Rawat Inap (FKL23) menurut Usia · Unit: Episode, %% per baris
Kelompok usia 2 Ringan 3 Sedang 4 Berat
0-4 65.3 23.6 11.1
5-14 71.6 15.5 12.9
15-24 72.3 16.1 11.6
25-44 68.4 19.2 12.5
45-64 55.0 26.8 18.2
65+ 29.0 32.5 38.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | FKL23: 2=Ringan, 3=Sedang, 4=Berat (nilai 1 = penanda rawat jalan)

3.5 Kelas RS & diagnosis

Tabel C.6: 15 Diagnosis Tersering pada Klaim Dengue (kode + nama) · Unit: Klaim
ICD-10 Penyakit / kondisi Klaim (sampel) Klaim (tertimbang)
A91 Dengue haemorrhagic fever 14,421 1,340,592
A90 Dengue fever [classical dengue] 7,442 628,105
R50 Fever, unspecified 3,334 270,698
A01 Typhoid fever 695 73,687
Z03 Observation for other suspected diseases and conditions 483 47,994
Z00 General medical examination 238 23,631
A09 Diarrhoea and gastroenteritis of presumed infectious origin 220 15,745
K30 Dyspepsia 197 25,577
R11 Nausea and vomiting 188 14,393
R10 Other and unspecified abdominal pain 155 15,106
D69 Idiopathic thrombocytopenic purpura 141 14,387
Z08 Follow-up examination after unspecified treatment for malignant neoplasm 135 16,952
R56 Febrile convulsions 126 6,729
J18 Bronchopneumonia, unspecified 103 6,942
Z48 Other surgical follow-up care 85 10,868
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | diagnosis utama FKL15A; A90/A91 = dengue, lainnya = penyerta/diagnosis bersama
Key takeaway Pilar C: Dengue yang sampai ke FKRTL didominasi rawat inap dengan bentuk berat (DBD) sebagai mayoritas. Lama rawat median berkisar beberapa hari dan relatif stabil antar usia, dengan ekor lebih panjang pada usia lanjut. Distribusi keparahan FKL23 mengonfirmasi konsentrasi pada tingkat sedang-berat. Pasien dirawat di berbagai kelas RS, dan diagnosis penyerta (demam tak spesifik, tifoid) mengingatkan tumpang-tindih sindrom demam akut, relevan untuk diagnostik banding.

4 Pilar F, Fatalitas di Rumah Sakit (CFR)

③ Pilar F · CFR Keseluruhan · menurut Usia · Jenis Kelamin · Tipe · Keparahan · Tahun
Pertanyaan: Berapa proporsi pasien dengue rawat inap yang meninggal di rumah sakit (FKL14=3), kelompok mana yang paling berisiko, dan bagaimana trennya. CFR ini = validasi klinis internal, hanya kematian in-hospital (undercount kematian luar fasilitas).

4.1 CFR menurut usia

Tabel F.1: CFR Rawat Inap Dengue menurut Usia · Unit: Episode rawat inap
Kelompok usia Episode inap Kematian CFR (%)
0-4 1,989 11 0.55
5-14 5,796 22 0.38
15-24 4,221 8 0.19
25-44 4,790 35 0.73
45-64 2,103 38 1.81
65+ 605 35 5.79
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | hanya kematian in-hospital FKL14=3, undercount

4.2 Kematian absolut menurut usia

4.3 CFR menurut tipe & jenis kelamin

Tabel F.2: CFR menurut Tipe (DD vs DBD) · Unit: Episode rawat inap
Tipe Episode inap Kematian CFR (%)
DHF (A91) 12,210 98 0.8
DF (A90) 7,294 51 0.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | kematian in-hospital FKL14=3, undercount
Tabel F.2b: CFR menurut Jenis Kelamin · Unit: Episode rawat inap
Jenis kelamin Episode inap Kematian CFR (%)
Perempuan 9,027 67 0.74
Laki-laki 10,477 82 0.78
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

4.4 CFR menurut keparahan

4.5 CFR menurut tahun

Key takeaway Pilar F: CFR rawat inap dengue keseluruhan 0.8%. Meski beban kasus tertinggi pada anak, fatalitas justru meningkat tajam pada usia lanjut (65+ mencapai 5.8%), pola konsisten dengan dengue berat pada komorbiditas lansia. Gradien keparahan FKL23 kini terlihat benar: episode Berat (FKL23=4) ber-CFR 3.2%, hampir 30 kali episode Ringan (0.1%), validasi internal yang sebelumnya tersembunyi akibat salah-pelabelan kode keparahan. CFR ini hanya menghitung kematian di rumah sakit (FKL14=3) dan tidak menangkap kematian di luar fasilitas, sehingga merupakan batas bawah.

