Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai beberapa unit, perhatikan badge Unit: … pada judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (beban, demografi, peta, ekuitas); (2) Kunjungan/Klaim = per layanan (utilisasi, biaya, INA-CBG, komorbiditas); (3) Episode rawat inap = per perawatan inap (LOS, CFR).

Cara baca dokumen. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel. Analisis dibangun pada sampel reguler (rumah tangga 1%), frame yang sahih untuk tren waktu dan rate populasi. Definisi kasus = kode ICD-10 A41 (sepsis lain/tak spesifik), R65 (SIRS/sepsis), dan A40 (sepsis streptokokus) di diagnosis masuk/primer/sekunder (FKL15A/16/17A/18/SDX). Biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi / dibayar). Data klaim menggambarkan populasi yang terlayani sampai titik fatal, bukan insidens sepsis komunitas sejati: sepsis yang meninggal sebelum dirawat tidak masuk klaim.

Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi kasus, frame keparahan) - A Beban, Demografi, Geografi, Subkelompok diagnostik - B Konektivitas Layanan Primer - C FKRTL (Severity/LOS/Setting/ICU) - D Infeksi Hulu yang Mendahului Sepsis - E Geografi Member-Faskes & Rujukan - F Luaran: Mortalitas & CFR (endpoint keparahan) - G Komorbiditas Inang & Disfungsi Organ - H Ekonomi: Biaya-per-Kasus Tertinggi (FKL48) - I Ekuitas vs Populasi Umum.

1 Ringkasan Eksekutif

13,374pasien sepsis (sampel reguler, 2015-2024)
39.1%case fatality rate rawat inap (kematian di RS)
Rp 12.8 jtbiaya verifikasi rata-rata per perawatan inap
Rp 2144 Mtotal biaya sepsis 2024 (proyeksi nasional)
8.0%pasien dgn kontak infeksi terekam 90 hari sebelum sepsis

Temuan kunci. (1) Sepsis adalah endpoint keparahan paling fatal dari kluster infeksi: hampir seluruh klaim adalah rawat inap, dan sekitar satu dari tiga perawatan inap sepsis berakhir kematian di rumah sakit, jauh di atas penyakit infeksi lain.
(2) Sepsis membawa biaya-per-kasus tertinggi di antara penyakit infeksi yang dibandingkan, beberapa kali lipat biaya pneumonia, demam tifoid, atau diare per perawatan.
(3) Hanya sekitar 8% pasien sepsis memiliki kontak infeksi yang lebih ringan terekam dalam 90 hari sebelumnya (pernapasan, saluran kemih, kulit/jaringan lunak); proporsi ini adalah batas bawah yang dibatasi deteksi (hanya kontak yang tercatat di klaim FKRTL). Sisanya, sekitar 92%, datang sebagai eskalasi mendadak dalam data klaim, sehingga deteksi dan penanganan dini infeksi tingkat-rendah tetap menjadi titik ungkit meski jejaknya jarang terlihat di klaim.
(4) Beban dan kematian menumpuk pada bayi dan lansia; titik ungkit kebijakan adalah deteksi dan penanganan dini infeksi tingkat-rendah, bukan hanya perawatan intensif hilir.

2 Fondasi: Kohort, Definisi Kasus, dan Kerangka Keparahan

Definisi kasus dan kerangka analitik

Sumber: bpjs_data schema reguler (sampel rumah tangga 1% - frame tak bias untuk tren & rate populasi)
Definisi kasus: Pasien sepsis = >=1 klaim A41 (sepsis lain/tak spesifik) ATAU R65 (SIRS/sepsis) ATAU A40 (sepsis streptokokus) di FKL15A/16/17A/18/SDX (FKRTL).
Biaya: Biaya = FKL48 (biaya verifikasi / verified-paid). Total disetahunkan dengan bobot PSTV15. /1e9 = miliar.
Lingkup biaya: Biaya sepsis = klaim FKRTL ber-kode A40/A41/R65 di FKL15A/SDX (claim-level), konsisten antara demand & supply.
Tahun: 2015-2024  |  Bobot: PSTV15 (proyeksi nasional)

Alur Kohort (STROBE) - Sepsis dalam Sampel Reguler JKN
Unit: pasien unik | sampel mentah (raw), bukan tertimbang
Tahap Pasien unik
Anggota sampel reguler (denominator populasi) 2,590,751
Memiliki >=1 klaim FKRTL apa pun 976,214
Pasien dgn klaim ber-kode sepsis (A40/A41/R65) di FKRTL 12,122
Pasien dgn perawatan inap sepsis 11,232
Kohort analitik (semua pasien sepsis) 13,374
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

Kerangka keparahan, bukan insidens. Sepsis di sini dibaca sebagai outcome lintas-penyakit: ujung paling berat dari infeksi apa pun yang gagal dikendalikan. Klaim hanya menangkap sepsis yang sampai ke rumah sakit; sepsis yang fatal sangat cepat di komunitas tidak terekam, sehingga beban sejati lebih tinggi. Angka tahunan diambil dari sampel reguler (frame rumah tangga tak bias); jumlah absolut adalah proyeksi nasional tertimbang.

