Cara baca. Angka populasi = proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel reguler BPJS; angka sampel mentah dilaporkan terpisah. Definisi kunjungan gigi-mulut = ICD-10 K00-K14 pada diagnosis FKTP atau diagnosis masuk/sekunder FKRTL. Data klaim hanya menggambarkan populasi yang terlayani JKN, bukan beban penyakit gigi nasional (lihat treatment gap). Layanan gigi sangat didominasi FKTP (puskesmas dan dokter gigi keluarga); biaya FKTP via kapitasi sehingga tidak muncul sebagai biaya per klaim. Unit dinyatakan pada tiap tabel/figur (pasien unik / kunjungan / klaim; sampel vs tertimbang).
Peta pilar: Fondasi (kohort, definisi, treatment gap) · A Beban & demografi · B FKTP (layanan primer, inti) · C Perawatan terlambat & jenis kondisi · D FKRTL (rujukan/RS) & proksi pencabutan · H Ekonomi · I Ekuitas & akses. Karies dan kebutuhan perawatan gigi tersebar di semua usia; layanan terkonsentrasi di tingkat primer dan datang relatif terlambat (saat sudah ke pulpa/abses).

1 Fondasi: kohort, definisi, dan treatment gap

Tabel L0.1: Alur Kohort (STROBE) · Unit: pasien unik (sampel)
Tahap Pasien (sampel)
Peserta sampel reguler 2,590,751
Pasien dengan >=1 klaim gigi-mulut (K00-K14) 380,746
di FKTP 372,096
di FKRTL 72,732
rawat inap terkait gigi-mulut 8,143
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Definisi kasus & unit analisis
Kunjungan gigi-mulut = klaim dengan diagnosis ICD-10 K00-K14 (penyakit rongga mulut, kelenjar liur, dan rahang) di FKTP (kapitasi non-kapitasi puskesmas/dokter gigi keluarga) atau FKRTL (rawat jalan/inap rumah sakit). Pasien unik = orang dihitung sekali walau berkunjung berkali-kali. Tertimbang = dikalikan bobot PSTV15 untuk proyeksi nasional peserta JKN. Demografi diambil dari basis kepesertaan (member), bukan per-klaim, karena variabel demografi per-klaim FKTP banyak kosong.
Tabel L0.2: Ringkasan Kohort Gigi-Mulut · Unit: campuran (lihat baris)
Metrik Nilai
Pasien gigi unik (sampel) 380,746
Pasien gigi unik (tertimbang) 32,595,788
Total baris kunjungan (sampel) 1,319,942
Pasien hanya FKTP 83.0%
Pasien FKTP+FKRTL 15.0%
Pasien hanya FKRTL 2.0%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

1.1 Sensitivitas FKRTL: gigi sebagai diagnosis utama vs sekunder

Tabel L0.3: FKRTL menurut Posisi Diagnosis Gigi-Mulut · Unit: pasien unik
Kelompok FKRTL Sampel Tertimbang %
Gigi hanya dx sekunder (SDX) 10,641 855,402 15.4
Gigi sebagai dx utama 62,091 4,695,716 84.6
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

Tabel L0.4: Diagnosis Utama pada FKRTL SDX-only · Unit: klaim
ICD-10 (dx utama) Keterangan Klaim (sampel) Klaim (tertimbang)
Z09 Z09 1,884 159,725
R50 R50 595 43,004
S02 S02 587 43,995
Z01 Z01 450 30,251
Z03 Z03 388 30,136
E11 E11 212 19,087
R02 R02 181 15,492
D21 D21 159 12,194
C11 C11 158 11,291
Z00 Z00 157 14,657
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan | FKRTL | pasien dengan kode K00-K14 hanya di SDX. Sebagian besar bukan kode gigi, sehingga gigi adalah komorbiditas insidental, bukan alasan rawat.
Catatan sensitivitas (penting untuk pembacaan FKRTL). Dari 5,551,118 pasien FKRTL gigi-mulut tertimbang, sekitar 15.4% hanya memiliki kode K00-K14 di diagnosis sekunder (SDX); alasan masuk rumah sakit mereka adalah hal lain (terbanyak Z09 kontrol/follow-up). Pasien ini bukan dirawat karena penyakit gigi, melainkan gigi sebagai komorbiditas insidental. Inti beban FKRTL gigi yang sebenarnya adalah kelompok diagnosis utama (4,695,716 pasien tertimbang). Angka FKRTL pada pilar lain mencakup keduanya untuk konsistensi historis, tetapi narasi beban bedah/rujukan harus dibaca terhadap kelompok dx utama.
Treatment gap (wajib diingat). Riskesdas 2018 mencatat 57,6% penduduk bermasalah gigi-mulut dalam 12 bulan terakhir, namun hanya 10,2% menerima perawatan dari tenaga medis gigi (effective medical demand). Karies aktif sangat lazim (DMF-T rata-rata 7,1). Klaim JKN hanya menangkap sebagian kecil yang sampai ke fasilitas dan diklaimkan; sebagian besar perawatan gigi juga berlangsung di praktik swasta dan dibayar mandiri (out-of-pocket) di luar JKN. Karena itu angka di sini adalah utilisasi dalam JKN, bukan beban karies nasional; senjang karies tak terawat jauh lebih besar (lihat bagian Treatment gap & benchmark).

