Unit analisis (penting, tercantum di tiap tabel/figur). Dokumen ini memakai beberapa unit, perhatikan badge Unit: … pada judul: (1) Pasien unik = orang, dihitung sekali (prevalensi, demografi, peta, mortalitas, Pareto, ekuitas); (2) Kunjungan/Klaim = per layanan, satu pasien bisa banyak (volume utilisasi, biaya, INA-CBG, komorbiditas); (3) Episode rawat inap = per perawatan inap (LOS, CFR).

Cara baca dokumen. Setiap angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang (PSTV15) dari sampel; angka sampel mentah dilaporkan terpisah bila relevan. Analisis dibangun pada sampel reguler (rumah tangga 1%), frame yang sahih untuk tren waktu dan rate populasi. Definisi kasus ISK = kode ICD-10 N10-N13 (pielonefritis/ISK atas), N30 (sistitis), N39 (ISK tak spesifik) di diagnosis masuk/primer/sekunder. Biaya memakai FKL48 (biaya verifikasi/verified-paid), lingkup biaya = klaim FKRTL ber-kode ISK agar konsisten. Data klaim hanya menggambarkan populasi yang terlayani, bukan prevalensi sejati.

Peta Pilar (navigasi): Fondasi (kohort, definisi kasus, ISK sebagai ACSC) - A Beban, Demografi (gradien usia x jenis kelamin), Geografi, Kelompok Diagnostik, Eskalasi Pielonefritis - B FKTP (garis depan pencegahan, kontak primer sebelum rawat inap) - C FKRTL (Severity/LOS/Setting/Rekurensi) - D Inter, Rujukan & Konektivitas - E Geografi Member-Faskes - F Proses & Outcome (CFR & Mortalitas) - G Komorbiditas - H Ekonomi (Biaya FKL48, Pareto, INA-CBG) - I Ekuitas vs Populasi Umum.

526 /100kPrevalensi ISK terlayani JKN, 2024
522,064Rawat inap ISK (tertimbang), 2024
Rp 20.1 TTotal belanja ISK JKN (FKL48), 2015-2024
92.7%Rawat inap ISK tanpa kontak FKTP sebelumnya
1.5xRasio rate terlayani perempuan : laki-laki

Pesan kunci. Infeksi saluran kemih (ISK) adalah Ambulatory Care Sensitive Condition (ACSC): rawat inap pielonefritis (ISK atas, N10-N13) sebagian besar dapat dicegah bila ISK bawah ditangani dengan antibiotik dini dan rujukan tepat di layanan primer. Dokumen ini memetakan beban ISK terlayani JKN 2015-2024, eskalasi ke rawat inap, gradien jenis kelamin dan usia, serta biaya eskalasi yang dapat dicegah, sebagai dasar penguatan tatalaksana ISK di FKTP.

1 Layer 0 - Fondasi: kohort, definisi kasus & ISK sebagai ACSC

Fondasi - Alur Kohort (STROBE) - Definisi ISK (N10-N13, N30, N39) - ISK sebagai ACSC - Stratifikasi Kelompok Diagnostik

Inti: Mendefinisikan populasi analisis (peserta sampel reguler dengan >=1 klaim ISK), dan kerangka ACSC: ISK adalah kondisi sensitif-rawat-jalan yang rawat inapnya menjadi penanda kualitas akses layanan primer.
Sumber & desain: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024, schema reguler (sampel rumah tangga 1%, frame tak bias untuk tren & rate populasi); identifikasi pasien via PSTV01; bobot nasional PSTV15; demografi via codebook resmi (PSTV05 jenis kelamin, PSTV03 tanggal lahir, PSTV08 segmentasi, PSTV07 kelas, PSTV09 provinsi tempat tinggal, PSTV18 tahun meninggal); biaya via FKL48 (biaya verifikasi).

