Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai beberapa unit, perhatikan badge Unit: … pada judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (beban, demografi, peta, ekuitas); (2) Kunjungan/Klaim = per layanan (utilisasi, biaya, INA-CBG, komorbiditas); (3) Episode rawat inap = per perawatan inap (LOS, CFR, readmisi).

Cara baca dokumen. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel. Analisis dibangun pada sampel reguler (rumah tangga 1%), frame yang sahih untuk tren waktu dan rate populasi. Definisi kasus = kode ICD-10 J12-J18 (pneumonia) dan J20-J22 (infeksi saluran napas bawah akut) di diagnosis masuk/primer/sekunder. Biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi / dibayar). Data klaim menggambarkan populasi yang terlayani, bukan prevalensi sejati (lihat Triangulasi Riskesdas).

Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi kasus, triangulasi Riskesdas) - A Beban, Demografi (usia bimodal), Geografi, Subkelompok diagnostik, Fraksi vaccine-preventable - B FKTP (Layanan Primer) - C FKRTL (Rujukan/RS, Severity/LOS/Setting/ICU) - D Rujukan & Konektivitas - E Geografi Member-Faskes - F Outcome (CFR, mortalitas, readmisi) - G Komorbiditas - H Ekonomi (FKL48) - I Ekuitas vs Populasi Umum.

Ringkasan Eksekutif

83,295Pasien pneumonia/ISPB terlayani FKRTL (sampel; 130,987 analitik termasuk FKTP)
1.93 jtProyeksi pasien terlayani 2024 (tertimbang)
8.8%CFR rawat inap (in-hospital), 15.4% lansia vs 1.7% balita
Rp 40.3 TTotal biaya FKL48 2015-2024 (Rp 8.1 T pada 2024; 96% rawat inap)
96%Pneumonia berkode J18 “tak spesifik” (2024), patogen tak teridentifikasi

Temuan kunci. (1) Epidemiologi bimodal terkonfirmasi: beban terkonsentrasi pada dua ujung umur, balita (1-4 th) dan lansia (>=60 th), persis pola klasik pneumonia komunitas. (2) Pneumonia adalah penyakit rawat inap berbiaya tinggi: sekitar 96.1% biaya FKL48 berasal dari rawat inap; J18 (pneumonia tak spesifik) adalah salah satu blok biaya akut terbesar JKN. (3) Mortalitas didorong usia: CFR rawat inap keseluruhan 8.85%, melonjak menjadi 15.38% pada lansia, sementara balita 1.68% (akses dan tata-laksana balita relatif baik, beban kematian bergeser ke lansia). (4) Kualitas koding rendah: ~96% pneumonia dikode J18 “organisme tak spesifik”, sehingga fraksi vaccine-preventable (pneumokokus J13) tak terlihat di klaim, sebuah keterbatasan surveilans serius untuk argumen PCV. (5) Pencegahan = imunisasi + PHC: sebagian besar pneumonia anak dapat dicegah dengan PCV dan Hib; sebagian besar admisi dewasa-lansia dapat ditata-laksana lebih dini di PHC, menempatkan pneumonia sebagai kondisi yang sebagian besar dapat dihindari (avoidable hospitalisation).

1 Fondasi: Kohort, Definisi Kasus, dan Triangulasi

1.1 Alur Kohort (STROBE)

Alur pembentukan kohort pneumonia/ISPB (Unit: pasien unik, sampel mentah)
Tahap Pasien unik (sampel)
Anggota sampel reguler (denominator populasi) 2,590,751
Pernah >=1 klaim FKRTL (apa pun) 976,214
Pasien pneumonia/ISPB di FKRTL (J12-J22) 83,295
Pasien pneumonia/ISPB di FKTP (FKP15) 61,898
Pasien dengan rawat inap pneumonia/ISPB 54,368
Kohort analitik (FKTP + FKRTL gabungan) 130,987
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Definisi kasus Kasus = >=1 klaim dengan ICD-10 J12-J18 (pneumonia: viral J12, pneumokokus J13, H. influenzae J14, bakterial lain J15-J16, pneumonia pada penyakit lain J17, tak spesifik J18) atau J20-J22 (bronkitis/bronkiolitis akut, ISPB tak spesifik), pada field diagnosis masuk (FKL15A), primer (FKL17A), detail (FKL16/18), atau sekunder (SDX) di FKRTL; atau FKP15 di FKTP. Definisi strict untuk indikator klinis (LOS/CFR) = pneumonia J12-J18 saja.