5 Pilar H, Ekonomi

④ Pilar H · Tren Biaya · Biaya per Tipe · per Usia · per Setting · per Pulau · INA-CBG
Pertanyaan: Berapa besar belanja JKN untuk perawatan dengue, bagaimana mengikuti gelombang wabah, dan bagaimana distribusinya menurut tipe (DD/DBD), usia, setting layanan, dan wilayah.

5.1 Tren biaya (DD vs DBD)

Tabel H.1: Belanja FKRTL Dengue per Tahun · Unit: Klaim (biaya tertimbang)
Tahun Klaim (sampel) Total (triliun Rp) Biaya rata-rata/klaim (Rp) Median (Rp)
2017 2,636 0.468 2,001,073 1,865,300
2018 2,454 0.419 1,893,467 1,865,300
2019 4,395 0.682 1,808,437 1,827,300
2020 2,815 0.474 1,887,386 1,832,700
2021 2,013 0.350 1,894,109 1,827,300
2022 4,351 0.714 1,962,515 1,827,300
2023 3,512 0.656 2,189,275 2,135,900
2024 7,924 1.391 1,975,167 1,959,100
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

5.2 Biaya per usia

Tabel H.2: Biaya Dengue menurut Kelompok Usia · Unit: Klaim
Kelompok usia Klaim (sampel) Biaya rata-rata (Rp) Total (miliar Rp)
0-4 3,293 1,931,041 331
5-14 9,079 1,784,409 1,389
15-24 6,304 1,845,364 1,039
25-44 7,153 1,995,623 1,389
45-64 3,403 2,249,043 732
65+ 868 3,171,932 275
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

5.3 Biaya per setting & per pulau

Tabel H.3: Biaya Dengue menurut Setting (Rawat Inap vs Jalan) · Unit: Klaim
Setting layanan Klaim (sampel) Biaya rata-rata (Rp) Total (miliar Rp)
Rawat Inap 19,504 2,906,726 4,959
Rawat Jalan 10,596 205,868 196
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Tabel H.3b: Belanja Dengue Kumulatif menurut Pulau · Unit: Klaim (tertimbang)
Pulau Total biaya kumulatif (miliar Rp)
Jawa 3,377
Sumatera 878
Bali-Nusra 293
Kalimantan 276
Sulawesi 264
Maluku-Papua 60
Tidak diketahui 7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | total belanja kumulatif ~Rp 5.2 triliun

5.4 INA-CBG tertinggi

Tabel H.4: 12 INA-CBG dengan Klaim Dengue Terbanyak · Unit: Klaim
INA-CBG Klaim (sampel) Biaya rata-rata (Rp) Total (miliar Rp)
INFEKSI NON BAKTERI RINGAN 10,222 2,027,799 1,891
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 7,638 195,048 139
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN SEDANG 958 3,213,514 279
PENYAKIT AKUT BESAR LAIN-LAIN 904 300,091 20
PENYAKIT AKUT KECIL LAIN-LAIN 893 194,655 15
INFEKSI NON BAKTERI SEDANG 828 2,866,520 199
INFEKSI NON BAKTERI BERAT 625 3,382,395 208
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN RINGAN 578 2,623,584 120
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN BERAT 563 3,832,286 185
KONSULTASI ATAU PEMERIKSAAN LAIN-LAIN 387 145,793 6
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN SEDANG 380 3,118,111 99
PERADANGAN EPIGLOTIS, TELINGA TENGAH, ISPA DAN LARINGOTRAKEITIS RINGAN 325 2,279,383 58
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Key takeaway Pilar H: Belanja rumah sakit JKN untuk dengue mengikuti gelombang wabah, dengan total kumulatif sekitar Rp 5.2 triliun (2017-2024). Rawat inap dan bentuk berat (DBD) menyerap mayoritas biaya, mencerminkan perawatan lebih intensif. Lonjakan biaya pada tahun wabah menegaskan nilai ekonomi pencegahan (pengendalian vektor, deteksi dini, dan ke depan vaksinasi tertarget) untuk menahan beban rawat inap kuratif.