Tabel L0.1, Alur Pembentukan Kohort (STROBE) - Unit: Pasien unik (sampel)
Angka sampel mentah (pasien unik), sampel reguler BPJS 2015-2024
Tahap Pasien (sampel mentah)
Sampel reguler (peserta JKN tersampel) 2,590,751
Punya >=1 klaim FKRTL (semua sebab) 976,214
Pasien dengan >=1 diagnosis ISK (N10-N13/N30/N39) di FKRTL 55,661
Pasien dengan >=1 diagnosis pielonefritis / ISK atas (N10-N13) 13,984
Pasien dengan >=1 rawat inap ber-kode ISK 30,418
Pasien ISK terlihat di FKTP (FKP15 N10-N13/N30/N39) 47,451
KOHORT ANALISIS, ISK (FKTP dan/atau FKRTL) 92,764
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)
Definisi kasus ISK & pengelompokan klinis

Kelompok 1 - Pielonefritis / ISK atas (N10-N13): N10 pielonefritis akut, N11 pielonefritis kronik, N12 nefritis tubulointerstisial, N13 uropati obstruktif/refluks. Ini adalah eskalasi yang sering memerlukan rawat inap dan paling dapat dicegah.
Kelompok 2 - Sistitis / ISK bawah (N30): infeksi kandung kemih, umumnya dapat ditangani rawat jalan.
Kelompok 3 - ISK tak spesifik (N39): termasuk N39.0 (ISK lokasi tak ditentukan), kode paling sering dipakai. Interpretasi hati-hati: N39 non-spesifik dapat over-coded, sehingga angka N39 di-frame sebagai volume terlayani, bukan diagnosis presisi.

Tabel L0.2, Stratifikasi Kohort menurut Kelompok Diagnostik ISK - Unit: Pasien unik
Kelompok diagnostik primer (paling berat) per pasien
Kelompok Diagnostik Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) % (tertimbang)
ISK tak spesifik (N39) 62,134 5,009,886 66.7
Sistitis / ISK bawah (N30) 16,646 1,357,787 18.1
Pielonefritis / ISK atas (N10-N13) 13,984 1,141,232 15.2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2 Layer A - Beban, Demografi, Geografi & Eskalasi Pielonefritis

A - Prevalensi & Insidensi Terlayani - Demografi (Usia x Jenis Kelamin) - Geografi - Eskalasi Rawat Inap Pielonefritis (inti ACSC)
Inti: Beban ISK terlayani dari waktu ke waktu, siapa yang terlayani (gradien jenis kelamin perempuan & usia lanjut), di mana, dan tren eskalasi ke rawat inap pielonefritis, penanda utama kegagalan pencegahan di hulu.

2.1 Prevalensi terlayani per tahun

2.1.1 Total

Tabel: pasien ISK terlayani per tahun
Tabel A.1, Pasien ISK Terlayani per Tahun - Unit: Pasien unik
Tahun Pasien (sampel) Pasien (tertimbang)
2015 6,432 522,849
2016 8,577 655,986
2017 10,485 825,721
2018 11,669 932,831
2019 12,161 984,385
2020 9,896 760,145
2021 9,071 683,404
2022 11,972 951,033
2023 15,181 1,244,393
2024 17,144 1,460,275
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.1.3 Rate per 100k peserta JKN

Tabel: rate per 100k per tahun
Tabel A.3, Rate ISK Terlayani per 100k Peserta - Unit: Pasien / 100k
Tahun Pasien (tertimbang) Peserta JKN Rate per 100k
2015 522,849 156,790,000 333
2016 655,986 171,940,000 382
2017 825,721 187,980,000 439
2018 932,831 208,050,000 448
2019 984,385 224,150,000 439
2020 760,145 222,460,000 342
2021 683,404 235,720,000 290
2022 951,033 248,770,000 382
2023 1,244,393 267,310,000 466
2024 1,460,275 277,860,000 526
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.2 Insidensi (pasien ISK baru terlayani) per tahun

