Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai beberapa unit, perhatikan badge Unit: … pada judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (prevalensi, ko-okurensi, sekuens, entry point, ekuitas, Pareto); (2) Klaim/Kunjungan = per layanan, satu pasien bisa banyak (utilisasi, biaya, INA-CBG); (3) Episode rawat inap / admisi PPH = per perawatan inap (admisi yang dapat dicegah, readmisi).

Cara baca dokumen. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel; angka sampel mentah dilaporkan terpisah. Analisis dibangun pada sampel reguler (rumah tangga 1%), frame yang sahih untuk tren waktu dan rate populasi. Kohort = peserta dengan minimal satu klaim FKRTL ber-ICD salah satu dari 6 kondisi kardiometabolik (DM E10-14, Hipertensi I10/I12/I15, PJK I20-I25, Gagal Jantung I50, Stroke I60-69, PGK N18). Biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi yang dibayar). Data klaim menggambarkan populasi terlayani, bukan prevalensi sejati (lihat Triangulasi Komunitas).

1 Ringkasan Eksekutif

17,989,614pasien kardiometabolik (proyeksi nasional, kumulatif 2015-2024)
47.7%multimorbid (>=2 kondisi kardiometabolik)
1.77rata-rata jumlah kondisi per pasien
Rp 218.6 Ttotal biaya FKRTL kardiometabolik (FKL48, tertimbang)
Rp 132.2 Tbiaya admisi yang dapat dicegah (PPH)

Temuan utama. (1) Hampir separuh peserta kardiometabolik terlayani JKN bukan penderita penyakit tunggal: 47.7% memiliki >=2 kondisi kardiometabolik dan rata-rata membawa 1.77 kondisi; pada tahun terbaru (2024) angka multimorbiditas mencapai 44.9%. (2) Pasangan yang paling sering ko-okur adalah Diabetes + Hipertensi (18.5% dari seluruh pasien kardiometabolik), diikuti Hipertensi + Stroke dan PJK + Gagal Jantung, menegaskan kontinum kardiometabolik yang saling terkait. (3) Titik masuk (entry point) menentukan beban hilir. Pasien yang masuk lewat Diabetes mengalami admisi yang dapat dicegah terbanyak (1.46 admisi PPH per pasien, 69.6% pernah dirawat-inap PPH) dan progres tertinggi ke multimorbiditas (56.9%), sehingga DM dan Hipertensi yang tak terkendali adalah sasaran pencegahan dengan ungkit terbesar. (4) Biaya sangat terkonsentrasi: 1% pasien termahal menyerap 24.6% dan 10% teratas 62.0% dari total belanja.

Pertanyaan yang dijawab laporan ini
  1. Seberapa besar multimorbiditas kardiometabolik pada populasi terlayani JKN, dan bagaimana trennya?
  2. Kondisi mana yang paling sering muncul bersamaan (fenotipe multimorbiditas)?
  3. Bagaimana sekuens kondisi terbentuk dalam individu, dan kondisi mana yang menjadi titik masuk paling umum?
  4. Entry point mana yang menghasilkan admisi hilir yang dapat dicegah (PPH) terbanyak?
  5. Berapa beban biaya (FKL48), seberapa terkonsentrasi, dan bagaimana ekuitas serta geografinya?
  6. Berapa besar treatment gap dibanding prevalensi komunitas (Riskesdas/SKI)?

2 Fondasi Data dan Definisi

Definisi kasus dan metode

Kohort. Peserta JKN sampel reguler dengan >=1 klaim FKRTL ber-ICD salah satu dari: Diabetes Melitus (E10-E14), Hipertensi (I10/I12/I15), Penyakit Jantung Iskemik (I20-I25), Gagal Jantung (I50), Stroke (I60-69), Penyakit Ginjal Kronik (N18). Diagnosis dipindai di FKL15A (masuk), FKL16/17A/18, dan SDX (sekunder). Kontak primer FKTP via FKP15.
Multimorbiditas. Jumlah kondisi unik (dari 6 di atas) yang pernah tercatat pada seorang pasien; multimorbid = >=2 kondisi.
Sekuens / entry point. Titik masuk = kondisi dengan tanggal klaim paling awal pada pasien (tie diselesaikan menurut urutan klinis). Sekuens transisi = pasangan terurut kondisi pertama -> kedua.
Admisi yang dapat dicegah (PPH/ACSC). Klaim RAWAT INAP (FKL10=2) berdiagnosis kardiometabolik; mengikuti kerangka AHRQ Prevention Quality Indicators dan OECD avoidable hospital admissions untuk kondisi ambulatory-care-sensitive.
Biaya. FKL48 (biaya verifikasi yang dibayar), tertimbang PSTV15, dilaporkan dalam miliar/triliun Rupiah. Lingkup biaya penyakit = klaim FKRTL yang membawa ICD kardiometabolik di salah satu dari kelima medan diagnosis (FKL15A, FKL16, FKL17A, FKL18, atau SDX), konsisten claim-level (sama dengan definisi kasus), bukan hanya diagnosis utama FKL15A.
Pembobotan. PSTV15 (proyeksi nasional). Keterbatasan: klaim hanya menangkap penyakit yang terdiagnosis dan terlayani.

