Lansia dan Perawatan Jangka Panjang di Indonesia
Tentang laporan ini
Indonesia telah memasuki struktur penduduk menua. Pada 2023 penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 11,75 persen populasi, dan proyeksinya naik menjadi sekitar 20 persen, kira-kira 72 juta orang, pada 2045. Laporan ini membaca lansia dan perawatan jangka panjang dari dua sisi yang saling melengkapi: sisi permintaan, yaitu bagaimana lansia memakai layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan sisi pasokan, yaitu apakah sistem kesehatan punya tenaga, fasilitas, obat, pembiayaan, dan tata kelola untuk merawat mereka.
Sisi permintaan memakai Data Sampel BPJS Kesehatan 2015 sampai 2024 dan menggambarkan populasi lansia yang terlayani JKN, bukan seluruh penduduk lansia. Sisi pasokan memakai kerangka enam pilar sistem kesehatan WHO dengan skor Ketersediaan, Keterjangkauan, dan Mutu (AAQ), berbasis data tenaga kesehatan, fasilitas, dan proyeksi penduduk 2025.
Temuan utama
- Mayoritas lansia yang terlayani JKN menanggung lebih dari satu penyakit kronis sekaligus, dan jumlahnya meningkat tajam dengan usia, didominasi kombinasi kardiometabolik (hipertensi, diabetes, jantung, ginjal).
- Belanja rumah sakit untuk lansia meningkat dengan usia dan jumlah penyakit kronis, dan sangat terkonsentrasi, dengan total belanja rumah sakit (FKRTL) kumulatif sekitar Rp 220,9 triliun selama 2015 sampai 2024.
- Laju terlayani per 1.000 peserta lansia berbeda nyata antarprovinsi dan antarsegmen kepesertaan, sebuah pola akses yang belum merata bagi lansia.
- Di sisi pasokan, Indonesia hanya memiliki 9 dokter spesialis geriatri (Sp.PD-KGer) secara nasional, sehingga perawatan lansia bertumpu pada penyakit dalam, perawat, dan fisioterapis.
- Layanan geriatri di rumah sakit baru tersedia di 59,7 persen kabupaten/kota, sementara 40,3 persen kabupaten/kota sama sekali tidak memilikinya.
- Indonesia belum memiliki skema pembiayaan perawatan jangka panjang formal, dan rencana aksi nasional kesehatan lansia berakhir pada 2024, menandai kesenjangan tata kelola yang utama.
Pilih sisi yang ingin Anda baca
Laporan ini terdiri dari dua dokumen lengkap. Sisi permintaan menjawab siapa yang terlayani dan berapa banyak; sisi pasokan menjawab apakah sistem mampu menyediakan layanan.
Analisis Demand (Klaim JKN)
Beban demografi, kontak pertama, layanan primer dan rujukan, sindrom geriatri, multimorbiditas, biaya, dan ekuitas, dari klaim JKN 2015 sampai 2024.
Baca analisis demand → Sisi PasokanAnalisis Supply (Sistem Kesehatan)
Kapasitas sistem kesehatan untuk lansia dan perawatan jangka panjang, enam pilar WHO, tenaga geriatri, fasilitas, obat, pembiayaan, dan tata kelola, dengan skor AAQ.
Baca analisis supply →