6 Pilar I, Ekuitas & Laju Terlayani

⑤ Pilar I · Laju Terlayani per Segmen · per Usia · per Pulau · per Provinsi · Kelas Rawat (SES)
Pertanyaan: Apakah dengue terlayani merata antarsegmen sosial-ekonomi, antarwilayah, dan antarusia, atau menunjukkan pola yang mencerminkan akses dan paparan berbeda.

6.1 Laju terlayani per segmen

Tabel I.1: Laju Dengue Terlayani menurut Segmen · Unit: Pasien per 100k peserta segmen
Segmen Kelompok Terlayani (tertimbang) Peserta segmen (tertimbang) per 100k peserta
PPU Non-PBI 1,041,061 70,083,930 1,485
PBPU (Mandiri) Non-PBI 331,258 34,935,923 948
Bukan Pekerja Non-PBI 64,836 11,810,805 549
PBI APBD PBI (disubsidi) 317,063 60,647,931 523
PBI APBN PBI (disubsidi) 456,980 124,622,388 367
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | PBI = penerima bantuan iuran (disubsidi)

6.2 Laju terlayani per pulau

6.3 Laju terlayani per provinsi

6.4 Kelas rawat (SES) & laju per usia

Tabel I.4: Pasien Dengue menurut Kelas Rawat (proksi SES) · Unit: Pasien unik
Kelas rawat (hak peserta, PSTV07) Pasien (tertimbang) %
Kelas 3 1,029,188 46.5
Kelas 1 714,578 32.3
Kelas 2 466,576 21.1
Tidak diketahui 912 0.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | Kelas 1 = hak tertinggi, Kelas 3 termasuk PBI
Tabel I.4b: Laju Dengue Terlayani menurut Kelompok Usia · Unit: Pasien per 100k peserta usia
Kelompok usia Terlayani (tertimbang) Peserta usia (tertimbang) per 100k
0-4 137,297 13,485,051 1,018
5-14 664,041 47,053,458 1,411
15-24 478,953 50,859,867 942
25-44 583,315 98,620,928 592
45-64 269,422 61,623,140 437
65+ 78,226 25,308,428 309
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | denominator usia diankor ke pertengahan periode (2019), bukan snapshot waktu-kueri; laju balita (0-4) tetap perlu kehati-hatian (kohort kumulatif 10 tahun vs denominator titik-waktu) dan tidak dipakai untuk klaim risiko relatif
Key takeaway Pilar I: Laju dengue terlayani per 100.000 peserta bervariasi antarsegmen, antarpulau, dan antarprovinsi, mencerminkan kombinasi paparan vektor, urbanisasi, dan akses rujukan. Laju tertinggi pada kelompok anak menegaskan dengue sebagai beban pediatrik utama. Pola antarsegmen dan kelas rawat menandai populasi sasaran prioritas untuk penguatan pengendalian vektor berbasis wilayah dan kesiapsiagaan rumah sakit pada musim puncak.

7 Pilar S, Uji Sensitivitas Definisi Kasus & Kontak FKTP

⑥ Pilar S · Jalur Definisi Kasus (FKL15A / SDX / FKL17A) · Robustness CFR · Profil FKL17A · Kontak FKTP per Tahun
Pertanyaan: Seberapa sensitif beban dan fatalitas terhadap pilihan field diagnosis (utama FKL15A, sekunder SDX, pulang FKL17A)? Berapa besar jalur diagnosis-pulang yang sengaja dikecualikan, dan apakah kohort utama stabil? Berapa kontak dengue di layanan primer (FKTP) sepanjang periode sebagai konteks ujung permintaan?