2 Pilar A, Beban & Demografi

① Beban · Terlayani per Tahun · Setting per Tahun · Piramida Usia · Geografi (pulau & provinsi)
Pertanyaan: Berapa banyak orang terlayani gigi-mulut dalam JKN, bagaimana trennya, di mana mereka dilayani (FKTP vs FKRTL), serta profil usia, jenis kelamin, dan wilayahnya.

2.1 Terlayani per tahun

Tabel A.1: Pasien Gigi-Mulut Terlayani per Tahun · Unit: pasien unik
Tahun Sampel Tertimbang FKTP (tertimbang) FKRTL (tertimbang)
2015 27,884 2,300,630 2,187,463 177,691
2016 41,109 3,240,389 3,138,708 219,470
2017 58,164 4,789,174 4,595,224 618,347
2018 63,939 5,308,019 5,159,816 742,025
2019 69,285 5,864,143 5,760,179 853,963
2020 52,815 4,273,832 4,183,107 546,899
2021 51,152 4,077,987 4,004,683 631,725
2022 68,636 5,734,147 5,612,568 924,277
2023 86,567 7,347,703 7,176,300 1,181,709
2024 97,820 8,364,925 8,175,389 1,378,844
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.2 Kunjungan per tahun (setting)

Tabel A.2: Kunjungan Tertimbang per Tahun menurut Setting · Unit: kunjungan
Tahun wt_FKRTL Rawat Inap wt_FKRTL Rawat Jalan wt_FKTP (Primer)
2015 23,781 353,273 3,612,842
2016 24,648 482,934 5,266,537
2017 51,654 1,597,144 7,607,237
2018 57,924 2,066,240 8,623,579
2019 68,519 2,563,884 9,824,592
2020 49,266 1,477,440 6,554,482
2021 60,528 2,032,341 6,523,169
2022 98,480 2,890,417 9,665,223
2023 129,205 3,934,092 12,686,033
2024 127,511 4,631,226 14,493,639
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.3 Piramida usia-jenis kelamin

Tabel A.3: Pasien Gigi-Mulut menurut Usia & Jenis Kelamin · Unit: pasien unik (tertimbang)
Kelompok usia Laki-laki Perempuan
0-4 232,533 199,566
10-14 1,474,066 1,388,719
15-19 1,155,953 1,407,694
20-24 1,016,254 1,639,125
25-29 1,085,890 1,833,132
30-34 1,155,631 1,855,696
35-39 1,183,293 1,726,626
40-44 1,084,111 1,609,183
45-49 981,952 1,347,627
5-9 2,143,064 1,939,620
50-54 872,700 1,112,023
55-59 720,320 838,736
60-64 520,156 592,164
65-69 370,164 352,322
70-74 207,800 225,600
75+ 160,120 163,925
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

2.4 Geografi (pulau)

2.5 Geografi (provinsi)

Tabel A.5: 15 Provinsi dengan Pasien Gigi-Mulut Terbanyak · Unit: pasien unik (tertimbang)
Provinsi Pulau Sampel Tertimbang %
Jawa Barat Jawa 53,779 5,814,809 17.8
Jawa Timur Jawa 49,312 4,813,796 14.8
Jawa Tengah Jawa 57,310 4,790,246 14.7
DKI Jakarta Jawa 13,982 2,074,573 6.4
Banten Jawa 12,418 1,607,286 4.9
Sulawesi Selatan Sulawesi 17,781 1,338,074 4.1
Sumatera Utara Sumatera 18,006 1,283,863 3.9
Lampung Sumatera 10,207 852,090 2.6
Sumatera Selatan Sumatera 14,051 844,807 2.6
DI Yogyakarta Jawa 8,863 842,939 2.6
Riau Sumatera 10,975 800,674 2.5
Sumatera Barat Sumatera 9,486 777,563 2.4
Aceh Sumatera 8,665 771,717 2.4
Kalimantan Timur Kalimantan 9,181 673,943 2.1
Bali Bali-Nusra 10,686 639,693 2.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar A: Pasien gigi-mulut terlayani tumbuh dari 2015 hingga puncak pra-pandemi, turun tajam 2020-2021, lalu pulih dan melampaui level sebelumnya pada 2023-2024. Layanan didominasi FKTP baik dari sisi pasien maupun volume kunjungan. Beban terkonsentrasi pada usia produktif (18-44) dengan dominasi perempuan, dan distribusi geografis mengikuti sebaran peserta JKN (Jawa terbesar).