2.3 Eskalasi rawat inap pielonefritis / ISK (inti ACSC)

2.3.1 Rawat inap pasien (per tahun)

Tabel: pasien rawat inap ISK per tahun
Tabel A.4, Pasien Rawat Inap ISK per Tahun - Unit: Pasien unik
Tahun Pasien (sampel) Pasien (tertimbang)
2015 2,386 209,356
2016 3,035 254,397
2017 3,147 267,150
2018 3,302 274,596
2019 3,285 273,820
2020 2,365 183,300
2021 2,170 168,115
2022 3,504 296,368
2023 4,825 407,881
2024 5,265 461,298
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.3.2 Episode rawat inap (admisi per tahun)

Tabel: admisi rawat inap ISK per tahun
Tabel A.5, Admisi Rawat Inap ISK per Tahun - Unit: Episode rawat inap
Tahun Admisi (sampel) Admisi (tertimbang)
2015 2,565 224,014
2016 3,255 268,613
2017 3,451 289,257
2018 3,635 299,254
2019 3,596 303,408
2020 2,627 204,660
2021 2,445 188,682
2022 3,899 339,347
2023 5,441 450,145
2024 6,013 522,064
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.4 Distribusi diagnostik 4-karakter (ICD-10 + nama)

Tabel A.6, Distribusi Diagnosis ISK (ICD-10 4-karakter) - Unit: Klaim FKRTL ber-kode ISK
15 kode terbanyak (tertimbang); N39.0 = ISK lokasi tak ditentukan
Kode ICD-10 Nama diagnosis Klaim (sampel) Klaim (tertimbang) % klaim
N390 Infeksi saluran kemih, lokasi tak ditentukan 39,590 3,307,741 46.1
N119 Lainnya 2,171 1,262,758 2.5
N133 Hidronefrosis lain dan tak spesifik 10,655 923,742 12.4
N309 Sistitis, tak spesifik 10,424 833,121 12.1
N132 Hidronefrosis dengan obstruksi batu ginjal & ureter 7,288 581,425 8.5
N399 Gangguan sistem saluran kemih, tak spesifik 3,122 262,079 3.6
N39 Gangguan lain sistem saluran kemih 1,928 138,758 2.2
N131 Hidronefrosis dengan striktur ureter 1,397 107,929 1.6
N300 Sistitis akut 1,225 103,639 1.4
N10 Pielonefritis akut 1,338 98,735 1.6
N30 Sistitis 1,241 96,094 1.4
N135 Kinking & striktur ureter tanpa hidronefrosis 947 85,062 1.1
N130 Hidronefrosis dengan obstruksi ureteropelvic 760 64,209 0.9
N394 Lainnya 742 62,710 0.9
N308 Sistitis lain 622 57,896 0.7
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.5 Demografi: gradien usia x jenis kelamin

Gradien jenis kelamin. ISK adalah penyakit dengan dominasi perempuan yang khas (anatomi uretra pendek). Gradien usia menunjukkan beban tinggi pada perempuan usia reproduktif dan lansia (kedua jenis kelamin), kelompok yang menjadi target pencegahan dan tatalaksana dini.

2.5.1 Piramida usia x jenis kelamin

Tabel: pasien menurut usia x jenis kelamin
Tabel A.7, Pasien ISK menurut Usia x Jenis Kelamin - Unit: Pasien unik
Usia Jenis Kelamin Pasien (sampel) Pasien (tertimbang)
0-4 Laki-laki 1,481 88,214
0-4 Perempuan 1,151 62,678
5-17 Laki-laki 3,204 239,380
5-17 Perempuan 3,976 309,560
18-44 Laki-laki 14,080 1,113,019
18-44 Perempuan 26,419 2,181,532
45-64 Laki-laki 13,233 1,071,066
45-64 Perempuan 15,987 1,295,636
>=65 Laki-laki 5,616 486,646
>=65 Perempuan 4,508 407,480
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.5.2 Jenis kelamin

