Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai beberapa unit, perhatikan badge Unit: … pada judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (beban, demografi, peta, ekuitas); (2) Kunjungan/Klaim = per layanan (utilisasi, biaya, INA-CBG, komorbiditas); (3) Episode rawat inap = per perawatan inap (LOS, CFR, readmisi).

Cara baca dokumen. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel. Analisis dibangun pada sampel reguler (rumah tangga 1%), frame yang sahih untuk tren waktu dan rate populasi. Definisi kasus = kode ICD-10 A09 (gastroenteritis/diare dugaan infeksi), A01 (demam tifoid & paratifoid), dan A02-A08 (infeksi usus spesifik lain) di diagnosis masuk/primer/sekunder. Biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi / dibayar). Data klaim menggambarkan populasi yang terlayani, bukan prevalensi sejati (lihat Triangulasi Riskesdas dan Lintas Sektor WASH).

Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi kasus, triangulasi Riskesdas) - A Beban, Demografi, Geografi, Subkelompok diagnostik, Over-coding A09 - B FKTP (Layanan Primer) - C FKRTL (Rujukan/RS, Severity/LOS/Setting/ICU) - D Rujukan & Konektivitas - E Geografi Member-Faskes - F Outcome (CFR, mortalitas, readmisi) - G Komorbiditas & Komplikasi - H Ekonomi (FKL48) - I Ekuitas vs Populasi Umum - J Lintas Sektor WASH (air, sanitasi, higiene).

Ringkasan Eksekutif

129,944Pasien gastroenteritis/tifoid terlayani FKRTL (sampel; 351,904 analitik termasuk FKTP)
5.59 jtProyeksi pasien terlayani 2024 (tertimbang)
0.95%CFR rawat inap (in-hospital), 3.27% lansia vs 0.43% balita
Rp 28.2 TTotal biaya FKL48 2015-2024 (Rp 4.6 T pada 2024; 95% rawat inap)
23%Tifoid (A01) dari beban terlayani, sangat tinggi untuk negara endemik

Temuan kunci. (1) Blok volume terbesar yang dapat dihindari: gastroenteritis dan tifoid adalah penyakit infeksi yang sebagian besar dapat dicegah lewat air bersih, sanitasi, dan vaksinasi, namun tetap menyerap volume layanan dan biaya JKN yang sangat besar (Rp 28.2 T kumulatif). (2) Over-coding A09 mendominasi: ~66% klaim enterik berkode A09 “diare/gastroenteritis dugaan infeksi” tanpa etiologi pasti, sehingga patogen (bakteri vs virus vs parasit) tak teridentifikasi di klaim, sebuah keterbatasan surveilans. (3) Beban tifoid sangat tinggi: ~23% pasien terlayani berkode tifoid/paratifoid (A01), jauh di atas pola negara dengan air dan sanitasi memadai, menandakan transmisi water/food-borne yang masih aktif dan argumen kuat untuk vaksin tifoid konjugat (TCV/Vi). (4) Mortalitas didorong usia: CFR rawat inap keseluruhan 0.95%, melonjak menjadi 3.27% pada lansia (dehidrasi dan komplikasi), sementara balita 0.43%. (5) Pencegahan = WASH + imunisasi: sebagian besar beban ini berakar pada hulu, air minum tak layak, sanitasi buruk (buang air besar sembarangan), dan rendahnya cakupan vaksin, menempatkan beban ini sebagai tanggung jawab lintas sektor (Kementerian PUPR/air-sanitasi, bukan hanya Kemenkes).

1 Fondasi: Kohort, Definisi Kasus, dan Triangulasi

1.1 Alur Kohort (STROBE)

Alur pembentukan kohort gastroenteritis/tifoid (Unit: pasien unik, sampel mentah)
Tahap Pasien unik (sampel)
Anggota sampel reguler (denominator populasi) 2,590,751
Pernah >=1 klaim FKRTL (apa pun) 976,214
Pasien gastroenteritis/tifoid di FKRTL (A01-A09) 129,944
Pasien gastroenteritis/tifoid di FKTP (FKP15) 256,267
Pasien dengan rawat inap infeksi enterik 95,590
Kohort analitik (FKTP + FKRTL gabungan) 351,904
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Definisi kasus Kasus = >=1 klaim dengan ICD-10 A09 (diare & gastroenteritis dugaan infeksi), A01 (demam tifoid & paratifoid A/B/C), atau A02-A08 (salmonelosis lain, shigellosis, infeksi usus bakteri lain, keracunan makanan bakteri, amubiasis, protozoa usus, infeksi usus virus seperti rotavirus/Norwalk), pada field diagnosis masuk (FKL15A), primer (FKL17A), detail (FKL16/18), atau sekunder (SDX) di FKRTL; atau FKP15 di FKTP. Indikator klinis (LOS/CFR) memakai seluruh kasus enterik (A01-A09).