Tabel 1. Alur Pembentukan Kohort (STROBE) | Unit: pasien unik (sampel)
Tahap Pasien unik (sampel)
Peserta sampel (reguler.member) 2,590,751
Pernah >=1 klaim FKRTL apa pun 976,214
Pasien kardiometabolik (FKRTL, kohort analitik) 203,355
Punya kontak FKTP kardiometabolik 261,423
Pernah admisi yang dapat dicegah (PPH) 118,086
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

3 Pilar 1 - Prevalensi Terlayani dan Multimorbiditas

3.1 Prevalensi per kondisi

3.1.1 Tren tahunan per kondisi

Tabel 2. Pasien terlayani per kondisi per tahun | Unit: pasien unik tertimbang
cond 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024
Diabetes Melitus (E10-14) 661,668 727,069 966,104 1,159,728 1,305,866 1,189,386 1,192,866 1,522,551 1,954,849 2,318,204
Hipertensi (I10/I12/I15) 1,038,554 1,048,705 1,410,447 1,653,644 1,694,339 1,401,580 1,418,333 1,884,390 2,434,438 2,918,603
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 398,350 431,670 638,479 808,771 870,564 810,256 841,933 1,056,050 1,288,618 1,497,470
Gagal Jantung (I50) 307,083 336,764 584,425 722,955 801,771 713,249 673,347 828,557 945,811 1,050,371
Stroke (I60-69) 430,164 459,095 536,570 658,502 684,193 621,399 557,636 802,007 984,916 1,177,671
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 151,787 145,365 195,250 255,163 290,007 291,935 276,398 347,816 445,779 519,405
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

3.1.2 Beban kumulatif per kondisi

Tabel 3. Beban kumulatif per kondisi | Unit: pasien unik
Kondisi Pasien (sampel) Pasien (tertimbang)
Hipertensi (I10/I12/I15) 116,858 9,992,598
Diabetes Melitus (E10-14) 73,951 6,565,134
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 54,584 4,792,731
Stroke (I60-69) 49,055 4,599,922
Gagal Jantung (I50) 45,100 4,002,849
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 21,188 1,891,147
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

3.2 Distribusi multimorbiditas

3.2.1 Jumlah kondisi per pasien

Tabel 4. Distribusi jumlah kondisi per pasien | Unit: pasien unik
Jumlah kondisi Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Persen
1 kondisi 106,144 9,407,499 52.3%
2 kondisi 56,883 5,065,470 28.2%
3 kondisi 25,542 2,204,192 12.3%
>=4 kondisi 14,786 1,312,453 7.3%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

3.2.2 Tren multimorbiditas per tahun

Tabel 5. Tren multimorbiditas per tahun | Unit: pasien unik per tahun
Tahun Pasien CM (tertimbang) Multimorbid (tertimbang) Persen multimorbid
2015 1,993,079 319 0.0%
2016 2,143,761 843 0.0%
2017 2,791,120 1,107,989 39.7%
2018 3,307,451 1,406,827 42.5%
2019 3,559,858 1,511,191 42.5%
2020 3,119,411 1,391,799 44.6%
2021 3,075,649 1,361,212 44.3%
2022 3,947,121 1,773,469 44.9%
2023 5,005,566 2,188,271 43.7%
2024 5,837,214 2,618,240 44.9%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

4 Pilar 2 - Ko-okurensi Kondisi (Fenotipe Multimorbiditas)

4.1 Pasangan kondisi

4.1.1 Pasangan paling sering

Tabel 6. Ko-okurensi pasangan kondisi | Unit: pasien unik
Kondisi A Kondisi B Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) % pasien CM
Diabetes Melitus (E10-14) Hipertensi (I10/I12/I15) 38,572 3,320,259 18.5%
Hipertensi (I10/I12/I15) Stroke (I60-69) 27,610 2,515,903 14.0%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Gagal Jantung (I50) 26,281 2,310,441 12.8%
Hipertensi (I10/I12/I15) Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 26,636 2,264,756 12.6%
Hipertensi (I10/I12/I15) Gagal Jantung (I50) 22,085 1,881,680 10.5%
Diabetes Melitus (E10-14) Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 16,934 1,474,022 8.2%
Diabetes Melitus (E10-14) Stroke (I60-69) 14,520 1,346,640 7.5%
Diabetes Melitus (E10-14) Gagal Jantung (I50) 14,247 1,237,527 6.9%
Hipertensi (I10/I12/I15) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 12,476 1,083,020 6.0%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Stroke (I60-69) 9,697 879,503 4.9%
Diabetes Melitus (E10-14) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 9,150 833,765 4.6%
Gagal Jantung (I50) Stroke (I60-69) 7,935 707,493 3.9%
Gagal Jantung (I50) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 6,564 580,931 3.2%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 6,310 567,824 3.2%
Stroke (I60-69) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 4,126 388,898 2.2%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