3 Pilar B, FKTP (Layanan Primer)

② FKTP (Inti) · Diagnosis Tersering · Cakupan FKTP/FKRTL · Pola Jawa vs Luar Jawa · Kunjungan per Pasien
Pertanyaan: Penyakit gigi apa yang membawa orang ke layanan primer, seberapa terkonsentrasi layanan di FKTP, dan apakah pola berbeda antarwilayah serta seberapa sering pasien kembali.

3.1 Diagnosis tersering FKTP

Tabel B.1: Diagnosis Gigi-Mulut Tersering di FKTP (kode + nama) · Unit: kunjungan
ICD-10 Penyakit gigi-mulut Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang)
K04 Penyakit pulpa & periapikal (K04) 454,731 39,036,952
K02 Karies gigi (K02) 191,778 14,082,261
K05 Gingivitis & periodontal (K05) 135,822 10,963,011
K00 Gangguan perkembangan & erupsi gigi (K00) 80,265 7,059,318
K12 Stomatitis & lesi terkait (K12) 42,259 3,437,101
K08 Gangguan gigi & penyangga lain (K08) 42,119 3,660,157
K01 Gigi terbenam/impaksi (K01) 37,147 3,167,399
K03 Penyakit jaringan keras gigi lain (K03) 20,972 1,758,599
K06 Gangguan gingiva/alveolar lain (K06) 9,213 715,792
K07 Anomali dentofasial/maloklusi (K07) 4,008 359,152
K11 Penyakit kelenjar ludah (K11) 3,488 285,403
K13 Penyakit bibir & mukosa mulut (K13) 1,463 111,621
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

3.2 Cakupan (di mana pasien dilayani)

Tabel B.2: Cakupan FKTP vs FKRTL · Unit: pasien unik
Cakupan Sampel Tertimbang %
FKTP saja 308,014 27,044,670 83
FKTP + FKRTL 64,082 4,899,611 15
FKRTL saja 8,650 651,507 2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

3.3 Pola Jawa vs Luar Jawa

Tabel B.3: Diagnosis FKTP menurut Wilayah · Unit: kunjungan
ICD-10 Kondisi Wilayah Kunjungan (tertimbang) % dalam wilayah
K00 Gangguan perkembangan & erupsi gigi (K00) Jawa 4,387,630 8.0
K00 Gangguan perkembangan & erupsi gigi (K00) Luar Jawa 2,671,689 9.0
K01 Gigi terbenam/impaksi (K01) Jawa 2,294,945 4.2
K01 Gigi terbenam/impaksi (K01) Luar Jawa 872,454 2.9
K05 Gingivitis & periodontal (K05) Jawa 7,548,129 13.7
K05 Gingivitis & periodontal (K05) Luar Jawa 3,414,882 11.5
K02 Karies gigi (K02) Jawa 9,180,701 16.7
K02 Karies gigi (K02) Luar Jawa 4,901,561 16.5
K04 Penyakit pulpa & periapikal (K04) Jawa 24,727,029 44.9
K04 Penyakit pulpa & periapikal (K04) Luar Jawa 14,309,923 48.1
K12 Stomatitis & lesi terkait (K12) Jawa 2,222,297 4.0
K12 Stomatitis & lesi terkait (K12) Luar Jawa 1,214,804 4.1
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

3.4 Kunjungan per pasien

Tabel B.4: Kunjungan per Pasien · Unit: pasien unik
Jumlah kunjungan Sampel Tertimbang %
1 169,605 15,226,145 46.7
2 70,545 6,054,075 18.6
3 38,041 3,151,339 9.7
4-5 41,314 3,381,571 10.4
6+ 61,241 4,782,658 14.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar B: Layanan gigi terkonsentrasi di FKTP: 83.0% pasien hanya di FKTP dan 15.0% di FKTP+FKRTL, hanya 2.0% murni rumah sakit. Diagnosis tersering adalah penyakit pulpa & periapikal (K04), di atas karies. Pola Jawa dan Luar Jawa serupa. Hampir separuh pasien berkunjung hanya sekali, menandai kontak yang episodik (datang saat keluhan) ketimbang perawatan gigi berkelanjutan.