7.1 Jalur definisi kasus (FKL15A vs SDX vs FKL17A)

Tabel S.1: Sensitivitas Jalur Definisi Kasus Dengue · Unit: Klaim/episode (sampel)
Jalur diagnosis Episode inap (sampel) Seluruh klaim (sampel) Kematian inap (sampel)
FKL15A diagnosis utama (A90/A91) 15,706 21,863 89
SDX diagnosis sekunder saja (utama bukan dengue) 3,798 8,237 60
Hanya kode administratif Z09 (dikeluarkan dari kohort) 33 4,824 2
FKL17A diagnosis pulang saja (uji sensitivitas, di luar kohort) 20,086 21,991 92
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | kohort utama = FKL15A atau SDX, di luar Z09; FKL17A = uji sensitivitas
Pembacaan. Sebagian besar episode kohort bertumpu pada diagnosis utama FKL15A; tambahan SDX memperluas tangkapan kasus di mana dengue bukan diagnosis utama. Jalur diagnosis-pulang FKL17A menyimpan ~20 ribu episode inap (sampel) yang diagnosis utamanya bukan dengue (mis. demam tidak spesifik, trombositopenia, observasi), nyaris sebesar kohort utama; jalur ini sengaja dikecualikan mengikuti konvensi ICD-10 (utama lebih dahulu), namun diuji eksplisit di bawah agar tidak ada jalur besar yang tak terungkap.

7.2 Robustness CFR (kohort vs +FKL17A)

Tabel S.2: Robustness CFR terhadap Definisi Kasus · Unit: Episode rawat inap (sampel)
Definisi kasus Episode inap Kematian CFR (%)
Definisi utama (kohort, FKL15A/SDX, Z09 dikeluarkan) 19,504 149 0.76
Diperluas dengan FKL17A (diagnosis pulang) 40,333 264 0.65
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | kematian in-hospital FKL14=3

7.3 Profil diagnosis-pulang FKL17A

7.4 Kontak dengue di FKTP (layanan primer)

Tabel S.4: Kontak Dengue di FKTP per Tahun · Unit: Kontak (sampel)
Tahun Kontak FKTP dengue (sampel)
2015 1,557
2016 2,926
2017 2,165
2018 1,707
2019 2,637
2020 1,877
2021 1,491
2022 2,099
2023 1,976
2024 3,113
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan (kohort FKRTL dengue terlayani 2017-2024 setelah penggabungan data peserta) | sampel reguler (rumah tangga ~1%) | dengue A90/A91 (FKL15A atau SDX) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN) | FKTP: FKP15 (2015-2016) / FKP14A (2017+); seluruh tabel fktp_*
Key takeaway Pilar S: Kohort dengue terlayani kokoh terhadap pilihan definisi: CFR rawat inap tetap di kisaran 0.8% pada definisi utama dan 0.7% bila diperluas dengan diagnosis-pulang FKL17A, meski jumlah episode hampir berlipat. Jalur FKL17A yang besar (presentasi demam tak spesifik/trombositopenia) menandai potensi under-coding dengue di diagnosis utama, relevan untuk perbaikan kualitas koding. Kontak FKTP berkode dengue total 21,548 sepanjang 2015-2024 melengkapi gambaran ujung-permintaan layanan primer.

8 Triangulasi treatment-gap: klaim JKN vs surveilans

▶ Konteks · Klaim Terlayani vs Insidens Surveilans Nasional
Pertanyaan: Bagaimana posisi beban dengue terlayani JKN ini relatif terhadap insidens dengue yang dilaporkan surveilans Kemenkes, dan apa implikasinya bagi interpretasi.

Kerangka surveilans (benchmark eksternal). Dengue bersifat endemik di seluruh 34 (kini 38) provinsi Indonesia dengan siklus wabah 2-3 tahunan. Data surveilans Kemenkes (SKDR/laporan kasus) secara rutin melaporkan ratusan ribu kasus per tahun pada tahun wabah dengan Incidence Rate (IR) dilaporkan per 100.000 penduduk dan target program CFR DBD <1%. Angka klaim JKN dalam laporan ini menangkap kasus yang dirawat di FKRTL dan diklaimkan, sehingga lebih kecil dari insidens surveilans (yang mencakup kasus rawat jalan/komunitas dan kasus tanpa klaim JKN), namun lebih kaya pada dimensi biaya, lama rawat, keparahan INA-CBG, dan fatalitas in-hospital yang tidak tersedia di surveilans rutin.