2.5.3 Kelompok usia

2.6 Geografi

2.6.1 Provinsi (15 teratas)

Tabel: pasien menurut provinsi
Tabel A.8, Pasien ISK menurut Provinsi (20 teratas) - Unit: Pasien unik
Provinsi Pulau Pasien (sampel) Pasien (tertimbang) %
Jawa Tengah Jawa 14,378 1,148,858 15.3
Jawa Barat Jawa 10,645 1,112,630 14.8
Jawa Timur Jawa 10,819 1,013,475 13.5
DKI Jakarta Jawa 2,758 428,125 5.7
Sulawesi Selatan Sulawesi 4,061 307,358 4.1
Sumatera Utara Sumatera 4,337 306,954 4.1
Banten Jawa 2,212 283,700 3.8
DI Yogyakarta Jawa 2,534 237,382 3.2
Nusa Tenggara Timur Bali-Nusra 2,932 177,488 2.4
Aceh Sumatera 1,858 176,077 2.3
Kalimantan Timur Kalimantan 2,268 167,868 2.2
Bali Bali-Nusra 2,795 159,694 2.1
Riau Sumatera 2,126 155,175 2.1
Nusa Tenggara Barat Bali-Nusra 1,464 148,301 2.0
Lampung Sumatera 1,848 143,913 1.9
Sulawesi Utara Sulawesi 2,393 142,569 1.9
Sumatera Barat Sumatera 1,453 115,868 1.5
Sumatera Selatan Sumatera 2,245 114,970 1.5
Sulawesi Tengah Sulawesi 1,608 107,706 1.4
Kalimantan Barat Kalimantan 1,349 92,784 1.2
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

2.6.2 Pulau

3 Layer B - FKTP: Garis Depan Pencegahan

B - FKTP (Layanan Primer) - Kontak Primer Sebelum Rawat Inap (inti ACSC) - Cakupan Lapisan Layanan
Inti: Layanan primer adalah tempat ISK seharusnya dikenali & diobati dini. Pilar ini mengukur volume ISK yang ditangani di FKTP dan, terpenting, berapa pasien yang dirawat inap karena ISK tanpa kontak FKTP sebelumnya, indikator langsung kegagalan pencegahan di hulu.
Temuan ACSC inti. Dari 30,418 pasien (sampel) yang dirawat inap ber-kode ISK, hanya 7.3% memiliki kontak FKTP untuk ISK sebelum rawat inap, sedangkan 92.7% dirawat inap tanpa kontak ISK di layanan primer terlebih dahulu. Ini menandakan sebagian besar eskalasi terjadi di luar jalur pencegahan primer yang terdokumentasi, peluang penguatan deteksi & tatalaksana dini ISK di FKTP.
Tabel B.1, Kontak FKTP Sebelum Rawat Inap ISK (ACSC) - Unit: Pasien unik
Kategori Pasien (sampel) %
Rawat inap ISK dengan kontak FKTP ISK sebelumnya 2,210 7.3
Rawat inap ISK tanpa kontak FKTP ISK sebelumnya 28,208 92.7
Total pasien rawat inap ISK 30,418 100.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

3.1 Volume ISK di FKTP

3.1.1 Per tahun

3.2 Cakupan lapisan layanan (FKTP vs FKRTL)

4 Layer C - FKRTL: Severity, LOS, Setting & Rekurensi

C - Utilisasi FKRTL - LOS menurut Kelompok & Kelas RS - Setting (RJ/RI) - Kepemilikan - IGD - Rekurensi
Inti: Pola rujukan & rawat inap: lama rawat (LOS) per kelompok diagnostik dan kelas RS, porsi rawat inap vs rawat jalan, kepemilikan fasilitas, masuk via IGD (penanda keparahan akut), dan rekurensi (episode berulang).

4.1 Utilisasi per tahun menurut lapisan

4.2 LOS (lama rawat inap)

4.3 Setting, kepemilikan & IGD

4.3.1 Rawat inap vs rawat jalan

4.3.2 Kepemilikan fasilitas

4.3.3 Masuk via IGD per tahun

4.4 Rekurensi (episode ISK berulang per pasien)

5 Layer D - Inter: Rujukan & Konektivitas

D - Rujukan via FKTP - Tipe Perujuk - Geografi Rujukan (lintas kab/provinsi)
Inti: Sejauh mana rawat lanjut ISK terhubung ke jalur rujukan FKTP yang benar, dan apakah pasien harus melintasi batas wilayah untuk dirujuk.