2.1 Subkelompok diagnostik sepsis

Tabel pendamping: subkelompok diagnostik sepsis
Kelompok diagnostik Pasien (tertimbang) Pasien (raw) % tertimbang
Sepsis lain/tak spesifik (A41) 1,073,768 11,955 90.1
SIRS/sepsis (R65) 83,836 1,014 7.0
Sepsis streptokokus (A40) 33,602 405 2.8
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

3 A. Beban, Demografi, dan Geografi

3.1 Tren beban tahunan

3.2 Distribusi usia dan jenis kelamin

3.3 Geografi: pulau dan provinsi

3.4 Detail kode diagnosis (ICD-10)

Rincian kode diagnosis sepsis (ICD-10, FKRTL)
Unit: klaim | 12 kode teratas menurut bobot
Diagnosis (ICD-10) Klaim (raw) Klaim (tertimbang) % klaim
Sepsis tak spesifik (A41.9) 2,068 182,237 59.4
Sepsis lain (A41) 768 77,318 22.1
Sepsis Streptococcus pneumoniae (A40.3) 176 12,996 5.1
Sepsis berat (R65.2) 106 7,846 3.0
Sepsis spesifik lain (A41.8) 93 7,631 2.7
Sindrom respons inflamasi sistemik (R65) 71 5,868 2.0
SIRS tak spesifik (R65.9) 55 5,480 1.6
SIRS asal infeksi dengan disfungsi organ (R65.1) 23 2,890 0.7
Sepsis streptokokus (A40) 20 2,209 0.6
Sepsis Staphylococcus aureus (A41.0) 13 943 0.4
Sepsis streptokokus grup A (A40.0) 9 924 0.3
SIRS asal infeksi tanpa disfungsi organ (R65.0) 15 875 0.4
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

4 B. Konektivitas Layanan Primer

Sepsis adalah diagnosis tingkat rumah sakit: hampir tidak ada kode sepsis di FKTP. Maka konektivitas yang relevan untuk pencegahan bukan “apakah sepsis dikelola di FKTP”, melainkan apakah infeksi hulu (yang mendahului sepsis) sempat ditangani di layanan primer, dibahas pada Pilar D.

5 C. FKRTL: Setting, LOS, Severity, dan Intensif

5.1 Rawat inap vs rawat jalan

5.2 Lama rawat (LOS)

5.2.1 Per subkelompok

5.2.2 Per kelas rumah sakit

5.2.3 Tren LOS per tahun

5.3 Severity INA-CBG dan layanan intensif

Proksi layanan intensif (INA-CBG bertanda ICU/HCU/ventilator): sekitar 0.1% perawatan inap sepsis membawa grouper intensif (15 dari 12,062 klaim inap teridentifikasi). Ini adalah batas bawah karena banyak perawatan intensif tidak tertangkap pada deskripsi grouper.

6 D. Infeksi Hulu yang Mendahului Sepsis

Pertanyaan kebijakan inti: infeksi apa yang mendahului sebuah perawatan sepsis? Untuk setiap pasien, kami ambil perawatan inap sepsis pertama, lalu telusuri klaim pasien tersebut dalam 90 hari sebelumnya untuk infeksi tingkat-rendah (pernapasan, saluran kemih, kulit, abdomen, dst). Pola ini menandai sepsis sebagai kegagalan hilir dari infeksi yang seharusnya dapat dikendalikan dini.

Jejak hulu sepsis. Dari 11,232 pasien dgn perawatan inap sepsis, 8.0% memiliki kontak infeksi terekam dalam 90 hari sebelumnya, dan 5.4% dalam 30 hari sebelumnya. Sisanya datang sebagai eskalasi mendadak/komunitas tanpa kontak infeksi terekam, menandai keterbatasan deteksi dini.