4.1.2 Matriks ko-okurensi (peta panas)

Tabel 7. Matriks ko-okurensi (% baris) | Unit: pasien unik
cond_a Diabetes Melitus Hipertensi Penyakit Jantung Iskemik Gagal Jantung Stroke Penyakit Ginjal Kronik
Diabetes Melitus 100.0% 50.6% 22.5% 18.8% 20.5% 12.7%
Hipertensi 33.2% 100.0% 22.7% 18.8% 25.2% 10.8%
Penyakit Jantung Iskemik 30.8% 47.3% 100.0% 48.2% 18.4% 11.8%
Gagal Jantung 30.9% 47.0% 57.7% 100.0% 17.7% 14.5%
Stroke 29.3% 54.7% 19.1% 15.4% 100.0% 8.5%
Penyakit Ginjal Kronik 44.1% 57.3% 30.0% 30.7% 20.6% 100.0%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

4.1.3 Fenotipe (kombinasi) teratas

Tabel 8. Fenotipe kombinasi kondisi teratas | Unit: pasien unik
Kombinasi Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Persen
HTN 43,174 3,613,202 20.1%
DM 24,122 2,188,364 12.2%
STROKE 14,455 1,414,147 7.9%
DM+HTN 15,596 1,318,193 7.3%
HTN+STROKE 12,169 1,113,062 6.2%
IHD 11,914 1,058,314 5.9%
CHF 8,000 733,882 4.1%
IHD+CHF 7,851 726,755 4.0%
DM+HTN+STROKE 5,338 480,228 2.7%
HTN+IHD 5,302 438,522 2.4%
HTN+IHD+CHF 5,117 422,568 2.3%
CKD 4,479 399,591 2.2%
HTN+CHF 3,192 278,583 1.5%
DM+STROKE 2,707 272,991 1.5%
DM+HTN+IHD+CHF 3,214 272,844 1.5%
DM+HTN+IHD 2,836 225,168 1.3%
HTN+CKD 2,590 212,564 1.2%
DM+HTN+CKD 2,175 189,750 1.1%
DM+IHD 2,050 185,124 1.0%
DM+IHD+CHF 2,005 175,329 1.0%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

5 Pilar 3 - Sekuens dan Titik Masuk (Trajectory)

5.1 Titik masuk (entry point)

5.1.1 Distribusi titik masuk

Tabel 9. Distribusi titik masuk | Unit: pasien unik
Titik masuk Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Persen
Hipertensi (I10/I12/I15) 74,803 6,336,710 35.2%
Diabetes Melitus (E10-14) 56,585 5,080,776 28.2%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 26,744 2,398,327 13.3%
Stroke (I60-69) 22,150 2,119,936 11.8%
Gagal Jantung (I50) 15,922 1,423,262 7.9%
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 7,151 630,603 3.5%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

5.1.2 Waktu progresi dari titik masuk ke kondisi kedua

Tabel 10. Waktu progresi ke kondisi kedua | Unit: pasien (yang progres)
Titik masuk Pasien progres (sampel) Median bulan Rata-rata bulan
Diabetes Melitus (E10-14) 32,463 0.2 8.8
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 14,830 0.5 7.5
Hipertensi (I10/I12/I15) 31,629 1.5 13.5
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 2,672 2.0 8.3
Gagal Jantung (I50) 7,922 2.7 10.3
Stroke (I60-69) 7,695 2.7 11.3
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

5.2 Transisi sekuensial

5.2.1 Pasangan transisi terurut teratas

Tabel 11. Transisi sekuensial pertama->kedua | Unit: pasien unik
Dari Ke Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) % transisi
Diabetes Melitus (E10-14) Hipertensi (I10/I12/I15) 20,493 1,776,480 20.7%
Hipertensi (I10/I12/I15) Stroke (I60-69) 11,106 1,017,703 11.9%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Gagal Jantung (I50) 8,815 798,725 9.3%
Hipertensi (I10/I12/I15) Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 7,586 628,699 7.3%
Hipertensi (I10/I12/I15) Diabetes Melitus (E10-14) 6,078 501,800 5.8%
Stroke (I60-69) Hipertensi (I10/I12/I15) 4,782 446,183 5.2%
Diabetes Melitus (E10-14) Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 4,300 383,513 4.5%
Diabetes Melitus (E10-14) Stroke (I60-69) 3,598 352,740 4.1%
Hipertensi (I10/I12/I15) Gagal Jantung (I50) 4,304 351,971 4.1%
Gagal Jantung (I50) Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 3,640 316,900 3.7%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Hipertensi (I10/I12/I15) 3,173 275,288 3.2%
Hipertensi (I10/I12/I15) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 2,555 223,336 2.6%
Diabetes Melitus (E10-14) Gagal Jantung (I50) 2,320 219,495 2.6%
Gagal Jantung (I50) Hipertensi (I10/I12/I15) 2,043 172,701 2.0%
Diabetes Melitus (E10-14) Penyakit Ginjal Kronik (N18) 1,752 160,185 1.9%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Diabetes Melitus (E10-14) 1,334 123,029 1.4%
Stroke (I60-69) Diabetes Melitus (E10-14) 1,392 121,588 1.4%
Penyakit Ginjal Kronik (N18) Hipertensi (I10/I12/I15) 1,535 121,581 1.4%
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) Stroke (I60-69) 1,060 97,128 1.1%
Gagal Jantung (I50) Diabetes Melitus (E10-14) 848 72,678 0.8%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