1.2 Triangulasi Riskesdas/SKI (Treatment Gap)

Triangulasi: prevalensi komunitas diare vs populasi terlayani JKN
Sumber Estimasi orang
Komunitas, diare didiagnosis nakes (SKI 2023) 5,580,134
JKN terlayani gastroenteritis/tifoid 2024 (klaim tertimbang) 5,585,385
Keduanya tak persis sebanding (periode, definisi, A01-A08 termasuk di JKN). JKN menangkap ekor parah/terhospitalisasi; self-report komunitas mengecilkan kasus yang ditangani swadaya.
Catatan triangulasi. Prevalensi self-report diare turun dari 6.78% (2018) ke 2.00% (2023), sebagian karena perbedaan instrumen; ini BUKAN bukti penurunan beban sejati. Selisih besar antara ~5,580,134 kasus komunitas dan ~5,585,385 pasien terlayani JKN menunjukkan sebagian besar diare ditangani di luar sistem klaim (swadaya/PHC non-klaim), sehingga klaim JKN hanya menangkap ujung parah penyakit.

2 A. Beban, Demografi, dan Subkelompok Diagnostik

2.1 Tren pasien terlayani per tahun

Pasien terlayani per tahun + rate per 100k peserta JKN (DJSN)
Tahun Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Per 100k peserta JKN
2015 29,470 2,579,916 1,645
2016 41,642 3,539,519 2,059
2017 49,556 4,150,287 2,208
2018 51,444 4,355,061 2,093
2019 56,526 4,796,477 2,140
2020 39,518 3,177,123 1,428
2021 35,780 2,760,137 1,171
2022 50,042 3,804,398 1,529
2023 63,277 4,852,514 1,815
2024 70,841 5,585,385 2,010
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

2.2 Demografi usia

2.3 Subkelompok diagnostik & over-coding A09

Distribusi kode diagnosis infeksi enterik rinci (kode + nama)
Diagnosis (ICD-10) Klaim (sampel) Klaim (tertimbang) Persen klaim (%)
Diare & gastroenteritis dugaan infeksi (A09) 41,854 3,425,081 41.9
Demam tifoid (A01.0) 27,183 2,477,580 27.2
Gastroenteritis & kolitis tak spesifik (A09.9) 19,456 1,439,479 19.5
Gastroenteritis & kolitis asal infeksi (A09.0) 4,266 291,678 4.3
Tifoid & paratifoid (A01) 3,438 287,720 3.4
Demam paratifoid tak spesifik (A01.4) 1,363 121,131 1.4
Disentri amuba akut (A06.0) 453 36,367 0.5
Infeksi usus bakteri tak spesifik (A04.9) 386 29,143 0.4
Demam paratifoid A (A01.1) 332 23,767 0.3
Infeksi usus virus tak spesifik (A08.4) 203 17,621 0.2
Infeksi Salmonella tak spesifik (A02.9) 112 16,280 0.1
Gastroenteropati agen Norwalk (A08.1) 153 15,589 0.2
Keracunan makanan bakteri tak spesifik (A05.9) 174 15,100 0.2
Amubiasis tak spesifik (A06.9) 107 8,529 0.1
Enteritis Salmonella (A02.0) 85 8,348 0.1
Shigellosis akibat Shigella dysenteriae (A03.0) 36 5,886 0.0
Demam paratifoid C (A01.3) 53 5,084 0.1
Shigellosis tak spesifik (A03.9) 73 4,684 0.1
Demam paratifoid B (A01.2) 72 4,416 0.1
Enteritis rotavirus (A08.0) 40 2,108 0.0
Infeksi E. coli enteropatogenik (A04.0) 27 1,432 0.0
Enterokolitis Clostridium difficile (A04.7) 30 390 0.0
Enteritis Campylobacter (A04.5) 7 313 0.0
Kriptosporidiosis (A07.2) 3 42 0.0
Balantidiasis (A07.0) 1 1 0.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Implikasi surveilans (over-coding A09). Pada 2024 sekitar 66% klaim enterik berkode A09 (diare dugaan infeksi tak spesifik), naik dari 55% pada 2015. Koding generik ini menutupi etiologi (bakteri vs rotavirus vs parasit) sehingga fraksi yang dapat dicegah vaksin (rotavirus, tifoid) tak terukur dari klaim. Argumen ekonomi vaksin harus bersandar pada bukti efikasi eksternal, bukan koding klaim.