7 E. Geografi Member-Faskes dan Rujukan

Pola geografi rujukan perawatan inap sepsis
Unit: klaim inap | member terdaftar di kab/kota faskes sama: 87.8%
Jalur Klaim inap %
Dalam kab/kota sama 34,982 91.9
Lintas kab dalam provinsi 2,385 6.3
Lintas provinsi 691 1.8
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

8 F. Luaran: Mortalitas dan Case Fatality Rate

Endpoint keparahan. CFR rawat inap = kematian di rumah sakit (FKL14=3) dibagi seluruh perawatan inap sepsis. Ini adalah luaran paling tajam yang membedakan sepsis dari infeksi lain dan menjadi tolok ukur lintas-penyakit dokumen ini.

39.1% CFR rawat inap sepsis (4,712 kematian / 12,062 perawatan)

8.1 CFR menurut usia

8.2 CFR menurut subkelompok, segmen, dan kelas RS

8.2.1 Subkelompok diagnostik

8.2.2 Segmen kepesertaan

8.2.3 Kelas rumah sakit

8.3 Tren CFR dan kematian per tahun

9 G. Komorbiditas Inang dan Disfungsi Organ

9.1 Komorbiditas inang (faktor risiko)

9.2 Disfungsi organ co-coded dengan sepsis

10 H. Ekonomi: Biaya-per-Kasus Tertinggi (FKL48)

Definisi biaya

Seluruh biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi / dibayar), bukan tagihan provider. Total disetahunkan dengan bobot PSTV15 (/1e9 = miliar). Lingkup biaya sepsis = klaim FKRTL ber-kode A40/A41/R65.

10.1 Biaya total dan biaya-per-perawatan

Rp 15197 Mtotal biaya sepsis kumulatif (proyeksi nasional)
Rp 12.8 jtrata-rata biaya verifikasi per perawatan inap
Rp 6.6 jtmedian biaya per perawatan inap
Rp 27.2 jtpersentil-90 biaya per perawatan

10.2 Cross-disease: biaya-per-kasus dan CFR vs penyakit infeksi lain

Inilah inti kerangka “endpoint keparahan”: dibandingkan penyakit infeksi lain (semua dari sampel reguler, FKL48, per perawatan inap), sepsis membawa biaya-per-perawatan dan CFR tertinggi. Setiap kasus yang dapat dicegah dari eskalasi menjadi sepsis menghindari biaya dan kematian terbesar di kluster infeksi.

Tabel pendamping: biaya-per-kasus dan CFR lintas penyakit infeksi
Unit: episode rawat inap | sampel reguler | FKL48
Penyakit (ICD-10) Perawatan inap (raw) Rata-rata biaya (Rp) Median biaya (Rp) CFR (%)
Sepsis (A40/A41/R65) 9,218 14,330,608 7,375,400 37.29
Pneumonia (J12-18) 15,949 4,865,009 3,999,100 4.51
Dengue (A90-91) 15,675 2,503,679 2,195,800 0.54
Demam tifoid (A01) 13,049 2,822,417 2,609,600 0.26
ISK (N39) 2,852 3,553,584 2,804,350 0.74
Diare/gastroenteritis (A09) 30,911 2,343,772 1,981,100 0.98
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

10.3 Konsentrasi biaya dan INA-CBG

12 grup INA-CBG dgn belanja sepsis tertinggi
Unit: klaim | total tertimbang FKL48
INA-CBG Klaim (raw) Total biaya (miliar Rp) Rata-rata biaya (Rp)
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM TANPA TRAKEOSTOMI BERAT 283 2407.42 82,357,673
PROSEDUR SISTEM PERNAFASAN NON KOMPLEKS BERAT 455 1774.81 34,149,384
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM DENGAN TRAKEOSTOMI BERAT 86 962.89 140,919,244
346 78 543.18 60,169,318
351 124 374.60 26,507,088
343 14 354.88 92,138,785
SIMPLE PNEUMONIA & WHOOPING COUGH BERAT 453 333.05 8,083,697
SEPTIKEMIA BERAT 592 321.10 6,708,016
MEMBUAT BARU, MEREVISI DAN MEMINDAHKAN ALAT DIALISIS BERAT 121 293.62 23,518,889
PROSEDUR INTESTINAL KOMPLEKS (BERAT) 134 292.77 28,412,766
GANGUAN PEMBULUH DARAH PERIFER LAIN-LAIN (BERAT) 357 273.55 8,675,682
PENYAKIT KENCING MANIS & GANGGUAN NUTRISI/ METABOLIK BERAT 346 271.88 7,267,188
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