4 Pilar C, Perawatan Terlambat & Spektrum Kondisi

③ Karies vs Pulpa · Rasio Perawatan Terlambat · Tren Kondisi per Tahun · Kondisi menurut Usia · menurut Jenis Kelamin
Pertanyaan: Apakah perawatan datang dini (karies awal) atau terlambat (sudah ke pulpa/abses), bagaimana trennya, dan bagaimana spektrum kondisi berbeda menurut usia dan jenis kelamin.

4.1 Spektrum kondisi (per pasien)

Tabel C.1: Spektrum Kondisi (per pasien unik) · Unit: pasien unik
Kondisi Sampel Tertimbang %
Penyakit pulpa/periapikal (K04) 194,031 16,935,079 51.0
Karies gigi (K02) 108,188 8,176,110 28.4
Gingiva/periodontal (K05) 88,370 7,300,027 23.2
Gangguan perkembangan gigi (K00) 43,912 3,922,704 11.5
Stomatitis (K12) 33,504 2,734,755 8.8
Gigi terbenam/impaksi (K01) 28,018 2,388,669 7.4
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

4.2 Rasio perawatan terlambat (Pulpa/Karies)

Tabel C.2: Rasio Perawatan Terlambat (Pulpa/Karies) per Tahun · Unit: pasien unik (tertimbang)
Tahun Karies (K02) Pulpa (K04) Rasio Pulpa/Karies
2015 618,421 878,330 1.42
2016 830,776 1,343,424 1.62
2017 1,210,174 2,106,210 1.74
2018 1,237,920 2,408,848 1.95
2019 1,255,663 2,743,039 2.18
2020 867,189 1,932,332 2.23
2021 785,194 1,896,213 2.41
2022 1,039,080 2,807,762 2.70
2023 1,278,498 3,651,510 2.86
2024 1,394,310 4,198,191 3.01
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

4.3 Tren kondisi per tahun

Tabel C.3: Pasien per Kondisi per Tahun · Unit: pasien unik (tertimbang)
Tahun Karies Pulpa Periodontal Impaksi Perkembangan Stomatitis
2015 618,421 878,330 432,044 50,308 205,099 141,082
2016 830,776 1,343,424 581,035 94,725 306,042 193,614
2017 1,210,174 2,106,210 872,717 192,460 434,112 300,390
2018 1,237,920 2,408,848 909,399 255,840 495,800 360,612
2019 1,255,663 2,743,039 1,018,968 276,281 600,079 381,179
2020 867,189 1,932,332 748,414 194,983 416,236 305,351
2021 785,194 1,896,213 678,651 223,487 414,152 276,146
2022 1,039,080 2,807,762 981,421 364,499 612,732 329,488
2023 1,278,498 3,651,510 1,207,443 514,925 802,610 432,617
2024 1,394,310 4,198,191 1,448,856 625,764 841,230 399,399
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

4.4 Kondisi menurut usia

Tabel C.4: Kondisi menurut Usia · Unit: pasien unik (tertimbang)
Kelompok usia Karies Pulpa Periodontal Impaksi Perkembangan Total
0-4 180,984 345,719 122,496 16,275 171,178 729,850
5-11 1,177,522 2,412,311 735,117 146,859 2,714,629 5,850,152
12-17 750,827 1,440,325 504,643 133,193 278,518 2,731,288
18-44 4,223,216 8,579,083 3,659,789 1,815,537 511,649 15,477,764
45-64 1,595,803 3,585,833 1,903,746 247,225 198,150 6,535,268
65+ 247,736 571,807 374,237 29,581 48,579 1,271,444
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

4.5 Kondisi menurut jenis kelamin

Tabel C.5: Kondisi menurut Jenis Kelamin · Unit: pasien unik (tertimbang)
Jenis kelamin Karies Pulpa Periodontal Impaksi Total
Laki-laki 3,528,978 7,182,199 3,151,017 944,357 14,364,008
Perempuan 4,647,132 9,752,881 4,149,010 1,444,312 18,231,780
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar C, perawatan terlambat: Pasien dengan pulpa/periapikal (K04) melebihi pasien karies (K02), dan rasio Pulpa/Karies meningkat sepanjang 2015-2024. Karena pulpitis/abses adalah komplikasi karies yang dibiarkan, pola ini menandakan perawatan datang terlambat (saat sudah nyeri/infeksi), bukan deteksi dini. Karies dan gangguan perkembangan menonjol pada anak, sementara pulpa dan periodontal naik di usia dewasa-lansia. Perempuan konsisten lebih banyak terlayani.