Implikasi treatment-gap. Selisih antara insidens surveilans dan kasus terlayani-JKN mencerminkan: (1) kasus dengue di luar kepesertaan JKN atau tanpa klaim; (2) kasus ringan yang dikelola tanpa rawat inap; (3) perbedaan definisi kasus (klinis-laboratoris surveilans vs koding A90/A91 klaim). CFR in-hospital JKN (0.8%) sebaiknya dibaca berdampingan dengan CFR surveilans nasional sebagai dua lensa berbeda pada beban fatal yang sama.

9 Keterbatasan & langkah lanjut

Keterbatasan utama. 1. Klaim JKN = beban dengue terlayani di FKRTL (didominasi rawat inap), bukan insidens nasional; surveilans dan pengendalian vektor berada di luar JKN.
2. Definisi kasus memakai A90/A91 pada diagnosis utama (FKL15A) ATAU sekunder (SDX), lebih luas daripada diagnosis utama saja; klasifikasi DD/DBD mengikuti koding, bukan kriteria klinis-laboratoris WHO langsung.
3. CFR hanya kematian in-hospital (FKL14=3), undercount kematian di luar fasilitas, sehingga merupakan batas bawah.
4. Tren tahunan mencerminkan siklus wabah; pembentukan sampel reguler dapat memengaruhi tahun terakhir, bandingkan dengan surveilans Kemenkes untuk insidens.
5. Tidak ada data serotipe, hasil laboratorium (NS1/serologi/hematokrit), status gizi, maupun riwayat infeksi dengue sebelumnya (relevan untuk risiko DBD sekunder).
6. Laju terlayani per kelompok usia memakai denominator usia diankor ke pertengahan periode (2019), bukan snapshot waktu-kueri; numerator dengue bersifat kumulatif 10 tahun sementara denominator merupakan potret keanggotaan, sehingga laju pada balita (0-4) tetap rapuh dan tidak diinterpretasikan sebagai risiko relatif.
7. Definisi kasus memprioritaskan diagnosis utama (FKL15A) dan sekunder (SDX); diagnosis pulang (FKL17A) dikecualikan dari kohort utama namun jalur ini besar (lihat Uji Sensitivitas) dan diuji terpisah.

Langkah lanjut. 1. Triangulasi dengan data surveilans Kemenkes (IR/CFR nasional & provinsi) untuk kerangka treatment-gap dengue yang utuh.
2. Pemetaan kabupaten untuk laju terlayani dan kesiapsiagaan RS rujukan pada musim puncak (Maret-April).
3. Analisis sisi suplai (kapasitas tempat tidur, laboratorium NS1, ketersediaan cairan/produk darah) sebagai pelengkap sisi permintaan ini.
4. Kajian ekonomi pencegahan (pengendalian vektor, vaksinasi tertarget) terhadap biaya rawat inap yang dapat dihindari.

10 Kerangka indikator & rujukan

Kerangka indikator yang dipakai

Indikator dipetakan ke kerangka pengendalian dengue yang diakui: WHO Global Strategy for Dengue Prevention and Control 2012-2020 dan Global Arbovirus Initiative (beban, fatalitas, kesiapsiagaan); klasifikasi WHO Dengue Guidelines (DF/DHF/DSS, dipetakan ke ICD-10 A90/A91); indikator program nasional Renstra/Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (Kemenkes) termasuk Incidence Rate dan target CFR <1%; serta kerangka pembiayaan JKN (INA-CBG, FKL47). Catatan kode: BPJS memakai ICD-10 versi WHO (A90 demam dengue, A91 demam berdarah dengue); dengue shock syndrome tidak memiliki kode terpisah dan tercakup dalam A91.

Rujukan utama

WHO. Global Strategy for Dengue Prevention and Control 2012-2020 (2012). · WHO. Dengue: Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control (2009). · WHO. Global Arbovirus Initiative (2022). · Kemenkes RI. Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. · Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia (tahunan); Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR). · Bhatt S et al. The global distribution and burden of dengue. Nature 2013;496:504-7. · Permenkes terkait INA-CBG dan tata laksana pelayanan JKN.