5.1 Rujukan via FKTP per tahun

5.2 Tipe perujuk & geografi rujukan

5.2.1 Tipe perujuk (rawat inap)

5.2.2 Geografi rujukan

6 Layer E - Geografi Member-Faskes

E - Kesesuaian Domisili vs Faskes Terdaftar (provinsi & kab/kota)
Inti: Apakah peserta ISK terdaftar pada faskes di wilayah domisilinya, proksi akses geografis ke layanan primer.
Kesesuaian geografis member-faskes: dari 600,342 peserta ISK dengan data lengkap, 95.5% terdaftar pada faskes di provinsi yang sama dengan domisili dan 86.2% pada kab/kota yang sama.

7 Layer F - Proses & Outcome: CFR & Mortalitas

F - CFR Rawat Inap (total, per kelompok, per usia) - Mortalitas Pasien (PSTV18) - Pielonefritis vs ISK Bawah
Inti: Hasil klinis: kematian dalam rawat inap (FKL14=3) dan mortalitas kohort (tahun meninggal PSTV18), dengan perbandingan pielonefritis vs ISK bawah, ISK yang tereskalasi membawa risiko fatal terutama pada lansia.

7.1 CFR rawat inap

CFR rawat inap ISK: dari 36,927 episode rawat inap ber-kode ISK (sampel), 2.36% berakhir meninggal di rumah sakit (FKL14=3). Eskalasi ISK ke rawat inap, khususnya pielonefritis pada lansia, membawa risiko fatal yang nyata.

7.2 Mortalitas kohort: pielonefritis vs ISK bawah

7.3 Mortalitas kohort per tahun (PSTV18)

8 Layer G - Komorbiditas

G - Komorbiditas Utama - Jumlah Komorbiditas per Pasien
Inti: Kondisi penyerta yang memperberat ISK & meningkatkan risiko eskalasi: diabetes, batu saluran kemih, pembesaran prostat (laki-laki), kehamilan (perempuan), CKD, dan sepsis sebagai komplikasi terberat.

8.1 Komorbiditas utama (FKL15A + SDX)

Tabel G.1, Komorbiditas Utama pada Pasien ISK - Unit: Pasien unik
Komorbiditas Pasien (sampel) % dari pasien ISK
Hipertensi (I10-15) 16,258 17.5
Batu saluran kemih (N20-22) 13,014 14.0
Diabetes (E10-14) 9,058 9.8
Anemia (D60-64) 6,953 7.5
Kehamilan terkait (O) 6,366 6.9
Penyakit Ginjal Kronik (N17-19) 5,985 6.5
Pembesaran prostat / BPH (N40) 5,294 5.7
Sepsis (A40/A41/R65) 1,506 1.6
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

8.2 Jumlah komorbiditas per pasien

9 Layer H - Ekonomi: Biaya FKL48, Pareto & INA-CBG

H - Biaya per Tahun (FKL48) - Biaya per Setting (eskalasi rawat inap) - Biaya per Kelompok - INA-CBG Teratas - Konsentrasi Biaya (Pareto)
Inti: Beban finansial ISK terlayani JKN memakai FKL48 (biaya verifikasi/verified-paid), lingkup biaya = klaim FKRTL ber-kode ISK. Fokus pada biaya rawat inap pielonefritis yang dapat dicegah: setiap rupiah yang teralokasi pada eskalasi rawat inap adalah peluang penghematan bila ISK ditangani dini di FKTP.