11 I. Ekuitas dan Representasi vs Populasi Umum

11.1 Tabel 1: karakteristik sampel

Tabel 1: karakteristik pasien sepsis vs populasi umum JKN
Unit: pasien unik (tertimbang) | kolom = distribusi %
Karakteristik Level FKRTL Sepsis (Overall) Populasi Umum
Jenis Kelamin Laki-laki 50.3% 50% 51.2%
Jenis Kelamin Perempuan 49.7% 50% 48.8%
Kelompok Usia 18-59 (dewasa) 48.2% 48.7% 64.8%
Kelompok Usia >=60 (lansia) 40.6% 39.1% 16.7%
Kelompok Usia 5-17 (anak/remaja) 5.6% 6.5% 16.8%
Kelompok Usia 1-4 (balita) 3.8% 3.9% 1.5%
Kelompok Usia <1 (bayi) 1.8% 1.7% 0.2%
Segmentasi (Membership) PBI APBN 28.8% 29% 41.3%
Segmentasi (Membership) PBPU (Mandiri) 26.3% 25.5% 11.6%
Segmentasi (Membership) PPU 18.1% 19.3% 23.2%
Segmentasi (Membership) PBI APBD 15% 14.8% 20.1%
Segmentasi (Membership) Bukan Pekerja 11.8% 11.3% 3.9%
Kelas Rawat Kelas III 59.5% 59.1% 70.1%
Kelas Rawat Kelas I 22.3% 21.6% 16.3%
Kelas Rawat Kelas II 18.3% 19.4% 13.6%
Pulau Jawa 63.3% 62.8% 54.2%
Pulau Sumatera 17.5% 18.1% 20.7%
Pulau Sulawesi 6.1% 6% 7.6%
Pulau Kalimantan 5.8% 5.8% 5.7%
Pulau Bali-Nusra 4.9% 4.9% 5.4%
Pulau Maluku-Papua 2.5% 2.4% 6.4%
Kelompok Diagnostik Sepsis lain/tak spesifik (A41) 90.2% 90.1% -
Kelompok Diagnostik SIRS/sepsis (R65) 7.2% 7% -
Kelompok Diagnostik Sepsis streptokokus (A40) 2.6% 2.8% -
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

11.2 Served-rate per provinsi (per 100k anggota)

11.3 Gradien SES (segmen)

11.4 Indeks representasi

12 Snapshot Tahun Terbaru (2024)

Ringkasan metrik kunci untuk tahun terbaru (2024), untuk relevansi kebijakan terkini.

Snapshot sepsis JKN 2024 (tahun terbaru)
Unit: campuran (lihat metrik)
Metrik Nilai 2024
Pasien sepsis terlayani (tertimbang) 122,237
Pasien sepsis (raw) 1,435
Total biaya sepsis (miliar Rp) 2143.7
Rata-rata biaya per klaim (Rp) 13,444,119
CFR rawat inap (%) 38.6
Median LOS rawat inap (hari) 6
Kematian di RS (tertimbang) 52,307
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 A40/A41/R65 | FKRTL | tertimbang PSTV15 | biaya FKL48

13 Keterbatasan dan Catatan Metodologis

Keterbatasan. (1) Populasi terlayani, bukan insidens sejati. Klaim hanya menangkap sepsis yang sampai ke rumah sakit; sepsis fatal-cepat di komunitas tidak terekam, sehingga beban dan kematian sejati lebih tinggi.
(2) Kode sepsis cenderung kurang spesifik. A41.9 (sepsis tak spesifik) dan R65 mendominasi; etiologi patogen jarang dikode, sehingga subkelompok streptokokus (A40) adalah batas bawah.
(3) Komorbiditas dan disfungsi organ adalah batas bawah. Walau di-scan FKL15A + SDX, pengkodean sekunder tidak lengkap.
(4) Infeksi hulu hanya yang terekam di klaim FKRTL. Infeksi yang ditangani di FKTP/swadaya/swasta non-JKN tidak tertangkap, sehingga proporsi “ada kontak hulu” adalah batas bawah, dan “eskalasi mendadak” sebagiannya adalah kontak yang tidak terlihat.
(5) CFR rawat inap = kematian di RS (FKL14=3), tidak termasuk kematian pasca-pulang (30 hari), sehingga CFR sejati lebih tinggi.
(6) Proksi ICU berasal dari deskripsi grouper INA-CBG, bukan penanda unit perawatan langsung, sehingga merupakan batas bawah.

14 Lampiran: Unduh Tabel

38 tabel pendamping tersimpan ke outputs/sepsis_jkn_tables.xlsx.

ARC Institute - Health System Center. Analisis reproducible: engine R (PostgreSQL bpjs_data, schema reguler) -> bundle RDS -> RMD house-style -> HTML. Definisi kasus ICD-10 A40/A41/R65; biaya FKL48 (dibayar); tertimbang PSTV15. Dokumen ini bersifat analitik dan bukan pengganti penilaian klinis individual.