1.2 Triangulasi Riskesdas/SKI (Treatment Gap)

Triangulasi: prevalensi komunitas vs populasi terlayani JKN
Sumber Estimasi orang
Komunitas, pneumonia didiagnosis nakes 12 bln (SKI 2023) 1,353,833
JKN terlayani pneumonia/ISPB 2024 (klaim tertimbang) 1,927,677
Keduanya tak persis sebanding (periode, definisi, J20-J22 termasuk di JKN). JKN menangkap ekor parah/terhospitalisasi; self-report komunitas mengecilkan kasus yang tak mencari layanan.
Catatan triangulasi. Prevalensi self-report turun dari 2.01% (2018) ke 0.48% (2023), sebagian karena perbedaan instrumen; ini BUKAN bukti penurunan beban sejati. JKN-terlayani justru meningkat tajam (lihat Pilar A), mencerminkan perluasan kepesertaan dan akses RS, bukan kenaikan insidens.

Mekanisme pencegahan (rantai kausal). Pneumonia anak yang dapat dicegah bergantung pada imunisasi (Hib via DPT-Hib, pneumokokus via PCV). Cakupan DPT-Hib3 stagnan di ~86% (di bawah target 90%), dan PCV belum nasional pada periode ini, sehingga sebagian beban pneumonia balita di klaim JKN adalah kegagalan pencegahan hulu, bukan semata masalah pelayanan rumah sakit. Setiap kenaikan cakupan imunisasi menurunkan insidens, admisi, dan biaya FKL48 di hilir.

2 A. Beban, Demografi, dan Subkelompok Diagnostik

2.1 Tren pasien terlayani per tahun

Pasien terlayani per tahun + rate per 100k peserta JKN (DJSN)
Tahun Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) Per 100k peserta JKN
2015 9,315 750,622 479
2016 12,240 927,651 540
2017 15,771 1,180,479 628
2018 15,362 1,194,130 574
2019 16,451 1,243,869 555
2020 12,451 914,351 411
2021 13,695 964,794 409
2022 21,075 1,450,622 583
2023 25,375 1,818,790 680
2024 27,068 1,927,677 694
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

2.2 Demografi usia bimodal

2.3 Subkelompok diagnostik & koding J18

Distribusi kode diagnosis pneumonia/ISPB rinci (kode + nama)
Diagnosis (ICD-10) Klaim (sampel) Klaim (tertimbang) Persen klaim (%)
Pneumonia, tak spesifik (J18.9) 16,425 1,300,205 34.9
Bronkopneumonia, tak spesifik (J18.0) 18,601 1,275,088 39.6
Bronkitis akut, tak spesifik (J20.9) 5,880 388,413 12.5
Bronkiolitis akut, tak spesifik (J21.9) 2,359 144,779 5.0
Infeksi saluran napas bawah akut, tak spesifik (J22) 1,507 139,908 3.2
Pneumonia viral, tak spesifik (J12.9) 440 57,916 0.9
Pneumonia lain, organisme tak spesifik (J18.8) 505 38,686 1.1
Pneumonia bakterial, tak spesifik (J15.9) 348 26,391 0.7
Pneumonia viral lain (J12.8) 348 22,171 0.7
Bronkiolitis akut akibat RSV (J21.0) 287 11,386 0.6
Pneumonia lobar, tak spesifik (J18.1) 131 9,240 0.3
Pneumonia akibat Haemophilus influenzae (J14) 79 8,261 0.2
Pneumonia akibat Streptococcus pneumoniae (J13) 96 7,689 0.2
Pneumonia aspirasi (J69.0) 12 582 0.0
Pneumonia akibat bakteri Gram-negatif lain (J15.6) 4 261 0.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Catatan metode: pangsa J18 dihitung dari satu kode diagnosis per klaim yang dipilih engine via presedensi COALESCE field dx (FKL15A > FKL17A > FKL16 > FKL18 > SDX), sehingga satu klaim hanya dihitung sekali.

Implikasi surveilans. Hanya 92 pasien terkode pneumokokus (J13) dari 65,705 pasien pneumonia, karena ~96% terkode J18 tak spesifik. Klaim JKN tidak dapat mengukur fraksi pneumonia yang dapat dicegah PCV; argumen ekonomi PCV harus bersandar pada bukti efikasi eksternal, bukan koding klaim.

3 B. FKTP (Layanan Primer)

3.1 Volume FKTP per tahun

4 C. FKRTL (Rujukan/RS): Severity, LOS, Setting

4.1 Utilisasi per tahun (level)

4.2 Length of stay (LOS)

LOS menurut kelas rumah sakit (Unit: episode rawat inap)
Kelas RS Episode inap LOS rata-rata LOS median
RS Kelas C 28903 4.4 4.0
RS Kelas B 15841 5.6 4.0
RS Kelas D 7319 3.7 3.0
RS Kelas A 3611 10.3 7.0
RS Khusus/Lain 1995 5.0 4.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

4.3 Setting, kepemilikan, IGD & ICU

Proksi ICU/perawatan intensif Dari 67,599 klaim rawat inap pneumonia, sekitar 56 klaim (0.08%) membawa penanda INA-CBG perawatan intensif/ventilator (ICU/ICCU/HCU). Ini batas bawah, karena tidak semua perawatan intensif terkode di deskripsi INA-CBG.