9.1 Biaya ISK per tahun (FKL48)

9.1.1 Total biaya per tahun

Tabel: biaya ISK per tahun
Tabel H.1, Belanja ISK JKN per Tahun (FKL48) - Unit: Klaim ber-kode ISK
Tahun Total (miliar Rp) Mean/klaim (Rp) Median (Rp)
2015 1,288.5 2,510,129 901,400
2016 1,529.2 2,475,543 901,400
2017 1,639.9 2,156,501 514,300
2018 1,779.1 1,975,907 317,300
2019 1,872.1 1,791,529 262,000
2020 1,342.5 1,839,430 270,400
2021 1,412.3 1,858,818 278,100
2022 2,339.6 1,960,831 336,100
2023 3,216.0 2,058,139 327,100
2024 3,715.9 2,000,767 270,500
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

9.1.2 Mean & median biaya per klaim

9.2 Biaya menurut setting (eskalasi rawat inap)

9.3 Biaya menurut kelompok diagnostik

9.4 INA-CBG teratas menurut belanja

Tabel H.2, INA-CBG Teratas pada Klaim ISK (FKL48) - Unit: Klaim FKRTL
INA-CBG Klaim (sampel) Total (miliar Rp) Mean/klaim (Rp)
PROSEDUR PADA URETRA DAN TRANSURETRA RINGAN 2,881 1,994.92 8,329,046
INFEKSI GINJAL DAN SALURAN URIN RINGAN 8,903 1,875.33 2,616,680
PROSEDUR SALURAN URIN ATAS RINGAN 1,149 1,000.21 10,523,746
PROSEDUR DIALISIS 2,003 842.60 849,897
BATU URIN RINGAN 2,129 725.50 3,899,102
PROSEDUR SALURAN URIN ATAS SEDANG 401 722.45 16,203,759
PENYAKIT KRONIS KECIL LAIN-LAIN 38,075 657.07 202,884
INFEKSI GINJAL DAN SALURAN URIN SEDANG 1,549 586.73 4,881,991
VENTILASI MEKANIKAL LONG TERM TANPA TRAKEOSTOMI BERAT 43 518.99 85,953,437
PENGANGKATAN PROSTAT MELALUI URETRA SEDANG 369 501.05 11,982,805
PROSEDUR PADA URETRA DAN TRANSURETRA SEDANG 469 431.82 11,791,870
PROSEDUR ULTRASOUND LAIN-LAIN 9,341 417.84 575,663
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

9.5 Konsentrasi biaya (Pareto)

10 Layer I - Ekuitas vs Populasi Umum

I - Rate Terlayani menurut Jenis Kelamin - Segmentasi (PBI vs Non-PBI) - Provinsi (per 100k) - Indeks Representasi
Inti: Apakah beban terlayani ISK terdistribusi adil dibanding populasi peserta JKN? Gradien jenis kelamin (perempuan), segmentasi sosial-ekonomi (PBI vs mandiri), dan geografi menentukan ke mana intervensi pencegahan diarahkan.

10.1 Rate terlayani menurut jenis kelamin

Tabel I.2, Rate ISK Terlayani menurut Jenis Kelamin - Unit: Pasien / 1000 peserta
Jenis Kelamin Pasien ISK (tertimbang) Peserta (tertimbang) Rate per 1000
Perempuan 4,256,887 147,295,805 28.90
Laki-laki 2,998,325 154,810,532 19.37
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

10.2 Rate terlayani menurut segmentasi

10.3 Rate terlayani menurut provinsi (per 100k)

Tabel: rate terlayani per provinsi
Tabel I.1, Rate ISK Terlayani per 100k menurut Provinsi - Unit: Pasien / 100k
Provinsi Pulau Pasien ISK (tertimbang) Rate per 100k
DI Yogyakarta Jawa 237,382 5,572
Sulawesi Utara Sulawesi 142,569 4,728
Bali Bali-Nusra 159,694 4,053
Kalimantan Utara Kalimantan 28,693 3,987
Kalimantan Timur Kalimantan 167,868 3,920
DKI Jakarta Jawa 428,125 3,237
Sulawesi Tengah Sulawesi 107,706 3,159
Sulawesi Selatan Sulawesi 307,358 2,997
Jawa Tengah Jawa 1,148,858 2,908
Aceh Sumatera 176,077 2,875
Sulawesi Barat Sulawesi 43,763 2,782
Nusa Tenggara Timur Bali-Nusra 177,488 2,739
Kepulauan Riau Sumatera 63,126 2,733
Gorontalo Sulawesi 41,185 2,514
Nusa Tenggara Barat Bali-Nusra 148,301 2,486
Jawa Timur Jawa 1,013,475 2,372
Maluku Utara Maluku-Papua 35,061 2,355
Sulawesi Tenggara Sulawesi 72,494 2,343
Bengkulu Sumatera 50,392 2,266
Kalimantan Selatan Kalimantan 91,785 2,242
Riau Sumatera 155,175 2,200
Jawa Barat Jawa 1,112,630 2,179
Banten Jawa 283,700 2,165
Kep. Bangka Belitung Sumatera 34,698 2,133
Jambi Sumatera 75,371 2,126
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