5 Pilar D, FKRTL & Proksi Pencabutan/Bedah Mulut

④ FKRTL Setting · Diagnosis RS · Proksi Bedah Mulut (impaksi/rawat inap) · Tren Bedah per Tahun
Pertanyaan: Kondisi apa yang dirujuk ke rumah sakit, dan seberapa besar beban tindakan bedah mulut (proksi: impaksi K01, kasus rawat inap, penyakit rahang) yang menggambarkan kasus berat/terlambat.

5.1 Setting FKRTL

Tabel D.1: FKRTL menurut Setting · Unit: kunjungan
Setting Sampel Tertimbang %
Rawat Jalan 285,150 22,028,991 97
Rawat Inap 8,684 691,516 3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

5.2 Diagnosis tersering FKRTL

Tabel D.2: Diagnosis Gigi-Mulut Tersering di FKRTL (kode + nama) · Unit: kunjungan
ICD-10 Penyakit gigi-mulut (FKRTL) Kunjungan (sampel) Kunjungan (tertimbang)
K04 Penyakit pulpa & periapikal (K04) 130,710 10,617,522
K01 Gigi terbenam/impaksi (K01) 36,962 3,001,459
K02 Karies gigi (K02) 32,307 1,752,272
K05 Gingivitis & periodontal (K05) 16,557 1,195,936
Z09 Z09 14,436 1,117,873
K08 Gangguan gigi & penyangga lain (K08) 7,606 664,770
Z01 Z01 4,865 303,980
K00 Gangguan perkembangan & erupsi gigi (K00) 4,062 245,183
K03 Penyakit jaringan keras gigi lain (K03) 2,389 184,957
K06 Gangguan gingiva/alveolar lain (K06) 2,312 208,370
K12 Stomatitis & lesi terkait (K12) 2,141 185,360
K07 Anomali dentofasial/maloklusi (K07) 1,903 263,192
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

5.3 Proksi bedah mulut

Tabel D.3: Proksi Bedah Mulut / Kasus Berat · Unit: pasien unik (tertimbang)
Kategori Tertimbang % dari pasien gigi
Pasien pulpa/periapikal (K04) 16,935,079 52.0
Pasien impaksi (K01, proksi bedah) 2,388,669 7.3
Pasien rawat inap gigi 639,900 2.0
Pasien penyakit rahang (K10) 102,415 0.3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

5.4 Tren bedah mulut per tahun

Tabel D.4: Proksi Bedah Mulut per Tahun · Unit: pasien unik (tertimbang)
Tahun Impaksi (K01) Rawat inap gigi
2015 50,308 23,674
2016 94,725 24,444
2017 192,460 48,267
2018 255,840 56,333
2019 276,281 66,891
2020 194,983 48,392
2021 223,487 59,606
2022 364,499 95,661
2023 514,925 119,404
2024 625,764 121,658
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar D: FKRTL didominasi rawat jalan; kasus rawat inap dan impaksi (K01) menandai tindakan bedah mulut yang dirujuk ke rumah sakit. Beban impaksi meningkat tajam pasca-pandemi, konsisten dengan akumulasi kasus tertunda. Karena kode tindakan rinci tidak tersedia, ukuran ini adalah proksi beban bedah/kasus berat, bukan hitungan pencabutan vs penambalan langsung.

6 Pilar H, Ekonomi

⑧ Belanja FKRTL per Tahun · Biaya per Setting · Biaya per Kapita menurut Usia · INA-CBG Tertinggi
Pertanyaan: Berapa belanja JKN untuk layanan gigi-mulut di rumah sakit, bagaimana distribusinya menurut setting dan usia, dan kelompok INA-CBG apa yang paling banyak.