6 Pilar 4 - Admisi Hilir yang Dapat Dicegah (PPH)

Mengapa penting. Admisi yang dapat dicegah (potentially preventable hospitalisation / ambulatory-care-sensitive) menandai kegagalan pengendalian di hulu: bila DM dan hipertensi terkelola baik di FKTP, sebagian besar rawat-inap kardiometabolik dapat dihindari. Bagian ini mengaitkan titik masuk dengan beban admisi hilir.

6.1 Beban PPH

6.1.1 Tren admisi PPH per tahun

Tabel 12. Admisi PPH per tahun | Unit: episode rawat inap
Tahun Admisi PPH (sampel) Admisi PPH (tertimbang) Pasien PPH (sampel) Biaya PPH (miliar)
2015 14,065 1,347,738 11,422 8248.8
2016 15,890 1,466,575 12,837 9277.5
2017 18,342 1,685,975 13,730 10801.7
2018 20,656 1,859,921 15,457 11582.0
2019 21,560 1,933,824 16,299 12559.1
2020 17,515 1,529,132 13,469 9793.7
2021 16,065 1,351,902 12,438 9923.0
2022 24,621 2,124,422 18,405 14293.4
2023 31,943 2,820,855 23,382 21310.5
2024 35,978 3,312,465 26,655 24394.6
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

6.1.2 Beban PPH menurut jumlah kondisi

Tabel 13. Beban PPH menurut jumlah kondisi | Unit: pasien unik
Jumlah kondisi Pasien (tertimbang) % pernah PPH Admisi PPH/pasien Rawat inap/pasien
1 kondisi 9,407,499 48.1% 0.58 0.62
2 kondisi 5,065,470 67.9% 1.12 1.20
3 kondisi 2,204,192 79.0% 1.86 2.06
>=4 kondisi 1,312,453 88.5% 3.16 3.64
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

6.2 Entry point dan beban hilir

6.2.1 Admisi PPH per pasien menurut titik masuk

Tabel 14. Titik masuk dan beban hilir | Unit: pasien unik
Titik masuk Pasien (tertimbang) % progres ke MM Rata-rata kondisi % pernah PPH Admisi PPH/pasien Biaya/pasien (juta)
Stroke (I60-69) 2,119,936 33.3% 1.50 71.3% 0.99 9.5
Diabetes Melitus (E10-14) 5,080,776 56.9% 1.98 69.6% 1.46 14.3
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 2,398,327 55.9% 1.89 60.3% 1.08 12.8
Gagal Jantung (I50) 1,423,262 48.4% 1.76 58.6% 1.03 9.2
Hipertensi (I10/I12/I15) 6,336,710 43.0% 1.67 53.7% 0.87 8.7
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 630,603 36.6% 1.62 22.5% 0.56 43.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

6.2.2 Progres ke multimorbiditas menurut titik masuk

6.3 Readmisi dan diagnosis PPH

6.3.1 Readmisi 30/90 hari

Tabel 15. Readmisi pasca-PPH | Unit: episode rawat inap
Indikator Nilai
Episode PPH dianalisis 216,635
Readmisi 30 hari 10.9%
Readmisi 90 hari 19.0%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

6.3.2 Diagnosis PPH teratas (ICD + nama)

Tabel 16. Diagnosis PPH teratas | Unit: episode rawat inap
Kode ICD-10 Diagnosis Admisi (tertimbang) % admisi PPH Biaya (miliar)
E11 Type 2 diabetes mellitus 1,177,092 11.3% 6501.2
I50 Heart failure 1,158,052 11.1% 7280.3
I64 Stroke, not specified as haemorrhage or infarction 919,851 8.8% 6227.9
I10 Essential (primary) hypertension 749,280 7.2% 2737.6
I63 Cerebral infarction 592,111 5.7% 4329.2
R06 Abnormalities of breathing 561,552 5.4% 3530.8
Z03 Medical observation and evaluation for suspected diseases and conditions 537,220 5.1% 4137.1
N18 Chronic kidney disease 496,870 4.8% 3762.2
K30 Functional dyspepsia 481,637 4.6% 1880.1
- 445,378 4.3% 2945.9
R50 Fever of other and unknown origin 425,101 4.1% 1829.9
R10 Abdominal and pelvic pain 412,582 3.9% 1654.6
I25 Chronic ischaemic heart disease 412,210 3.9% 7165.4
I21 Acute myocardial infarction 372,091 3.6% 5101.5
I20 Angina pectoris 317,433 3.0% 3202.2
E14 Unspecified diabetes mellitus 308,257 2.9% 1841.9
R07 Pain in throat and chest 288,220 2.8% 1727.0
Z09 Follow-up examination after treatment for conditions other than malignant neoplasms 279,913 2.7% 3232.4
G81 Hemiplegia 268,874 2.6% 1591.4
A09 Other gastroenteritis and colitis of infectious and unspecified origin 248,103 2.4% 818.2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