5 D. Rujukan dan Konektivitas

5.1 Aliran rujukan

Geografi rujukan rawat inap Dari 209,693 rujukan rawat inap dengan asal jelas: 95% dalam kabupaten yang sama, 4% lintas kabupaten dalam provinsi, 1% lintas provinsi. Rujukan lintas wilayah tinggi mengindikasikan keterbatasan kapasitas RS rujukan lokal untuk pneumonia berat.

6 E. Geografi: Beban, Member-Faskes

6.1 Beban menurut provinsi

6.2 Member-Faskes

Kesesuaian geografi tempat tinggal vs faskes terdaftar Dari 796,033 pasangan member-faskes: 96% faskes terdaftar di provinsi yang sama dengan domisili, 86% di kabupaten yang sama. Ini menggambarkan kedekatan akses layanan primer.

7 F. Outcome: CFR, Mortalitas, Readmisi

7.1 CFR menurut usia (gradien)

7.2 Mortalitas & readmisi

Readmisi 30 hari Dari 10,845 urutan admisi pneumonia, 24.5% diikuti readmisi pneumonia dalam 30 hari. Readmisi dini menandakan tata-laksana belum tuntas atau pemulangan terlalu cepat, sebuah penanda mutu (premier ACSC readmission marker).

8 G. Komorbiditas

8.1 Komorbiditas tersering

9 H. Ekonomi (Biaya FKL48)

9.1 Tren biaya per tahun

9.2 Biaya menurut usia & subkelompok

9.3 INA-CBG termahal & konsentrasi biaya

15 kelompok INA-CBG dengan biaya FKL48 tertinggi
INA-CBG (FKL19A) Klaim Biaya (miliar Rp) Rata-rata/klaim (Rp)
SIMPLE PNEUMONIA & WHOOPING COUGH RINGAN 22,732 6,053.92 4,002,816
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM TANPA TRAKEOSTOMI BERAT 489 3,614.78 80,875,211
PROSEDUR SISTEM PERNAFASAN NON KOMPLEKS BERAT 742 2,648.49 33,594,292
SIMPLE PNEUMONIA & WHOOPING COUGH SEDANG 5,839 2,608.92 5,705,106
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM DENGAN TRAKEOSTOMI BERAT 162 1,714.54 129,284,057
SIMPLE PNEUMONIA & WHOOPING COUGH BERAT 2,257 1,538.24 7,852,904
GEJALA, TANDA DAN DIAGNOSIS SISTEM PERNAFASAN LAIN-LAIN (RINGAN) 5,818 1,245.08 3,223,993
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 62,034 915.99 196,103
381 2,251 869.72 4,134,966
MEMBUAT BARU, MEREVISI DAN MEMINDAHKAN ALAT DIALISIS BERAT 281 583.74 24,386,035
383 509 573.66 9,937,712
PENYAKIT KENCING MANIS & GANGGUAN NUTRISI/ METABOLIK BERAT 824 520.31 7,403,900
INFARK MYOKARD AKUT BERAT 472 496.86 11,038,382
382 782 481.75 5,904,190
KECEDERAAN PEMBULUH DARAH OTAK DENGAN INFARK BERAT 486 444.29 9,432,534
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

10 I. Ekuitas vs Populasi Umum

10.1 Gradien sosioekonomi (segmen)

10.2 Indeks representasi

Indeks representasi pasien vs populasi umum JKN (>1 = over-represented)
Karakteristik Level Pasien (%) Populasi Umum (%) Indeks (pasien/umum)
Kelompok Usia 18-59 (dewasa) 47.3 64.8 0.73
Kelompok Usia >=60 (lansia) 23.8 16.7 1.43
Kelompok Usia 5-17 (anak/remaja) 15.7 16.8 0.93
Kelompok Usia 1-4 (balita) 11.2 1.5 7.47
Kelompok Usia <1 (bayi) 2.0 0.2 10.00
Segmentasi (Membership) PPU 34.7 23.2 1.50
Segmentasi (Membership) PBI APBN 25.9 41.3 0.63
Segmentasi (Membership) PBPU (Mandiri) 19.4 11.6 1.67
Segmentasi (Membership) PBI APBD 13.8 20.1 0.69
Segmentasi (Membership) Bukan Pekerja 6.3 3.9 1.62
Pulau Jawa 57.1 54.2 1.05
Pulau Sumatera 23.0 20.7 1.11
Pulau Sulawesi 7.9 7.6 1.04
Pulau Kalimantan 5.1 5.7 0.89
Pulau Bali-Nusra 4.7 5.4 0.87
Pulau Maluku-Papua 2.1 6.4 0.33
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Tabel 1: Karakteristik Sampel