6.1 Belanja FKRTL per tahun

Tabel H.1: Belanja FKRTL Gigi-Mulut per Tahun · Unit: klaim & Rupiah
Tahun Klaim (sampel) Total (miliar Rp) Total (triliun Rp) Rerata/klaim (Rp)
2015 4,384 195 0.20 518,166
2016 6,284 211 0.21 414,951
2017 21,099 664 0.66 402,726
2018 26,653 845 0.84 397,605
2019 33,853 1,027 1.03 390,281
2020 19,881 657 0.66 430,278
2021 26,760 851 0.85 406,662
2022 39,378 1,298 1.30 434,432
2023 54,554 2,046 2.05 503,541
2024 60,988 2,288 2.29 480,836
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

6.2 Biaya per setting

Tabel H.2: Belanja FKRTL menurut Setting · Unit: klaim & Rupiah
Setting Klaim Total (miliar Rp) Total (triliun Rp) Rerata/klaim (Rp)
Rawat Jalan 285,150 6,467 6.47 293,575
Rawat Inap 8,684 3,615 3.62 5,228,354
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

6.3 Biaya per kapita menurut usia

Tabel H.3: Biaya FKRTL per Kapita menurut Usia · Unit: Rupiah
Kelompok usia Klaim Total (miliar Rp) Biaya/kapita (Rp)
0-17 54,506 1,690 440,095
18-44 160,657 5,544 448,045
45-64 66,490 2,334 432,377
65+ 12,181 515 464,224
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

6.4 INA-CBG tertinggi

Tabel H.4: 10 INA-CBG Gigi-Mulut Terbanyak (FKRTL) · Unit: klaim
INA-CBG (gigi-mulut) Klaim (sampel) Total (miliar Rp) Rerata/klaim (Rp)
PROSEDUR PADA GIGI 188,181 4,742 332,680
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 35,239 610 212,112
GIGI 23,383 406 226,878
KONSULTASI ATAU PEMERIKSAAN LAIN-LAIN 9,049 106 146,360
788 6,418 111 213,438
PERAWATAN LUKA 4,034 62 200,166
PENYAKIT MULUT DAN GIGI RINGAN 3,894 1,258 4,155,451
PROSEDUR KECIL LAIN-LAIN PADA TELINGA, HIDUNG, MULUT DAN TENGGOROKAN 2,537 66 325,434
730 2,279 37 194,115
PROSEDUR LAIN-LAIN PADA TELINGA, HIDUNG, MULUT DAN TENGGOROKAN 1,631 39 286,589
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar H: Belanja FKRTL gigi-mulut kumulatif sekitar Rp 10.08 triliun (2015-2024, tertimbang). Ini hanya komponen rumah sakit; layanan gigi FKTP dibiayai kapitasi (tidak muncul sebagai biaya per klaim), sehingga total belanja gigi JKN sebenarnya lebih besar dan sebagian tersembunyi dalam kapitasi. Biaya per kapita relatif rata antarusia; rawat inap mahal per kasus walau bervolume kecil.

7 Pilar I, Ekuitas & Akses

⑨ Laju Tahunan vs Kumulatif · Laju Terlayani per Provinsi · Segmen (SES) · Kota vs Kabupaten · Tren per Pulau · Tren per Segmen
Pertanyaan: Apakah akses layanan gigi merata, atau condong ke wilayah maju, perkotaan, dan segmen mampu (hukum perawatan terbalik), dan bagaimana kesenjangan berubah dari waktu ke waktu.
Cara membaca laju “per 1.000 peserta”. Laju per provinsi/segmen/wilayah di bawah memakai pembilang pasien pernah terlayani sepanjang 2015-2024 dibagi penyebut peserta JKN snapshot terbaru (2024, 302M peserta tertimbang). Karena itu ia adalah laju kumulatif sepuluh tahun (sekitar 107.9 per 1.000), bukan laju utilisasi tahunan. Sebagai pembanding, laju tahunan (pasien per tahun dibagi basis peserta yang sama) hanya sekitar 27.7 per 1.000 pada 2024 (lihat figur Laju Tahunan). Gunakan laju per provinsi/segmen hanya untuk membandingkan antar-kelompok (arah ketimpangan), bukan sebagai angka utilisasi tahunan absolut.

7.1 Laju tahunan vs kumulatif

Tabel I.0: Laju Tahunan Terlayani per 1.000 Peserta · Unit: per 1.000 peserta/tahun
Tahun Terlayani (tertimbang) Peserta basis 2024 per 1.000 (tahunan)
2015 2,300,630 302,106,337 7.6
2016 3,240,389 302,106,337 10.7
2017 4,789,174 302,106,337 15.9
2018 5,308,019 302,106,337 17.6
2019 5,864,143 302,106,337 19.4
2020 4,273,832 302,106,337 14.1
2021 4,077,987 302,106,337 13.5
2022 5,734,147 302,106,337 19.0
2023 7,347,703 302,106,337 24.3
2024 8,364,925 302,106,337 27.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