7 Pilar 5 - Biaya (FKL48) dan Konsentrasi

7.1 Tren dan komposisi biaya

7.1.1 Tren biaya tahunan

Tabel 17. Biaya per tahun (FKL48) | Unit: klaim/biaya tertimbang
Tahun Biaya total (miliar) Rata-rata/klaim (Rp) Median/klaim (Rp)
2015 11,796 1,436,945 171,300
2016 12,878 1,321,103 185,000
2017 16,843 1,040,026 192,100
2018 19,082 952,447 192,100
2019 21,586 910,523 192,100
2020 18,575 861,923 192,400
2021 18,916 816,407 192,100
2022 24,394 874,719 192,100
2023 34,305 950,213 198,100
2024 40,205 928,890 198,100
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

7.1.2 Biaya per kondisi

Tabel 18. Biaya per kondisi (FKL48) | Unit: klaim/biaya tertimbang
Kondisi Klaim (sampel) Biaya (miliar)
Diabetes Melitus (E10-14) 757,078 64,293
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 681,193 61,257
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 428,008 46,715
Hipertensi (I10/I12/I15) 614,240 46,545
Stroke (I60-69) 390,486 39,693
Gagal Jantung (I50) 319,518 26,891
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

7.1.3 Biaya menurut jumlah kondisi

Tabel 19. Biaya menurut jumlah kondisi | Unit: pasien unik
Jumlah kondisi Pasien (tertimbang) Total biaya (miliar) Rata-rata/pasien (juta)
1 kondisi 9,407,499 41,742 4.4
2 kondisi 5,065,470 58,730 11.6
3 kondisi 2,204,192 52,714 23.9
>=4 kondisi 1,312,453 65,393 49.8
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

7.2 Konsentrasi biaya

7.2.1 Kurva Pareto

Tabel 20. Konsentrasi biaya (Pareto) | Unit: pasien unik / belanja
Kelompok pasien Pangsa belanja
Top 1% 24.6%
Top 5% 48.7%
Top 10% 62.0%
Top 20% 76.2%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

7.2.2 INA-CBG biaya teratas

Tabel 21. INA-CBG dengan biaya terbesar | Unit: klaim/biaya tertimbang
INA-CBG (FKL19A) Klaim (sampel) Biaya (miliar) Rata-rata/klaim (Rp)
PROSEDUR DIALISIS 520,379 35431.1 862,591
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 1,339,343 23050.6 198,746
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM TANPA TRAKEOSTOMI BERAT 580 4865.0 76,465,334
PROSEDUR KARDIOVASKULAR PERKUTAN SEDANG 1,095 4743.4 46,962,952
PROSEDUR SISTEM PERNAFASAN NON KOMPLEKS BERAT 1,366 4709.4 32,794,583
PROSEDUR KARDIOVASKULAR PERKUTAN RINGAN 1,768 4579.9 27,075,812
PENYAKIT KENCING MANIS & GANGGUAN NUTRISI/ METABOLIK RINGAN 12,071 4141.0 3,970,864
621 34,341 3877.8 977,235
TUMOR GINJAL & SALURAN URIN & GAGAL GINJAL SEDANG 9,772 3492.6 4,257,344
KECEDERAAN PEMBULUH DARAH OTAK DENGAN INFARK SEDANG 4,429 3388.6 7,477,483
PROSEDUR KARDIOVASKULAR PERKUTAN BERAT 642 3316.0 59,371,865
PENYAKIT KENCING MANIS & GANGGUAN NUTRISI/ METABOLIK SEDANG 5,290 2713.2 5,635,460
MEMBUAT BARU, MEREVISI DAN MEMINDAHKAN ALAT DIALISIS SEDANG 2,625 2449.4 11,049,434
GANGUAN PEMBULUH DARAH PERIFER LAIN-LAIN (RINGAN) 5,479 2372.9 5,030,168
KECEDERAAN PEMBULUH DARAH OTAK DENGAN INFARK RINGAN 4,919 2366.3 5,133,414
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

