Report · Kesehatan Balita
Kesehatan Anak Balita (Under-5) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)
Anak usia di bawah lima tahun (balita) menanggung sebagian besar beban penyakit akut dan neonatal yang memerlukan perawatan rumah sakit. Laporan ini menelusuri bagaimana balita terlihat di dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), menggunakan Data Sampel BPJS Kesehatan untuk periode 2015 sampai 2024.
Angka populasi adalah proyeksi nasional tertimbang dari sampel dan menggambarkan balita yang terlayani oleh JKN, bukan seluruh populasi balita. Nilai biaya dilaporkan per tahun, bukan diakumulasikan lintas tahun, dan merupakan klaim terverifikasi-bayar, bukan realisasi anggaran resmi.
Questions this report answers
- Berapa banyak balita yang terlayani JKN, dan bagaimana trennya dari 2015 ke 2024?
- Kondisi apa yang paling banyak menyerap perawatan rumah sakit pada balita?
- Sejauh mana balita memanfaatkan layanan primer dibanding rujukan rumah sakit?
- Berapa biaya layanan balita pada tahun terbaru, dan bagaimana cara membacanya?
Key findings
- Sekitar 18,65 juta balita unik terlayani JKN sepanjang 2015 sampai 2024 (angka tertimbang), dengan 1,75 juta pasien memiliki setidaknya satu klaim pada usia 0 sampai 4 tahun.
- Pada tahun terbaru lengkap (2024), belanja FKRTL balita mencapai sekitar Rp 3,7 triliun (proyeksi nasional, klaim terverifikasi-bayar), dilaporkan per tahun.
- Sekitar 87 persen belanja rumah sakit terserap di rawat inap, dengan tiga kelompok kondisi dominan: perinatal dan neonatal, pneumonia, serta diare dan gastroenteritis.
- Akses berjenjang timpang: sekitar 46,1 persen balita hanya memanfaatkan layanan primer (FKTP), sementara sebagian hanya mengakses rumah sakit, menandakan jalur rujukan yang belum mulus.
Citation. ARC Institute, Health System Center. Kesehatan Anak Balita (Under-5) dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), 2015 to 2024. 2026. /reports/u5/