Tabel 1. Karakteristik pasien pneumonia/ISPB (FKTP / FKRTL / Overall) vs Populasi Umum JKN
Kategori FKTP (%) FKRTL (%) Overall (%) Populasi Umum (%)
Jenis Kelamin
Laki-laki 49.6 52.0 50.9 51.2
Perempuan 50.4 48.0 49.1 48.8
Kelompok Usia
18-59 (dewasa) 52.8 42.9 47.3 64.8
>=60 (lansia) 13.7 29.4 23.8 16.7
5-17 (anak/remaja) 20.9 12.6 15.7 16.8
1-4 (balita) 11.0 12.5 11.2 1.5
<1 (bayi) 1.6 2.7 2.0 0.2
Segmentasi (Membership)
PPU 41.9 31.5 34.7 23.2
PBI APBN 28.1 23.2 25.9 41.3
PBPU (Mandiri) 15.8 22.1 19.4 11.6
PBI APBD 10.5 15.4 13.8 20.1
Bukan Pekerja 3.6 7.8 6.3 3.9
Kelas Rawat
Kelas III 51.3 53.8 53.4 70.1
Kelas II 28.3 21.8 24.0 13.6
Kelas I 20.4 24.4 22.6 16.3
Pulau
Jawa 55.5 58.3 57.1 54.2
Sumatera 26.3 20.9 23.0 20.7
Sulawesi 7.3 8.1 7.9 7.6
Kalimantan 5.0 5.3 5.1 5.7
Bali-Nusra 4.2 5.1 4.7 5.4
Maluku-Papua 1.7 2.3 2.1 6.4
Kelompok Diagnostik
Pneumonia tak spesifik (J18) 28.1 78.6 57.3 -
Infeksi napas bawah lain (J20-J22) 66.9 18.4 38.8 -
Pneumonia spesifik/per-patogen (J12-J17) 5.0 3.0 3.9 -
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 J12-J18 + J20-J22 | FKTP + FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48
Denominator Tabel 1 (Unit: pasien unik)
Kolom Tertimbang Sampel mentah
FKTP 4,241,890 61,898
FKRTL 6,525,072 83,295
Overall 9,832,414 130,987
GeneralPop 302,106,337 2,590,751

Snapshot Tahun Terbaru (2024)

1,927,677Pasien terlayani 2024 (tertimbang)
1,460,850Pasien baru (insiden terlayani) 2024
Rp 8.1 TBiaya FKL48 2024
87,663Kematian di RS pada klaim 2024 (tertimbang)
96%Pneumonia berkode J18 tak spesifik (2024)

Keterbatasan

(1) Terlayani, bukan prevalensi sejati. Klaim hanya menangkap orang yang mencari layanan dan terkode pneumonia/ISPB; pneumonia ringan yang sembuh sendiri atau ditangani swadaya tak terlihat. (2) Koding tak spesifik (J18 ~96%). Patogen jarang teridentifikasi, sehingga fraksi vaccine-preventable dan etiologi tak dapat diukur dari klaim. (3) J20-J22 termasuk infeksi napas bawah non-pneumonia. Sebagian bronkitis/bronkiolitis akut tumpang tindih dengan beban ISPA; subkelompok dilaporkan terpisah. (4) Triangulasi Riskesdas self-report. Prevalensi komunitas berbasis diagnosis-nakes yang dilaporkan sendiri, bukan radiologi/kultur; perbedaan instrumen 2018 vs 2023 membatasi pembandingan langsung. (5) Proksi ICU/severity. Perawatan intensif dideteksi via string INA-CBG dan FKL23, keduanya batas bawah. (6) Biaya = FKL48 (verified-paid) dengan scope klaim ber-kode tema (J12-J22 di FKL15A/SDX), konsisten dengan laporan supply-side pasangannya.

Ekspor Data

Master tabel pendamping: 44 sheet diekspor ke outputs/pneumonia_jkn_companion_tables.xlsx.

Setiap figur memiliki tabel pendamping di workbook ini.


ARC Institute - Health System Center. Analisis Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 (schema reguler, sampel rumah tangga 1%, tertimbang PSTV15). Definisi kasus ICD-10 J12-J18 (pneumonia) + J20-J22 (ISPB). Biaya = FKL48. Reproducible: engine_pneumonia.R + riskesdas_precompute.R + report_pneumonia.Rmd.