3 B. FKTP (Layanan Primer)

3.1 Volume FKTP per tahun

4 C. FKRTL (Rujukan/RS): Severity, LOS, Setting

4.1 Utilisasi per tahun (level)

4.2 Length of stay (LOS)

LOS menurut kelas rumah sakit (Unit: episode rawat inap)
Kelas RS Episode inap LOS rata-rata LOS median
RS Kelas C 61119 3.3 3.0
RS Kelas B 24223 3.8 3.0
RS Kelas D 23959 3.0 3.0
RS Khusus/Lain 4706 3.2 3.0
RS Kelas A 1990 6.3 4.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

4.3 Setting, kepemilikan, IGD & ICU

Proksi ICU/perawatan intensif Dari 115,997 klaim rawat inap infeksi enterik, sekitar 11 klaim (0.01%) membawa penanda INA-CBG perawatan intensif/ventilator (ICU/ICCU/HCU). Ini batas bawah, karena tidak semua perawatan intensif terkode di deskripsi INA-CBG.

5 D. Rujukan dan Konektivitas

5.1 Aliran rujukan

Geografi rujukan rawat inap Dari 288,387 rujukan rawat inap dengan asal jelas: 95% dalam kabupaten yang sama, 4% lintas kabupaten dalam provinsi, 1% lintas provinsi. Sebagian besar infeksi enterik dapat ditangani di faskis lokal; rujukan lintas wilayah relatif rendah.

6 E. Geografi: Beban, Member-Faskes

6.1 Beban menurut provinsi

6.2 Geografi tifoid (water/food-borne)

6.3 Member-Faskes

Kesesuaian geografi tempat tinggal vs faskes terdaftar Dari 2,217,561 pasangan member-faskes: 95% faskes terdaftar di provinsi yang sama dengan domisili, 85% di kabupaten yang sama. Ini menggambarkan kedekatan akses layanan primer.

7 F. Outcome: CFR, Mortalitas, Readmisi

7.1 CFR menurut usia (gradien)

7.2 Mortalitas & readmisi

Readmisi 30 hari Dari 20,407 urutan admisi infeksi enterik, 11.7% diikuti readmisi dalam 30 hari. Readmisi dini menandakan tata-laksana belum tuntas atau pemulangan terlalu cepat, sebuah penanda mutu (ACSC readmission marker).

8 G. Komorbiditas dan Komplikasi

8.1 Komorbiditas & komplikasi tersering

9 H. Ekonomi (Biaya FKL48)

9.1 Tren biaya per tahun

9.2 Biaya menurut usia & subkelompok

9.3 INA-CBG termahal & konsentrasi biaya

15 kelompok INA-CBG dengan biaya FKL48 tertinggi
INA-CBG (FKL19A) Klaim Biaya (miliar Rp) Rata-rata/klaim (Rp)
NYERI ABDOMEN & GASTROENTERITIS LAIN-LAIN (RINGAN) 32,372 3,938.76 1,767,372
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN RINGAN 18,362 3,832.91 2,595,508
13 6,262 1,996.53 3,255,336
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN RINGAN 8,206 1,830.96 2,564,523
462 6,623 1,500.61 2,432,923
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN SEDANG 2,552 731.33 3,193,284
NYERI ABDOMEN & GASTROENTERITIS LAIN-LAIN (SEDANG) 3,484 646.02 2,360,088
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 35,984 548.53 196,874
PENYAKIT AKUT KECIL LAIN-LAIN 30,364 469.44 195,607
14 1,096 461.12 4,164,445
PENYAKIT INFEKSI BAKTERI DAN PARASIT LAIN-LAIN BERAT 1,384 430.33 3,829,430
SIMPLE PNEUMONIA & WHOOPING COUGH RINGAN 1,851 421.82 4,026,265
INFEKSI NON BAKTERI RINGAN 2,574 407.70 2,009,573
INFEKSI NON BAKTERI BERAT 1,204 400.95 3,373,348
DIAGNOSIS SISTEM PENCERNAAN LAIN-LAIN (RINGAN) 3,048 378.06 1,525,612
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