8 Pilar 6 - Geografi

8.1 Sebaran provinsi

8.1.1 Pasien per pulau

Tabel 22. Pasien menurut pulau | Unit: pasien unik
Pulau Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Persen
Jawa 104,968 11,118,180 61.8%
Sumatera 44,922 3,466,925 19.3%
Sulawesi 20,208 1,337,026 7.4%
Kalimantan 15,229 981,212 5.5%
Bali-Nusra 11,592 797,659 4.4%
Maluku-Papua 6,410 285,596 1.6%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

8.1.2 Multimorbiditas dan PPH menurut provinsi

Tabel 23. Multimorbiditas dan PPH menurut provinsi | Unit: pasien unik
Provinsi Pulau Pasien (tertimbang) % multimorbid PPH per 1000
DKI Jakarta Jawa 1,163,553 52.9% 536.3
DI Yogyakarta Jawa 422,067 52.8% 569.0
Jawa Barat Jawa 3,206,850 50.4% 569.6
Bali Bali-Nusra 312,561 50.4% 513.2
Jawa Tengah Jawa 2,912,101 49.8% 651.5
Papua Pegunungan Maluku-Papua 5,325 49.8% 581.6
Banten Jawa 682,205 49.2% 513.9
Kalimantan Timur Kalimantan 319,787 48.8% 576.2
Sumatera Barat Sumatera 407,198 48.2% 526.4
Jawa Timur Jawa 2,731,404 48.1% 628.9
Kalimantan Selatan Kalimantan 250,153 48.1% 604.6
Kep. Bangka Belitung Sumatera 107,820 46.9% 610.8
Kalimantan Barat Kalimantan 237,356 46.3% 553.3
Riau Sumatera 350,825 45.9% 563.1
Aceh Sumatera 441,082 45.6% 674.1
Kalimantan Utara Kalimantan 42,891 45.6% 613.2
Nusa Tenggara Barat Bali-Nusra 258,078 45.2% 542.6
Kepulauan Riau Sumatera 146,518 45.1% 503.6
Maluku Utara Maluku-Papua 50,160 45.1% 675.1
Sumatera Utara Sumatera 898,893 44.4% 688.3
Jambi Sumatera 189,421 43.7% 645.8
Sulawesi Utara Sulawesi 287,392 43.6% 625.5
Sulawesi Tengah Sulawesi 192,206 42.8% 642.4
Sulawesi Barat Sulawesi 65,032 42.7% 640.7
Kalimantan Tengah Kalimantan 131,025 41.9% 576.3
Papua Maluku-Papua 102,410 41.9% 575.3
Maluku Maluku-Papua 77,780 41.7% 633.3
Lampung Sumatera 445,367 41.3% 653.5
Sulawesi Tenggara Sulawesi 113,114 40.8% 659.8
Sulawesi Selatan Sulawesi 586,765 40.3% 630.9
Nusa Tenggara Timur Bali-Nusra 227,019 39.7% 585.1
Sumatera Selatan Sumatera 375,867 39.4% 621.2
Gorontalo Sulawesi 92,518 38.9% 728.6
Bengkulu Sumatera 103,934 38.6% 604.2
Papua Barat Maluku-Papua 49,921 33.0% 551.1
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

8.1.3 Served-rate per 100k peserta JKN

Tabel 24. Served-rate per 100k peserta | Unit: pasien per 100k
Provinsi Pulau CM per 100k Multimorbid per 100k
DI Yogyakarta Jawa 9,908 5,234
Sulawesi Utara Sulawesi 9,530 4,160
DKI Jakarta Jawa 8,797 4,658
Bali Bali-Nusra 7,933 3,997
Kalimantan Timur Kalimantan 7,467 3,643
Jawa Tengah Jawa 7,372 3,671
Aceh Sumatera 7,203 3,286
Sumatera Barat Sumatera 6,648 3,203
Kep. Bangka Belitung Sumatera 6,627 3,107
Jawa Timur Jawa 6,394 3,076
Kepulauan Riau Sumatera 6,344 2,862
Jawa Barat Jawa 6,279 3,163
Kalimantan Selatan Kalimantan 6,111 2,938
Kalimantan Utara Kalimantan 5,960 2,715
Sumatera Utara Sumatera 5,854 2,601
Sulawesi Selatan Sulawesi 5,722 2,303
Gorontalo Sulawesi 5,648 2,195
Sulawesi Tengah Sulawesi 5,637 2,414
Jambi Sumatera 5,343 2,336
Banten Jawa 5,206 2,563
Riau Sumatera 4,974 2,285
Lampung Sumatera 4,756 1,963
Kalimantan Barat Kalimantan 4,685 2,171
Bengkulu Sumatera 4,674 1,805
Kalimantan Tengah Kalimantan 4,472 1,873
Sumatera Selatan Sumatera 4,326 1,703
Nusa Tenggara Barat Bali-Nusra 4,326 1,957
Sulawesi Barat Sulawesi 4,134 1,765
Sulawesi Tenggara Sulawesi 3,656 1,491
Maluku Maluku-Papua 3,582 1,494
Nusa Tenggara Timur Bali-Nusra 3,503 1,391
Maluku Utara Maluku-Papua 3,369 1,520
Papua Barat Maluku-Papua 3,009 994
Papua Maluku-Papua 1,580 663
Tidak diketahui Tidak diketahui 40 30
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