10.4 Indeks representasi (kohort ISK vs populasi umum)

11 Tabel 1 - Karakteristik Sampel (FKTP / FKRTL / Overall / Populasi Umum)

Tabel 1, Karakteristik Pasien ISK menurut Lapisan Layanan vs Populasi Umum - Unit: % kolom (tertimbang)
Distribusi tertimbang (PSTV15); kolom Populasi Umum = seluruh peserta sampel reguler
Karakteristik FKTP % FKRTL % Overall % Populasi Umum %
Jenis Kelamin
Perempuan 61.3 56.4 58.7 48.8
Laki-laki 38.7 43.6 41.3 51.2
Kelompok Usia
18-44 52.6 40.1 45.4 45.3
45-64 30.3 34.9 32.6 24.2
>=65 8.5 14.8 12.3 12.0
5-17 7.1 7.6 7.6 16.8
0-4 1.4 2.6 2.1 1.7
Segmentasi (Membership)
PPU 42.2 35.4 37.7 23.2
PBI APBN 27.4 24.2 26.3 41.3
PBPU (Mandiri) 17.1 21.4 19.4 11.6
PBI APBD 9.6 12.1 11.0 20.1
Bukan Pekerja 3.7 6.9 5.6 3.9
Kelas Rawat
Kelas III 50.6 51.0 51.1 70.1
Kelas II 27.2 24.4 25.4 13.6
Kelas I 22.2 24.6 23.5 16.3
Pulau
Jawa 61.3 56.3 58.2 54.2
Sumatera 15.8 17.9 17.0 20.7
Sulawesi 9.2 10.2 9.9 7.6
Bali-Nusra 6.5 6.8 6.7 5.4
Kalimantan 5.8 6.0 5.9 5.7
Maluku-Papua 1.5 2.8 2.3 6.4
Kelompok Diagnostik
ISK tak spesifik (N39) 68.9 60.0 66.7 0.0
Sistitis / ISK bawah (N30) 21.7 17.0 18.1 0.0
Pielonefritis / ISK atas (N10-N13) 9.4 23.0 15.2 0.0
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)
Tabel 1b, Denominator per Kolom - Unit: Pasien unik
Kolom Pasien (tertimbang) Pasien (sampel)
FKTP 3,717,965 47,451
FKRTL 4,588,908 55,661
Overall 7,508,906 92,764
GeneralPop 302,106,337 2,590,751
Sumber: Data Sampel BPJS Kesehatan 2015-2024 | ICD-10 N10-N13, N30, N39 | FKTP + FKRTL | biaya FKL48 (verified-paid) | tertimbang PSTV15 (proyeksi nasional)