10 I. Ekuitas vs Populasi Umum

10.1 Gradien sosioekonomi (segmen)

10.2 Indeks representasi

Indeks representasi pasien vs populasi umum JKN (lebih dari 1 = over-represented)
Karakteristik Level Pasien (%) Populasi Umum (%) Indeks (pasien/umum)
Kelompok Usia 18-59 (dewasa) 58.5 64.8 0.90
Kelompok Usia 5-17 (anak/remaja) 21.1 16.8 1.26
Kelompok Usia >=60 (lansia) 10.1 16.7 0.60
Kelompok Usia 1-4 (balita) 9.5 1.5 6.33
Kelompok Usia <1 (bayi) 0.8 0.2 4.00
Segmentasi (Membership) PPU 44.1 23.2 1.90
Segmentasi (Membership) PBI APBN 27.9 41.3 0.68
Segmentasi (Membership) PBPU (Mandiri) 13.9 11.6 1.20
Segmentasi (Membership) PBI APBD 11.3 20.1 0.56
Segmentasi (Membership) Bukan Pekerja 2.9 3.9 0.74
Pulau Jawa 63.5 54.2 1.17
Pulau Sumatera 20.3 20.7 0.98
Pulau Sulawesi 6.8 7.6 0.89
Pulau Kalimantan 4.4 5.7 0.77
Pulau Bali-Nusra 3.9 5.4 0.72
Pulau Maluku-Papua 1.1 6.4 0.17
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

11 J. Lintas Sektor: Air, Sanitasi, dan Higiene (WASH)

Gastroenteritis dan tifoid adalah penyakit water/food-borne: penularannya berakar pada kualitas air minum, sanitasi (pembuangan tinja), dan higiene tangan. Bagian ini menautkan beban JKN dengan kondisi WASH komunitas (Riskesdas 2018, SKI 2023) untuk merutekan beban dan biaya ke sektor yang bertanggung jawab di hulu (air bersih dan sanitasi, bukan hanya pelayanan kesehatan).

11.1 Cakupan WASH (2018 vs 2023)

11.2 Gradien diare menurut WASH

Fraksi diare yang dapat diatribusikan ke WASH tak layak (PAF)
Pajanan Risiko relatif diare Pajanan populasi (%) PAF (%)
Air minum tak layak 1.06 17.9 1.0
Sanitasi tak layak (BABS) 1.74 4.2 3.0
PAF dihitung dari RR observasional SKI 2023: PAF = p*(RR-1)/(1+p*(RR-1)). Estimasi orde-besar, bukan kausal presisi.
Beban & biaya yang dapat dirutekan ke sektor sanitasi (estimasi). Dengan PAF sanitasi ~3.0%, sekitar 7,864 pasien infeksi enterik terlayani JKN pada 2024 (~166,105 orang tertimbang) dan biaya FKL48 sekitar Rp 138 miliar dapat diatribusikan ke sanitasi tak layak. Ini bagian JKN yang seharusnya tercegah lewat investasi hulu (jamban sehat, akhiri BABS), sebuah argumen pembiayaan lintas sektor: rupiah yang dibelanjakan JKN untuk merawat akibat hilir setara dengan kebutuhan investasi air-sanitasi di hulu.
Catatan metode WASH. Gradien air minum dari self-report kategori sumber bersifat lemah (RR mendekati 1), karena klasifikasi “layak” dari jenis sumber tak menangkap kontaminasi titik-konsumsi; gradien sanitasi (BABS vs jamban) jauh lebih kuat (RR ~1.7) dan menjadi dasar atribusi di atas. Angka atribusi adalah estimasi orde-besar untuk advokasi lintas sektor, bukan klaim kausal presisi.