7.2 Laju terlayani per provinsi

Tabel I.1: 15 Provinsi Laju Terlayani Tertinggi · Unit: per 1.000 peserta
Provinsi Pulau Terlayani (tertimbang) Peserta (tertimbang) per 1.000
DI Yogyakarta Jawa 842,939 4,260,040 197.9
Kepulauan Riau Sumatera 394,369 2,309,653 170.7
Bali Bali-Nusra 639,693 3,939,918 162.4
Kalimantan Timur Kalimantan 673,943 4,282,656 157.4
DKI Jakarta Jawa 2,074,573 13,227,118 156.8
Kalimantan Utara Kalimantan 101,497 719,703 141.0
Sulawesi Selatan Sulawesi 1,338,074 10,255,371 130.5
Sumatera Barat Sumatera 777,563 6,125,404 126.9
Aceh Sumatera 771,717 6,123,938 126.0
Banten Jawa 1,607,286 13,104,521 122.7
Jawa Tengah Jawa 4,790,246 39,500,759 121.3
Kep. Bangka Belitung Sumatera 191,335 1,626,991 117.6
Kalimantan Selatan Kalimantan 471,821 4,093,537 115.3
Jawa Barat Jawa 5,814,809 51,068,644 113.9
Riau Sumatera 800,674 7,053,427 113.5
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

7.3 Segmen (SES)

Tabel I.2: Laju Terlayani menurut Segmen · Unit: per 1.000 peserta
Segmen Kelompok Terlayani (tertimbang) Peserta (tertimbang) per 1.000
PPU Non-PBI 13,162,054 70,083,930 187.8
PBPU (Mandiri) Non-PBI 4,427,768 34,935,923 126.7
Bukan Pekerja Non-PBI 1,254,853 11,810,805 106.2
PBI APBN PBI (disubsidi) 9,492,473 124,622,388 76.2
PBI APBD PBI (disubsidi) 4,258,309 60,647,931 70.2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

7.4 Kota vs Kabupaten

Tabel I.3: Laju Terlayani Kota vs Kabupaten · Unit: per 1.000 peserta
Tipe wilayah Terlayani (tertimbang) Peserta (tertimbang) per 1.000
Kabupaten 22,047,176 233,930,653 94.2
Kota 10,499,326 68,137,332 154.1
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

7.5 Tren terlayani per pulau

Tabel I.4: Pasien Terlayani per Pulau per Tahun · Unit: pasien unik (tertimbang)
Tahun Bali-Nusra Jawa Kalimantan Maluku-Papua Sulawesi Sumatera
2015 105,668 1,512,054 88,724 18,956 141,292 404,174
2016 138,954 2,124,192 137,509 31,928 206,711 583,149
2017 194,550 3,008,934 241,057 49,399 351,513 938,106
2018 210,684 3,360,858 297,186 58,875 396,971 983,165
2019 230,737 3,649,729 344,002 66,547 444,677 1,128,443
2020 177,980 2,630,874 254,355 51,094 312,365 847,162
2021 174,912 2,423,352 252,049 53,020 309,314 865,338
2022 276,173 3,529,902 346,504 60,685 414,491 1,106,392
2023 299,743 4,605,286 448,248 76,697 526,486 1,391,234
2024 376,291 5,272,489 524,549 85,659 563,018 1,542,911
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)

7.6 Tren terlayani per segmen

Tabel I.5: Pasien Terlayani per Kelompok PBI per Tahun · Unit: pasien unik (tertimbang)
Tahun Non-PBI PBI (disubsidi)
2015 1,459,588 841,000
2016 2,039,639 1,200,565
2017 3,026,383 1,762,647
2018 3,456,541 1,851,445
2019 3,701,364 2,162,737
2020 2,688,849 1,584,884
2021 2,643,308 1,434,622
2022 3,592,275 2,141,856
2023 4,486,513 2,861,173
2024 4,975,245 3,389,662
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | sampel reguler | ICD-10 K00-K14 | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional peserta JKN)
Inti Pilar I: Laju terlayani gigi-mulut bervariasi tajam antarprovinsi dan condong ke perkotaan (laju kota > kabupaten). Provinsi maju dan kota memimpin, menandai akses yang belum merata dan potensi hukum perawatan terbalik (yang paling butuh justru paling sedikit terlayani). Tren per pulau menunjukkan Jawa pulih tercepat pasca-pandemi sehingga kesenjangan antarwilayah bertahan.