12 Ringkasan Temuan Kunci & Implikasi Kebijakan

1. Beban terlayani 2024 (tahun terkini). Pada 2024, prevalensi ISK terlayani JKN mencapai 526 per 100.000 peserta, dengan 522,064 admisi rawat inap ber-kode ISK (proyeksi nasional), titik tertinggi sepanjang 2015-2024, menandakan beban yang terus meningkat dan relevan untuk perencanaan tahun berjalan.
2. ISK sebagai ACSC, eskalasi yang dapat dicegah. Pielonefritis / ISK atas (N10-N13) menyumbang 15.1% pasien tetapi membawa biaya rawat inap per kasus tertinggi. Total belanja rawat inap ISK 2015-2024 mencapai Rp 17.2 T (FKL48), porsi terbesar dari total Rp 20.1 T.
3. Kegagalan pencegahan di hulu. 92.7% pasien yang dirawat inap karena ISK tidak memiliki kontak FKTP untuk ISK sebelumnya, peluang langsung penguatan deteksi & antibiotik dini di layanan primer untuk mencegah eskalasi.
4. Gradien jenis kelamin. Rate ISK terlayani pada perempuan (28.9/1000) adalah 1.5x rate laki-laki (19.4/1000), konsisten dengan epidemiologi ISK; intervensi tatalaksana & edukasi perlu sensitif gender dan usia.
5. Risiko fatal eskalasi. CFR rawat inap ISK 2.36%, dengan gradien usia tajam (lansia paling rentan), menegaskan bahwa ISK yang tereskalasi bukan kondisi sepele.

Implikasi kebijakan (mekanisme, bukan sekadar endpoint). (a) Hulu di FKTP: protokol diagnosis & antibiotik ISK dini, urinalisis cepat, dan rujukan tepat-waktu untuk gejala pielonefritis menurunkan admisi rawat inap yang dapat dicegah (rantai sebab: ISK bawah tak tertangani -> pielonefritis -> rawat inap -> biaya tinggi -> risiko fatal lansia). (b) Sasaran prioritas: perempuan usia reproduktif & lansia kedua jenis kelamin, serta pasien diabetes/batu/BPH (komorbiditas yang memperberat). (c) Efisiensi pembiayaan: setiap rupiah pada pencegahan ISK di FKTP berpotensi mengalihkan belanja dari rawat inap pielonefritis (biaya per kasus tertinggi). (d) Catatan data: N39 non-spesifik mendominasi koding (67.0%), sehingga angka N39 di-frame sebagai volume terlayani, bukan diagnosis presisi; klaim hanya menangkap populasi terlayani, bukan prevalensi sejati.

Keterbatasan
  1. Data terlayani, bukan prevalensi sejati. Klaim JKN hanya menangkap kasus yang sampai ke fasilitas; ISK ringan yang diobati mandiri tak tercatat. Tidak tersedia survei komunitas ISK yang sahih (Riskesdas tidak mengukur ISK), sehingga triangulasi prevalensi komunitas tidak dilakukan, angka di-frame sebagai beban terlayani.
  2. N39 non-spesifik. Kode N39 (termasuk N39.0) sering dipakai sebagai diagnosis umum ISK; dominasinya dapat mencerminkan praktik koding, bukan presisi klinis.
  3. Kontak FKTP terdokumentasi. Indikator ACSC “tanpa kontak FKTP” mengandalkan kode ISK terekam di FKTP; kontak FKTP tanpa koding ISK eksplisit tidak tertangkap, sehingga porsi sesungguhnya yang melewati FKTP bisa sedikit lebih tinggi.
  4. Lingkup biaya. Biaya = klaim FKRTL ber-kode ISK (FKL48 verified-paid); biaya layanan terkait ISK yang tidak ber-kode ISK tidak dimasukkan agar konsisten lintas analisis.
  5. Sampel 1%. Estimasi tertimbang membawa ketidakpastian sampling, terutama pada subkelompok kecil & provinsi timur.

13 Lampiran: Ekspor Master (xlsx)

Master tabel pendamping: 46 sheet diekspor ke outputs/uti_jkn_companion_tables.xlsx (satu sheet per figur/tabel utama).

Sumber data: Data Sampel BPJS Kesehatan (Data Sampel JKN) 2015-2024, schema reguler (sampel rumah tangga 1%). Definisi kasus: ICD-10 N10-N13 (pielonefritis/ISK atas), N30 (sistitis), N39 (ISK tak spesifik). Biaya: FKL48 (biaya verifikasi/verified-paid), tertimbang PSTV15. Denominator per 100k: peserta JKN nasional (DJSN). Penyusun: ARC Institute - Health System Center.