9 Pilar 7 - Ekuitas dan Representasi

9.1 Ekuitas

9.1.1 Segmentasi kepesertaan (PBI vs Non-PBI)

Tabel 25. Ekuitas menurut segmentasi | Unit: pasien unik
Segmentasi Pasien (tertimbang) % multimorbid % pernah PPH
PBI APBN 5,009,180 40.6% 64.8%
PBPU (Mandiri) 4,417,300 52.9% 59.0%
PPU 4,320,306 46.4% 52.6%
PBI APBD 2,296,163 45.8% 61.8%
Bukan Pekerja 1,946,200 59.6% 68.1%
Missing 464 4.5% 4.5%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

9.1.2 Usia dan jenis kelamin

Tabel 26. Multimorbiditas menurut usia | Unit: pasien unik
Kelompok usia Pasien (tertimbang) Rata-rata kondisi % multimorbid % pernah PPH
<18 214,633 1.15 12.9% 35.4%
18-39 1,968,017 1.38 26.4% 43.1%
40-59 8,628,283 1.80 49.4% 59.2%
>=60 7,178,681 1.86 52.5% 67.3%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)
Tabel 27. Multimorbiditas menurut jenis kelamin | Unit: pasien unik
Jenis kelamin Pasien (tertimbang) Rata-rata kondisi % multimorbid % pernah PPH
Laki-laki 8,430,207 1.79 48.5% 62.2%
Perempuan 9,559,407 1.75 47.0% 58.8%
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

9.1.3 Tabel 1 - Karakteristik sampel vs populasi umum

Tabel 28. Karakteristik pasien kardiometabolik vs populasi umum JKN | Unit: pasien unik
Kategori Overall CM (%) Multimorbid (%) Populasi Umum (%)
Jenis Kelamin
Perempuan 53.1 52.4 48.8
Laki-laki 46.9 47.6 51.2
Kelompok Usia
40-59 48.0 49.7 27.7
>=60 39.9 43.9 16.7
18-39 10.9 6.0 37.1
<18 1.2 0.3 18.5
Segmentasi (Membership)
PBI APBN 27.8 23.7 41.3
PBPU (Mandiri) 24.6 27.2 11.6
PPU 24.0 23.3 23.2
PBI APBD 12.8 12.2 20.1
Bukan Pekerja 10.8 13.5 3.9
Kelas Rawat
Kelas III 58.1 55.6 70.1
Kelas I 24.6 27.3 16.3
Kelas II 17.3 17.1 13.6
Pulau
Jawa 61.8 64.7 54.2
Sumatera 19.3 17.8 20.7
Sulawesi 7.4 6.5 7.6
Kalimantan 5.5 5.4 5.7
Bali-Nusra 4.4 4.2 5.4
Maluku-Papua 1.6 1.4 6.4
Jumlah Kondisi
1 kondisi 52.3 - -
2 kondisi 28.2 59.0 -
3 kondisi 12.3 25.7 -
>=4 kondisi 7.3 15.3 -
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid) | Populasi umum = sampel reguler.member terdeduplikasi

10 Triangulasi Komunitas - Treatment Gap (Riskesdas/SKI)

Metode triangulasi

Prevalensi terlayani JKN (klaim) dibandingkan dengan prevalensi komunitas dari Riskesdas 2018 dan SKI 2023 (sampel rumah tangga nasional, dewasa >=15 tahun). Hipertensi memakai status pengukuran tekanan darah; DM 2023 memakai status final (lab+riwayat), DM 2018 riwayat saja. Stroke dan PGK memakai riwayat diagnosis dokter (self-report). Multimorbiditas komunitas dihitung atas 4 kondisi terharmonisasi (HT, DM, stroke, PGK); PJK dan gagal jantung tidak punya variabel riwayat terharmonisasi sehingga tidak masuk hitungan komunitas. Selisih komunitas vs terlayani = indikasi treatment gap.