11 Catatan revisi (transparansi tinjauan dua-model)

Ringkasan. Versi ini adalah hasil kompilasi dari dua tinjauan model independen (Review A = Opus, Review B = Sonnet) terhadap analisis sebelumnya, lalu diverifikasi ulang langsung ke basis data sebelum diterapkan. Perbaikan yang lolos verifikasi diterapkan; analisis baru yang bernilai ditambahkan sebagai figur, tabel, dan interpretasi tanpa mengurangi kedalaman pilar yang sudah ada.

Perbaikan kode/nilai yang dikonfirmasi dan diterapkan:
(1) Label keparahan FKL23 salah satu tingkat (Sonnet). Nilai aktual pada rawat inap adalah 2/3/4 (nilai 1 = penanda rawat jalan), namun mesin memetakan 1=Ringan, 2=Sedang, 3=Berat sehingga 3.206 episode Berat (FKL23=4, CFR 3.2%) tersembunyi di kelompok “9 Lainnya”. Diperbaiki menjadi 2=Ringan, 3=Sedang, 4=Berat di seluruh kueri dan figur; gradien CFR keparahan kini tampak benar.
(2) Kontaminasi kode administratif Z09 (Sonnet). 4.824 klaim berdiagnosis-utama Z09 (kunjungan tindak-lanjut) yang hanya membawa dengue di SDX dikeluarkan dari kohort; selisihnya diuji pada Pilar S.
(3) Cakupan kontak FKTP terpotong (Sonnet). Hitungan FKTP sebelumnya hanya 2023+2024 (5.089); kini menyatukan seluruh tabel FKTP 2015-2024 (FKP15 untuk 2015-2016, FKP14A untuk 2017+), total 21,548 kontak, ditampilkan per tahun (Tabel S.4).
(4) Denominator laju-usia tak bermakna (Sonnet). Sebelumnya memakai usia pada waktu-kueri (2026) sehingga balita 0-4 “menua keluar” dan laju menjadi tak masuk akal. Kini diankor ke pertengahan periode (2019) dan balita diberi catatan kehati-hatian, tidak dipakai untuk klaim risiko relatif.
(5) Pasien tipe-campuran tidak terkuantifikasi (Sonnet). Pasien dengan riwayat A90 dan A91 (1,136, 4.5% kohort) kini dinyatakan eksplisit pada definisi DD/DBD.

Analisis baru yang ditambahkan (Pilar S):
(a) Sensitivitas jalur definisi kasus FKL15A vs SDX vs FKL17A (figur + Tabel S.1) (Sonnet, jalur FKL17A yang tak terungkap).
(b) Robustness CFR kohort utama vs definisi diperluas FKL17A (figur + Tabel S.2): CFR stabil (0.8% vs 0.7%) meski episode hampir berlipat (Sonnet).
(c) Profil diagnosis-utama jalur FKL17A-saja (figur S.3): demam tak spesifik, trombositopenia, observasi, menandai potensi under-coding dengue (Sonnet).
(d) Kontak dengue FKTP per tahun (figur + Tabel S.4) sebagai konteks ujung-permintaan (Sonnet).

Catatan perbandingan model. Pada putaran ini Review A (Opus) tidak menyetor temuan, sehingga seluruh temuan tervalidasi berasal dari Review B (Sonnet) dan dikonfirmasi ulang langsung ke basis data oleh kompilator sebelum diterapkan (mis. distribusi nilai FKL23 2/3/4, hitungan Z09 dan FKL17A, cakupan FKTP). Tidak ada konflik antar-model yang perlu diadjudikasi pada putaran ini.

Peningkatan visual. Palet diubah dari monokrom navy/abu menjadi palet multi-warna ramah-buta-warna (teal, coral, amber, indigo, plum, hijau, rose, sky, emas, slate); strata berurut memakai irisan warna berurut, kategori memakai warna berbeda yang konsisten maknanya. Judul tetap Georgia, teks Arial, tanpa Google Fonts.


Analisis sistem kesehatan berbasis data administratif agregat (Data Sampel BPJS Kesehatan). Seluruh angka populasi merupakan proyeksi tertimbang dari sampel dan menggambarkan beban dengue terlayani JKN, bukan insidens nasional.