Tabel 1: Karakteristik Sampel

Tabel 1. Karakteristik pasien infeksi enterik (FKTP / FKRTL / Overall) vs Populasi Umum JKN
Kategori FKTP (%) FKRTL (%) Overall (%) Populasi Umum (%)
Jenis Kelamin
Perempuan 52.0 53.1 52.3 48.8
Laki-laki 48.0 46.9 47.7 51.2
Kelompok Usia
18-59 (dewasa) 60.6 52.3 58.5 64.8
5-17 (anak/remaja) 21.9 19.3 21.1 16.8
>=60 (lansia) 8.7 12.3 10.1 16.7
1-4 (balita) 8.2 14.4 9.5 1.5
<1 (bayi) 0.6 1.7 0.8 0.2
Segmentasi (Membership)
PPU 44.4 46.8 44.1 23.2
PBI APBN 31.1 18.3 27.9 41.3
PBPU (Mandiri) 12.0 18.1 13.9 11.6
PBI APBD 10.4 12.6 11.3 20.1
Bukan Pekerja 2.1 4.3 2.9 3.9
Kelas Rawat
Kelas III 52.3 44.7 50.5 70.1
Kelas II 28.8 29.2 28.3 13.6
Kelas I 18.9 26.1 21.2 16.3
Pulau
Jawa 66.2 59.2 63.5 54.2
Sumatera 19.2 22.1 20.3 20.7
Sulawesi 5.9 8.4 6.8 7.6
Kalimantan 4.1 4.8 4.4 5.7
Bali-Nusra 3.8 3.7 3.9 5.4
Maluku-Papua 0.7 1.8 1.1 6.4
Kelompok Diagnostik
Gastroenteritis/diare (A09) 78.7 66.6 73.8 -
Tifoid & paratifoid (A01) 18.0 31.2 23.1 -
Infeksi usus spesifik lain (A02-A08) 3.3 2.2 3.1 -
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A01-A09 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48
Denominator Tabel 1 (Unit: pasien unik)
Kolom Tertimbang Sampel mentah
FKTP 21,070,516 256,267
FKRTL 10,562,578 129,944
Overall 29,143,796 351,904
GeneralPop 302,106,337 2,590,751

Snapshot Tahun Terbaru (2024)

5,585,385Pasien terlayani 2024 (tertimbang)
3,642,927Pasien baru (insiden terlayani) 2024
Rp 4.6 TBiaya FKL48 2024
18,509Kematian di RS pada klaim 2024 (tertimbang)
66%Klaim enterik berkode A09 tak spesifik (2024)

Keterbatasan

(1) Terlayani, bukan prevalensi sejati. Klaim hanya menangkap orang yang mencari layanan dan terkode infeksi enterik; diare ringan yang sembuh sendiri atau ditangani swadaya tak terlihat. (2) Over-coding A09 (~66%). Etiologi jarang teridentifikasi, sehingga fraksi yang dapat dicegah vaksin (rotavirus, tifoid) tak dapat diukur dari klaim. (3) Tifoid tanpa konfirmasi lab. Diagnosis tifoid klaim sebagian besar klinis/serologis (Widal), yang dikenal kurang spesifik; angka tifoid dapat tercampur penyakit demam lain. (4) Triangulasi & WASH self-report. Prevalensi komunitas dan status air/sanitasi berbasis laporan sendiri, bukan lab; perbedaan instrumen 2018 vs 2023 membatasi pembandingan langsung. PAF WASH adalah estimasi orde-besar, bukan kausal presisi. (5) Proksi ICU/severity. Perawatan intensif dideteksi via string INA-CBG dan FKL23, keduanya batas bawah. (6) Biaya = FKL48 (verified-paid) dengan scope klaim ber-kode tema (A01-A09 di FKL15A/SDX), konsisten dengan laporan supply-side pasangannya.

Ekspor Data

Master tabel pendamping: 48 sheet diekspor ke outputs/gastro_typhoid_jkn_companion_tables.xlsx.

Setiap figur memiliki tabel pendamping di workbook ini.


ARC Institute - Health System Center. Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 (schema reguler, sampel rumah tangga 1%, tertimbang PSTV15). Definisi kasus ICD-10 A09 (gastroenteritis) + A01 (tifoid/paratifoid) + A02-A08. Biaya = FKL48. Lintas sektor WASH dari Riskesdas 2018 + SKI 2023. Reproducible: engine_gastro_typhoid.R + riskesdas_precompute.R + report_gastro_typhoid.Rmd.