Report · HIV/AIDS
Epidemiologi dan Utilisasi Layanan HIV/AIDS dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
HIV/AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan diagnosis terlambat dan ko-infeksi tuberkulosis sebagai dua persoalan utama. Laporan ini menelusuri bagaimana HIV/AIDS terlihat di dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan untuk periode 2015 sampai 2024.
Angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang dari sampel dan menggambarkan orang dengan HIV yang terlayani oleh JKN, bukan estimasi epidemi sebenarnya. Nilai biaya dilaporkan per tahun, bukan diakumulasikan lintas tahun, dan merupakan klaim terverifikasi-bayar; sebagian besar pengobatan antiretroviral didanai program nasional di luar klaim JKN, sehingga biaya yang terlihat di sini adalah batas bawah.
Questions this report answers
- Berapa banyak orang dengan HIV yang terlayani JKN, dan bagaimana trennya dari 2015 ke 2024?
- Seberapa besar porsi pasien yang baru terdiagnosis pada stadium lanjut?
- Seberapa kuat sindemik TB-HIV muncul dalam data klaim?
- Berapa biaya yang terlihat dalam JKN, dan mengapa angka ini hanya batas bawah?
Key findings
- Jumlah pasien HIV terlayani pada 2024 mencapai sekitar 135.806 jiwa (tertimbang), naik konsisten dari sekitar 25.018 jiwa pada 2016.
- Dominasi subkelompok B20 (HIV dengan penyakit infeksi atau parasit) mencapai 88,4 persen pasien, menandakan sebagian besar baru terdiagnosis pada stadium lanjut dengan infeksi oportunistik.
- Pasien baru meningkat dari sekitar 25.018 jiwa (2016) menjadi sekitar 62.720 jiwa (2024), mencerminkan perluasan akses sekaligus masih tingginya diagnosis terlambat.
- Ko-infeksi TB-HIV muncul sebagai sindemik kunci, menegaskan perlunya layanan terpadu antara program TB dan HIV.
Citation. ARC Institute, Health System Center. Epidemiologi dan Utilisasi Layanan HIV/AIDS dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 2015 to 2024. 2026. /reports/hiv/