8 Treatment gap & benchmark

Konteks: Membandingkan utilisasi JKN dengan beban gigi-mulut nasional (Riskesdas/SKI) dan target sistem (WHO) untuk menempatkan angka klaim dalam perspektif kesenjangan yang sebenarnya.
Tabel J.1: Benchmark Beban & Akses Gigi-Mulut Nasional · Unit: lihat indikator
Indikator Nilai Sumber
Prevalensi masalah gigi-mulut 12 bln 57,6% Riskesdas 2018
Menerima perawatan tenaga medis gigi (EMD) 10,2% Riskesdas 2018
Prevalensi karies aktif (DMF-T tinggi) 45,3% Riskesdas 2018
Rata-rata DMF-T penduduk Indonesia 7,1 Riskesdas 2018
Anak menyikat gigi dengan benar 2,8% Riskesdas 2018
Target rasio dokter gigi WHO 1:7.500 WHO / Renstra
Sumber: Riskesdas 2018 (Kemenkes RI); target rasio tenaga WHO/Renstra Kemenkes. Untuk perspektif terhadap utilisasi JKN.
Membaca senjang. Riskesdas 2018: 57,6% penduduk bermasalah gigi-mulut, hanya 10,2% menerima perawatan tenaga medis gigi, prevalensi karies aktif 45,3% dengan DMF-T rata-rata 7,1. Hanya 2,8% anak menyikat gigi dengan benar. Utilisasi JKN di laporan ini menangkap sebagian dari yang sampai ke fasilitas dan diklaimkan; senjang karies tak terawat di populasi jauh lebih besar, dengan beban terkonsentrasi pada karies dini yang tidak pernah masuk sistem dan baru muncul sebagai pulpa/abses (perawatan terlambat) saat akhirnya datang.

9 Keterbatasan

  1. Klaim JKN hanya menangkap perawatan gigi yang sampai ke fasilitas dan diklaimkan; sebagian besar perawatan gigi di praktik swasta/mandiri (out-of-pocket) di luar JKN tidak tercatat, sehingga ini bukan beban penyakit gigi nasional.
  2. Layanan gigi FKTP dibiayai kapitasi; biaya per layanan tidak terlihat, sehingga total belanja gigi JKN sebagian tersembunyi. Hanya komponen FKRTL yang terukur sebagai biaya per klaim.
  3. Jenis tindakan (pencabutan vs penambalan vs perawatan saluran akar vs scaling) tidak dapat dipisahkan dari kode diagnosis K00-K14 tanpa kode tindakan rinci; pola diagnosis (K04 > K02) dan proksi (impaksi/rawat inap) dipakai sebagai indikator perawatan terlambat dan beban bedah.
  4. Demografi diambil dari basis kepesertaan (member), bukan per-klaim, karena variabel demografi per-klaim FKTP banyak kosong; umur dihitung relatif tahun klaim/2024.
  5. Layanan promotif-preventif (UKGS sekolah, penyuluhan) umumnya berbasis program dan tidak terklaim, sehingga tidak terlihat di sini.
  6. Sampel reguler adalah sub-sampel rumah tangga (~1%) peserta JKN; estimasi tertimbang membawa ketidakpastian sampling yang membesar pada strata kecil (provinsi/segmen kecil).

10 Kerangka indikator & rujukan

Sumber data. Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024, segmen reguler (rumah tangga), tabel kepesertaan (member), FKTP (kapitasi/non-kapitasi puskesmas & dokter gigi keluarga), dan FKRTL (rawat jalan & rawat inap rumah sakit). Definisi kasus ICD-10 K00-K14.

Indikator kunci. Pasien gigi-mulut terlayani (unik & tertimbang); komposisi diagnosis FKTP/FKRTL (K00-K14); rasio Pulpa/Karies sebagai proksi perawatan terlambat; proksi bedah mulut (impaksi K01, rawat inap, penyakit rahang K10); belanja FKRTL (FKL48, biaya verifikasi, x PSTV15); laju terlayani per 1.000 peserta menurut provinsi, segmen, dan tipe wilayah.

Rujukan benchmark. Riskesdas 2018 (Badan Litbangkes Kemenkes RI), Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, target rasio tenaga kesehatan gigi WHO & Renstra Kemenkes. Klasifikasi ICD-10 Bab XI (K00-K14) untuk penyakit rongga mulut, kelenjar liur, dan rahang.


Analisis utilisasi layanan kesehatan gigi-mulut dalam JKN berbasis Data Sampel BPJS Kesehatan. Seluruh angka populasi adalah proyeksi tertimbang dan menggambarkan populasi terlayani JKN, bukan beban penyakit gigi nasional. Disusun oleh ARC4 Dental Institute, Arc Research Center.