10.1 Prevalensi komunitas vs terlayani

10.1.1 Prevalensi komunitas per kondisi (2018 vs 2023)

Tabel 29. Prevalensi komunitas per kondisi | Unit: dewasa >=15 th
Kondisi Tahun Prevalensi (%) Kasus (proyeksi)
Hipertensi (ukur) 2018 (Riskesdas) 32.9 63,114,745
Diabetes 2018 (Riskesdas) 2.0 3,944,128
Stroke (riwayat) 2018 (Riskesdas) 1.1 2,107,271
PGK (riwayat) 2018 (Riskesdas) 0.4 742,480
Hipertensi (ukur) 2023 (SKI) 30.5 63,806,212
Diabetes 2023 (SKI) 9.9 1,279,759
Stroke (riwayat) 2023 (SKI) 0.8 1,767,972
PGK (riwayat) 2023 (SKI) 0.2 377,681
Sumber: Riskesdas 2018 + SKI 2023 (ARC AMALGAM harmonized)

10.1.2 Multimorbiditas komunitas vs terlayani

Tabel 30. Multimorbiditas komunitas vs terlayani | Unit: lihat definisi
Sumber Definisi MM Persen MM
Komunitas 2018 (Riskesdas) >=2 dari 4 (HT/DM/stroke/PGK) 2.3%
Komunitas 2023 (SKI) >=2 dari 4 (HT/DM/stroke/PGK) 6.5%
Terlayani JKN (pasien CM) >=2 dari 6 kondisi 47.7%
Definisi tidak identik; bandingkan dengan hati-hati

11 Snapshot Tahun Terbaru (2024)

Relevansi terkini. Pada 2024, sistem JKN melayani 5,837,214 pasien kardiometabolik (proyeksi nasional), di antaranya 44.9% multimorbid. Admisi yang dapat dicegah mencapai 3,312,465 episode dengan biaya Rp 24.4 triliun, dari total belanja kardiometabolik Rp 40.2 triliun.

Tabel 31. Pasien terlayani per kondisi (2024) | Unit: pasien unik
Kondisi Pasien 2024 (tertimbang)
Hipertensi (I10/I12/I15) 2,918,603
Diabetes Melitus (E10-14) 2,318,204
Penyakit Jantung Iskemik (I20/I21/I25) 1,497,470
Stroke (I60-69) 1,177,671
Gagal Jantung (I50) 1,050,371
Penyakit Ginjal Kronik (N18) 519,405
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | 6 kondisi kardiometabolik (DM, HT, PJK, gagal jantung, stroke, PGK) | sampel reguler rumah tangga 1% | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional) | biaya = FKL48 (verified-paid)

12 Implikasi Kebijakan

Rangkuman untuk pengambil kebijakan

1. Kelola pasien, bukan penyakit. Hampir separuh (47.7%) pasien kardiometabolik membawa >=2 kondisi; layanan FKTP yang tersegmentasi per-penyakit tidak sesuai dengan realitas multimorbiditas. Paket layanan terintegrasi (mis. Prolanis multikondisi) lebih tepat.
2. Cegah di titik masuk berdampak tinggi. Diabetes dan hipertensi adalah titik masuk paling umum (63.4% gabungan) dan, untuk DM, menghasilkan admisi hilir terbanyak (1.46 per pasien). Pengendalian DM/HT di hulu adalah ungkit pencegahan terbesar.
3. Lindungi anggaran dari konsentrasi biaya. 1% pasien termahal menyerap 24.6% belanja; manajemen kasus kompleks (case management) untuk kelompok ini berpotensi efisiensi besar.
4. Tutup treatment gap. Prevalensi komunitas (SKI 2023: HT 30.5%, DM 9.9%) jauh melampaui yang terlayani, menandakan banyak kasus belum terdiagnosis/terobati, terutama di luar Jawa.

13 Keterbatasan

Keterbatasan. (1) Hanya populasi terlayani. Data klaim menangkap penyakit yang terdiagnosis dan diklaim; prevalensi sejati lebih tinggi (lihat treatment gap). (2) Sekuens = urutan klaim, bukan onset klinis. Tanggal kondisi pertama adalah klaim pertama yang terobservasi, dipengaruhi awal jendela data (2015) dan pola akses; transisi “pertama->kedua” dapat mencerminkan deteksi, bukan onset biologis. (3) PPH/ACSC berbasis kode. Definisi admisi yang dapat dicegah memakai kode ICD pada klaim rawat inap; tidak ada penilaian klinis individual atas keterhindaran. (4) Coding klaim. Komorbiditas dipindai di kelima medan diagnosis (FKL15A/16/17A/18/SDX); kondisi yang tidak terkode pada klaim akan undercount. (5) Triangulasi komunitas tidak identik. Definisi MM komunitas (4 kondisi, self-report/ukur) berbeda dari MM terlayani (6 kondisi, klaim); perbandingan bersifat indikatif. (6) Biaya = FKL48 (terverifikasi dibayar). Tidak termasuk biaya FKTP kapitasi atau out-of-pocket.

Reproduksibilitas. Seluruh agregat dihitung oleh engine_multimorbidity.R (PostgreSQL bpjs_data, schema reguler) dan riskesdas_precompute.R (Riskesdas 2018 + SKI 2023). Tabel pendamping setiap figur tersedia di multimorbidity_cardiometabolic_companion_tables.xlsx (31 sheet). Biaya memakai FKL48 (verified-paid), tertimbang PSTV15.


ARC Institute - Health System Center | Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | Dihasilkan 21 June 2026