ARC Institute Pilar Modeling
Pilar 3 · Tugas Perawat  +  Pilar 4 · Resep Panjang & Stok Obat

Paket Pengobatan: Kapasitas, Durasi, dan Keandalan Stok

Tiga mekanisme yang berbeda tetapi bertemu di satu hasil: berapa banyak hari per tahun pasien benar-benar memegang obatnya. Pasien butuh layanan yang cukup luas (tugas perawat), obat yang cukup panjang per kunjungan (resep panjang), dan stok yang andal (rantai pasok). Kalau salah satu macet, hari obat tetap rendah dan tekanan darah tidak terkontrol.

Mempengaruhi transisi Diobati → Terkontrol · indikator kunci: hari obat tertutupi (PDC)
Pilar 3 · Tugas Perawat — membuka kapasitas layanan

Kapasitas Layanan Perawat · kunjungan rutin yang bisa dipegang perawat grid engine

Berapa kali lipat kapasitas kunjungan rutin di FKTP setelah perawat dilatih dan diberi otoritas menjalankan follow-up NCD (titrasi obat, edukasi, monitoring) — pekerjaan yang dulu eksklusif dokter. Mengukur seberapa luas kebijakan tugas perawat sudah menyentuh sistem.

1× kapasitas kunjungan58 jt/thn
1× baseline (dokter saja)2× (1 perawat / dokter)3× (2 perawat / dokter)
Detail teknis & pertanyaan terbuka
Engine grid mendukung 3 level: 1.00 / 2.00 / 3.00. Slider kontinu untuk eksplorasi konseptual; trajectory di-snap ke level grid terdekat.
Visit aktual ≈ 4.5 × multiplier kapasitas (per pasien per tahun, dibatasi kapasitas FKTP)
Pertanyaan terbuka: koefisien hasil pengobatan oleh perawat (k_nu) saat ini diasumsikan 0.78 ± 0.08 — perlu triangulasi Joshi 2014 (TS-NCD) dan Jafar 2019 (COBRA-BPS). TBD spec §14
Pilar 4 · Resep Panjang — memperpanjang interval refill

Hari Obat per Kunjungan · berapa hari supply diberikan saat refill grid engine

Saat ini pasien rata-rata hanya dapat resep 17 hari per kunjungan, sehingga perlu kembali sangat sering dan banyak yang putus obat. Memperpanjang resep menjadi 30–90 hari (standar global WHO HEARTS) menurunkan beban kunjungan dan memperbaiki ketersediaan obat di tangan pasien.

17 hari 21.5 kunjungan/thn untuk 365 hari
17 baseline306090 maks
Detail teknis
Engine grid level: 17 / 30 / 60 / 90 hari.
Hari tertutupi per visit = visit aktual × hari obat per visit
Spec v2.0 §8 — Pillar 4. Standar global MMD umumnya 60–90 hari (WHO HEARTS, IAP). Indonesia baseline 17 hari = praktik dispensing sangat fragmented.
Hasil Gabungan

Berapa hari pasien benar-benar memegang obatnya per tahun?

Tiga mekanisme di atas (kapasitas perawat, resep panjang, keandalan stok) bertemu di satu angka: dari 365 hari per tahun, berapa banyak yang benar-benar tertutupi obat. Klinis baru tercapai jika angka ini ≥ 80% (target standar internasional).

Tampilan kunjungan:
Refill dengan dokter Refill dengan perawat (TSTS) Gagal — stok kosong
5 kunjungan/tahun = 4 dokter + 0 perawat + 1 gagal stok kosong
68 hari obat tertutupi  ·  297 hari tanpa obat
21.6%
vs baseline (saat ini) 21.6%
Target: ≥ 80% dari hari tertutupi obat = standar PDC global. Indonesia masih jauh — bahkan dengan perawat dilatih 3× lipat dan resep 90 hari, hasilnya belum menyentuh target tanpa perbaikan rantai pasok.

Cara perhitungannya, dalam bahasa biasa:

  1. 1. Kunjungan yang dijadwalkan per tahun 5 kunjungan
  2. 2. Dikalikan hari obat per kunjungan × 17 hari
  3. 3. Dikurangi yang gagal karena stok kosong × 80%
  4. Subtotal — hari obat dari refill tahun ini 68 hari
  5. 4. Ditambah supply tersisa dari refill sebelumnya (buffer carry-over per spec calibration) +11 hari
  6. Total hari obat tertutupi per tahun 79 hari · 21.6%
Perspektif Sistem · Skala Indonesia

Berapa total kunjungan yang dibutuhkan sistem? Berapa yang bisa dilayani?

Indonesia punya ≈ 12.9 juta pasien hipertensi 40+ yang sudah dalam pengobatan (sumber: SKI 2023, populasi 40+ × prevalensi HT × treated_share). Setiap pasien butuh refill obat berulang sepanjang tahun. Kapasitas perawat (TSTS) menambah supply visit; resep panjang (MMD) mengurangi demand visit. Berikut kondisi sistem dengan setting Anda saat ini.

Total kebutuhan visit / tahun
277
277 jt = 12.9 jt × 21.5 visit/pasien
Kapasitas sistem (dokter + perawat)
58
58 jt 58 dokter + 0 perawat
4.8×
Shortage
Sistem hanya bisa melayani 21% kebutuhan visit/thn. Gap 219 juta visit tidak terlayani per tahun → pasien antri, drop-out meningkat, PDC turun.
Mengapa angka di atas terbatas: rantai pasok obat — faktor yang belum bisa kita ubah di skenario standar

Stok obat di FKTP tidak selalu tersedia tetap di skenario standar

Apa masalahnya: Pasien datang refill ke FKTP, tetapi obat habis. Kunjungan itu hilang — pasien pulang tanpa supply baru, hari obat tidak bertambah. Saat ini kami asumsikan 1 dari 5 (20%) kunjungan refill berisiko gagal karena stok kosong. Itulah kenapa langkah ke-3 di kotak perhitungan di atas mengurangi hasil jadi 80%.

Kenapa tidak jadi slider sendiri: Engine modeling versi 0.2 belum memvariasikan tingkat kegagalan stok sebagai pengungkit terpisah — angka 20% diset konstan. Untuk uji apa-jadinya jika rantai pasok diperbaiki sampai 5%, perlu jalankan analisis sensitivitas (PSA), bukan dashboard standar.

Implikasi kebijakan: Sistem informasi logistik (LMIS), e-stock, dan optimasi rute belum bisa dimodelkan sebagai satu lever sendiri di sini. Pemisahan rantai pasok jadi parameter mandiri = kandidat spec v2.1